Home Administrasi Telat Bayar Pajak? Begini Cara Menghitung Denda Pajak Motor yang Benar 

Telat Bayar Pajak? Begini Cara Menghitung Denda Pajak Motor yang Benar 

by Greg Pascal
denda pajak motor

Banyak orang menunggak dalam pembayaran pajak motor sehingga mereka harus menerima konsekuensinya untuk membayar denda, namun tak semua tau cara menghitung denda pajak motor

Membayar pajak adalah kewajiban untuk seluru warga negara Indonesia, termasuk juga pajak kendaran bermotor. Bagi mereka yang terlambat dalam membayar pajak kendaraan bermotornya, maka konsekuensinya adalah mereka harus membayar denda pajak motor

Besarnya nominal pajak untuk motor yang harus dibayarkan adalah berbeda – beda untuk setiap motor. Hal tersebut bergantung kepada nilai jual kendaraan bermotor tersebut serta bobotnya. 

Sebagian dari kita, banyak yang lupa atau sengaja tidak membayar pajak dengan berbagai alasan. Padahal, jika Anda telat sehari saja dalam membayar pajak kendaraan motor Anda, Anda akan langsung dikenai denda. Selain itu, STNK yang Anda pakai juga akan mati untuk sementara. 

Apa itu Denda Pajak Motor?

Sebelum menuju ke pembahasan yang lebih jauh, kita baas dulu, mengenai apa itu denda pajak untuk kendaraan motor Anda. 

Denda pajak kendaraan motor adalah suatu bentuk sanksi administratif yang wajib dilaksanakan dan dikenakan kepada pemilik kendaraan bermotor ketika pemilik tersebut belum bisa membayar pajak sesuai waktu yang ditentukan. 

Ketentuan Denda Pajak Untuk Motor

Anda bisa menemui aturan mengenai denda pajak untuk motor di Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. 

Mengenai aturan denda pajak kendaraan motor ini telah diatur dalam UU No. 28 Tahun 2009. Adapun tarif yang ditentukan paling rendah adalah 1% dari harga beli sedangkan paling tinggi adalah 2% dari harga beli untuk kendaraan pertama. 

Sedangkan untuk kepemilikan kendaraan kedua, paling rendah adalah 2% dari harga beli dan paling tinggi adalah 10% dari harga beli. 

Di dalam pasal 95 Undang – Undang No. 28 Tahun 2009 telah disebutkan juga bahwa ketentuan pajak daerah ditetapkan berdasarkan peraturan daerah, yang mana di dalamnya juga mengatur mengenai sanksi administratif yang berlaku. 

Selain denda, ada juga sanksi lainnya yang diberikan kepada pemilik kendaraan jika telat bayar pajak atau tidak membayar pajak sama sekali yaitu penilangan. 

Besaran pajak motor telah diatur dalam UU No.22 Tahun 2009 yang mengatur tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Di dalam Undang – undang tersebut dikatakan juga bahwasanya STNK berlaku selama 5 tahun dan selama 5 tahun itu, harus dimintakan pengesahannya lagi untuk setiap tahunnya. 

denda pajak motor

Baca Artikel Selanjutnya :

Tanpa adanya pengesahan tersebut, maka STNK akan dianggap tidak sah dan polisi memiliki hak untuk menilang. Dengan begitu, bisa diambil juga kesimpulan bahwasanya fungsi pajak untuk motor Anda adalah juga untuk mengesahkan STNK untuk setiap tahunnya. 

Cara Menghitung Denda Pajak untuk Motor

Di bagian ini, kita akan memberikan pengetahuan kepada kalian tentang bagaimana cara menghitung denda pajak untuk kendaraan bermotor. Denda pajak untuk motor akan berlaku mulai dari hari pertama setelah batas waktu bayar pajak normal selesai. 

Khusus untuk keterlambatan bayar pajak selama 1 hari, Anda akan dikenai kompensasi, jadi Anda tidak perlu membayar denda untuk satu bulan ke depan. Namun, bila Anda telat lebih satu hari, Anda akan dikenai denda pajak untuk satu bulan ke depan. 

Adapun tenggat waktunya adalah sampai Anda membayar pajak untuk bulan berikutnya sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. 

Jadi, jika telat bayar pajak 2 hari saja, maka denda yang akan pemerintah berikan kepada Anda adalah untuk satu bulan. Dan jika Anda telat bayar pajak selama 1 bulan lebih 1 hari, maka dendanya akan sama jika Anda tidak membayar pajak selama 2 bulan. Begitupun seterusnya. 

Sesuai dengan ketentuan Undang – Undang yang berlaku, Undang-Undang Pasal 3 sampai 8 Nomor 28 Tahun 2009 mengenai Pajak Daerah dan Retribusi. Untuk rincian perhitungan denda pajaknya adalah seperti berikut. 

1. Denda yang akan dikenakan kepada pemilik kendaraan adalah sebesar 25% jika telat membayar pajak mulai dari 2 hari hingga 1 bulan 

2. Jika terjadi keterlambatan hingga 2 bulan, maka perhitungannya adalah sebagai berikut :

PKB x 25% x 2/12 + denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ)

3. Jika terjadi keterlambatan selama 6 bulan, maka perhitungannya adalah sebagai berikut : 

PKB x 25% x 6/12 + denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ)

4. Jika terjadi keterlambatan selama 1 tahun, maka perhitungannya adalah sebagai berikut 

PKB x 25% x 6/12 + denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ)

5. Jika terjadi keterlambatan selama 2 tahun, maka perhitungannya adalah sebagai berikut 

PKB x 25% x 6/12 + denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ)

Adapun besaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) untuk motor adalah Rp.32.000,- 

Itulah informasi yang bisa kami sampaikan mengenai denda pajak motor. Semoga informasi ini bermanfaat untuk pembaca sekalian. Jangan lupa bayar pajak ya! 

Related Posts