Home Investasi Simak Cara Investasi Reksadana Dari Nol Untuk Pemula

Simak Cara Investasi Reksadana Dari Nol Untuk Pemula

by Greg Pascal
cara investasi reksadana

Apa itu reksadana dan bagaimana cara memulainya? Bagi Anda yang masih pemula dan awam dengan dunia investasi, Anda dapat mencoba investasi reksadana untuk permulaan. Masalahnya, bagaimana cara memulai investasi reksadana dari nol? Jangan khawatir. Berikut adalah cara investasi reksadana untuk pemula. Wajib Anda simak!

Apa itu reksadana?

Sebelum Anda memulai investasi reksadana, Anda wajib tahu dulu apa itu reksadana. Reksadana adalah produk keuangan di mana Anda dan ribuan orang lain baik itu para investor mengumpulkan dana menjadi satu kemudian dana tersebut diserahkan ke pihak lain. Pihak lain yang dimaksud adalah perusahaan yang menjadi manajer investasi untuk diinvestasikan ke berbagai instrumen keuangan lai. Contohnya seperti saham, obligasi, dan pasar uang. 

Jenis reksadana yang bisa ditemui di Indonesia sendiri yaitu reksadana pasar uang. Dengan reksadana pasar uang, uang Anda akan diinvestasikan ke deposito dan sertifikat bank Indonesia. Jenis reksadana selanjutnya adalah reksadana pendapatan tetap. Jenis reksa dana ini akan membuat uang Anda diinvestasikan ke obligasi. Selanjutnya terdapat reksadana saham. Apabila Anda memilih reksadana jenis ini, maka uang Anda akan dipakai untuk membeli saham. Selanjutnya ada reksadana campuran. Seperti namanya, uang Anda dapat masuk ke obligasi, saham, dan deposito.  

Keuntungan reksadana

1. Adanya manajer investasi

Manajer investasi adalah orang atau lembaga yang telah ahli dalam bidangnya. Manajer investasi lah yang akan mengelola uang Anda nantinya. Hal ini akan sangat menguntungkan Anda apabila Anda masih awam dalam dunia investasi. Misalnya Anda tidak tahu cara membeli saham, maka manajer investasi lah yang akan melakukannya. 

Manajer investasi diharapkan dapat mengelola uang Anda untuk mencapai keuntungan maksimal dan meminimalisir risiko. Anda tidak perlu membuang banyak waktu mempelajari lebih jauh jika ingin memulai investasi, Anda hanya perlu memantau laporan dari manajer investasi Anda. Anda hanya perlu menitipkan uang Anda pada manajer investasi. Manajer investasi akan mengelola uang Anda. 

2. Reksadana bisa dibeli eceran

Maksudnya, Anda dapat membeli reksadana mulai dengan 100 ribu. Anda bisa membandingkan apabila Anda membeli saham atau melakukannya sendiri. Misalnya Anda ingin melakukan deposito di bank. Nominal deposito di bank berbeda-beda. Namun, minimal nominal untuk deposito adalah delapan juta rupiah. 

Apabila Anda ingin deposito Anda setara dengan reksadana pasar uang, maka Anda memasukkan satu milyar. Untuk obligasi, apabila Anda membeli sendiri, maka Anda harus mengeluarkan biaya sebesar lima juta dan kelipatannya. Untuk saham Anda harus membeli 1 lot atau 100 lembar. Harga perlembarnya sangat bergantung pada saham. Bisa saja harga perlembarnya lima puluh ribu. Umumnya Anda diminta menempatkan dana lima juta untuk dapat memulai jual beli saham.

Dengan keuntungan inilah, Anda dapat memulai berinvestasi dengan biaya yang kecil. Anda tidak perlu menunggu memiliki uang banyak dulu baru mulai berinvestasi. Anda bisa memulainya kapan saja dengan reksadana. 

3. Reksadana dapat dijual kapan saja

Bandingkan dengan deposito, di mana Anda harus menunggu jatuh tempo terlebih dahulu untuk mencairkannya. Di reksadana, Anda tidak perlu menunggu jatuh tempo, Anda dapat mencairkannya kapan saja. Apabila Anda menggunakan reksadana online, maka akan lebih praktis. Anda dapat melakukan transaksi jual beli reksadana di mana saja dan kapan saja. Tentunya akan menghemat tenaga dan waktu Anda. 

Simak Cara Investasi Reksadana Dari Nol Untuk Pemula

Baca Artikel Selanjutnya :

Kerugian reksadana

1. Fee

Tentu Anda masih ingat dengan manajer investasi yang nantinya akan mengelola uang Anda, bukan. Tentunya manajer investasi akan mendapatkan fee atau gaji. Fee untuk manajer investasi bervariasi. Biasanya akan ada fee dua kali. Pertama adalah saat Anda melakukan transaksi beli reksadana. Fee biasanya sekitar 1-3%. Kemudian fee saat Anda menjual reksadana. Biasanya fee sebesar 1/2 % sampai 1%. Sebelum Anda melakukan transaksi reksadana, jangan lupa untuk mengecek harga dan feenya terlebih dahulu.

2. Kinerja manajer investasi

Kekurangan reksadana selanjutnya terletak pada kinerja manajer investasi.  Apabila Anda memilih manajer investasi yang kinerjanya buruk, tidak menutup kemungkinan Anda tidak mendapat keuntungan tapi malah kerugian. Anda telah mengeluarkan biaya dan juga membayar fee, sedangkan hasil tidak sesuai harapan Anda. 

Apabila Anda ingin menghindari hal ini, Anda dapat mencoba belajar instrumen keuangan, belajar saham, dan melakukan investasi sendiri tanpa membutuhkan manajer investasi. Tapi Anda juga harus mempertimbangkan biaya awal yang Anda keluarkan untuk memulai investasi. 

Cara membeli reksadana

Setelah membahas pengertian, keuntungan, dan kerugian reksadana, selanjutnya akan dibahas cara membeli reksadana. 

Cara paling mudah membeli reksadana adalah melalui bank. Mudah, karena pastinya Anda memiliki rekening bank. Anda hanya perlu membeli reksadana dengan rekening yang sama. Anda dapat membeli reksadana melalui cabang bank atau online. Apabila Anda membeli melalui cabang bank, maka Anda akan dipertemukan dengan customer service. Selanjutnya Anda diminta memilih reksadana, mengisi formulir. Pihak bank akan memindahkan dana rekening Anda ke manajer investasi. Untuk membeli reksadana secara online, dapat menghemat waktu dan tenaga Anda. 

Demikianlah cara investasi reksadana untuk pemula yang bisa Anda coba. Anda bebas memilih jenis investasi sesuai kemampuan dan kebutuhan Anda. Anda tetap harus belajar instrumen keuangan apabila mencoba berinvestasi agar dapat mengurangi risiko di kemudian hari. 

Related Posts