Home Kredit Tahapan Take Over KPR Rumah Dan Syarat Yang Harus Dipenuhi

Tahapan Take Over KPR Rumah Dan Syarat Yang Harus Dipenuhi

by Greg Pascal
take over KPR

Harga properti semakin lama akan terus semakin meningkat. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan take over KPR. Yang dimaksud istilah take over sendiri adalah pemindahan pembiayaan atas rumah dari satu bank ke bank lainnya atau sering juga disebut dengan alih kreditur. Hal ini terjadi karena beberapa hal. Dan KPR harus terus berjalan sesuai dengan akad yang telah disepakati di awal.

Dengan cicilan ringan tiap bulannya, rumah yang anda impikan bisa didapatkan dengan cara yang lebih sederhana. Jika cicilan yang dilakukan harus berubah di masa kesepakatan, tergantung kesepakatan awal. Jika bisa, maka dapat dilakukan take over ini. Tentunya harus ada persyaratan dan tahapan-tahapan yang harus dilakukan.

Syarat Take Over KPR

  1. Bank pertama bersedia melakukan take over kredit rumah
  2. Bank kedua bersedia melunasi kekurangan pembayaran pada bank pertama, hal ini juga bisa dihitung sebagai beli rumah bekas yang kemudian dijual kembali dengan cara di kredit
  3. Pengembalian sertifikat disetujui setelah melakukan take over
  4. Membayar biaya take over
  5. Melengkapi dokumen yang diperlukan
    • Kartu identitas
    • NPWP
    • Surat izin praktik, jika melakukan praktik di rumah tersebut
    • Salinan kartu keluarga
    • Salinan akad kredit
    • Salinan sertifikat yang akan di take over
    • Salinan izin mendirikan bangunan
    • Kwitansi pembayaran cicilan
    • Salinan pembayaran PBB

Tahapan Take Over KPR

Apabila semua persyaratan sudah dipersiapkan, biasanya bang akan melakukan analisis ulang sebelum take over dilakukan. Jika sudah diperhitungkan dengan benar dan disetujui maka barulah tahapan take over tersebut bisa dilakukan. Proses yang dibutuhkan untuk melakukan take over sama seperti saat anda pertama membeli KPR. Bisa jadi justru lebih cepat karena bank sudah memiliki record pembayaran cicilan anda. Berikut berbagai tahapan take over KPR dari awal.

  1. Mengajukan take over ke bank lain
  2. Memenuhi persyaratan take over KPR
  3. Bank melakukan analisis data dan melacak record pembayaran yang anda lakukan.
  4. Membuat surat perjanjian pembayaran cicilan rumah dengan anda
  5. Jika sudah disetujui, maka akan ada kerja sama kepengurusan antara kedua bang tersebut
  6. Jika sudah resmi di take over oleh Bank kedua maka anda harus mulai melakukan cicilan kepada Bank kedua.

Sangat disarankan jika memang benar-benar melakukan take over dengan Bank kedua. Cek bunga cicilan yang dikenakan, dan hitung dengan benar selisih yang ada. Sehingga mampu memberikan keuntungan dalam jangka waktu panjang.

take over KPR

Baca Artikel Selanjutnya :

Keuntungan Melakukan Take Over

Segala hal Pati memiliki kerugian dan kelebihan. Kerugian dari proses ini sendiri tentu memerlukan waktu untuk mengurusnya dan harus kesana kemari untuk menyelesaikan proses itu sendiri. Sedangkan untuk kelebihan yang akan didapatkan sendiri ada beberapa, berikut daftarnya

  1. Dapat mengubah bunga yang ditetapkan oleh bank sebelumnya. Sehingga akan lebih menguntungkan, bahkan beberapa bisa memilih jenis perhitungan bunga yang digunakan.
  2. Awal perjanjian KPR ada masa tenor yang disepakati. Dan anda bisa memanfaatkan hal tersebut supaya tenor yang diberikan lebih lama, sehingga cicilan yang harus dibayar lebih ringan.
  3. Dapat mengubah akad awal KPR. Bisa dirubah dengan akad konvensional menjadi syariah atau sebaliknya, sesuai dengan yang anda inginkan.
  4. Dapat mengajukan pinjaman tambahan ketika melakukan make over tersebut, sehingga tidak membutuhkan jaminan tambahan, cukup hanya sertifikat rumah yang dilakukan take over tersebut sendiri.

Jenis Take Over KPR

1. Take over KPR jual beli

Yang dimaksud disini adalah pengambilan rumah yang cicilannya belum lunas. Dimana pemilik pertama sudah tidak sanggup melunasi cicilan dan dialihkan ke pihak lain. Cara ini dilakukan secara resmi dan melibatkan 3 pihak, yaitu pemilik pertama, pembeli, dan pihak bank pemberi KPR.

2. Take over KPR bawah tangan

Jenis ini sistemnya sama dengan take over KPR jual beli. Hanya saya dilakukan secara tidak resmi dan tidak melibatkan bank. Jadi sang penanggung KPR pertama membuat kesepakatan secara pribadi dengan pembelinya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kejadian hal ini. Meski begitu sebenarnya ini memiliki resiko besar bagi sang pembeli itu sendiri.

3. Take over KPR antar bank

Jenis ini dilakukan jika memindahkan tanggungan atau cicilan atas rumah KPR dari bank satu ke bank lainnya. Seringkali dilakukan karena bank kedua memberikan bunga yang lebih rendah dari bank yang pertama. Atau bisa juga bank kedua tidak hanya melunasi KPR tersebut namun juga mampu memberikan pinjaman tambahan 

Untuk melakukan take over KPR ini harus dipertimbangkan dengan benar. Jangan sampai justru anda rugi karena salah melakukan perhitungan. Diskusikan hal ini dengan orang terdekat anda untuk memberikan saran yang tepat, sehingga anda dapat berpikir melalui beberapa perspektif yang ada. Membandingkan besarnya resiko dan keuntungan yang di dapat juga perlu sebelum mengambil keputusan besar. Salah satunya dengan KPR ini.

Related Posts