Home Administrasi Seluk Beluk Pajak Progresif Mobil Lengkap dengan Cara Menghitungnya

Seluk Beluk Pajak Progresif Mobil Lengkap dengan Cara Menghitungnya

by Lara Nifa
Seluk Beluk Pajak Progresif Mobil Lengkap dengan Cara Menghitungnya

Pajak progresif mobil merupakan pajak kendaraan yang dibebankan ke pemilik mobil. Di mana persentasenya berdasarkan jumlah mobil. Pajak yang harus dibayarkan pun bila memiliki lebih dari 1 mobil. Penarikan untuk pajak progresif ini adalah berdasarkan Kartu Keluarga. 

Walaupun pemilik mobil yang dikenakan pajak berbeda, selama identitasnya masih dalam satu KK yang sama, maka tetap pajak ini akan berlaku. Karena mobil adalah salah satu kategori barang mewah yang akan dikenakan pajak.

Mengenal Pajak Progresif Mobil 

Seperti yang sudah dijelaskan tadi bahwa pajak progresif akan berlaku jika Anda mempunyai kendaraan tersebut dengan jumlah lebih dari satu. Meski itu menggunakan nama sendiri maupun anggota keluarga lain yang tinggal dalam alamat yang sama. 

Penetapan pajak progresif mobil ini berdasarkan pada Kartu Keluarga atau KK, sehingga pajak progresif ini dikenakan pada pemilik yang beralamatkan sama serta nama pemilik yang sama. Jadi misal Anda mempunyai lebih dari 1 kendaraan mobil, maka nantinya seluruhnya akan masuk pajak progresif di luar pajak yang harus dibayarkan. 

Persentase Untuk Pajak Progresif Mobil 

Seperti yang sudah Anda ketahui sebelumnya bahwa pajak progresif ini harus dibayarkan oleh si pemilik kendaraan tarif sesuai dengan ketentuan yang sudah berlaku. Untuk tarif pengenaan pajak ini sudah diatur dalam pasal 6 UU nomor 28 tahun 2009, seperti berikut ini: 

  • Kendaraan pertama akan dikenakan biaya pajak minimal 1% dan maksimal adalah 2%. 
  • Untuk kepemilikan kendaraan motor baik itu kedua, ketiga, keempat dan seterusnya akan dibebankan biaya paling rendah 2% dan paling tinggi adalah 10%. 

Walaupun sudah ada ketetapan yang diatur dalam Undang Undang, tapi setiap daerah mempunyai kebijakan sendiri dalam penetapan besaran pajak yang harus dibayarkan. Bagi Anda yang berada di DKI Jakarta, maka besaran pajak progresif yang dibayarkan adalah sebagai berikut: 

  • Kendaraan 1 dikenai pajak 2% 
  • Kendaraan 2 dikenai pajak 2,5% 
  • Kendaraan 3 dikenai pajak 3% 
  • Kendaraan 4 dikenai pajak 3,5% 
  • Kendaraan 5 dikenai pajak 4% 
  • Kendaraan 6 dikenai pajak 4,5% 
  • Kendaraan 7 dikenai pajak 5% 
  • Kendaraan 8 dikenai pajak 5,5% 
  • Kendaraan 9 dikenai pajak 6% 
  • Kendaraan 10 dikenai pajak 6,5% 

Dan seterusnya akan dikenakan pajak dengan margin 0,5%. 

Cara Menghitung Pajak Progresif Mobil 

Dalam peraturan yang berlaku, maka pajak pembayaran pajak telah dikelompokan menjadi tiga seperti di bawah ini: 

  • Kepemilikan kendaraan dengan roda kurang dari empat.
  • Kepemilikan kendaraan roda empat.
  • Kepemilikan kendaraan dengan roda lebih dari empat.

Apabila Anda memiliki satu motor, satu mobil dan satu truk dalam satu alamat rumah yang sama, apakah akan terkena pajak progresif? Menurut keterangan yang ada, pajak progresif ini akan dikenakan adalah kendaraan dengan jenis sama. Bila berbeda seperti pada contoh akan dikenakan pajak progresif kendaraan pertama saja. 

Untuk lebih jelasnya dalam memahami perhitungan dari pajak progresif ini adalah sebagai berikut: 

PKB (Pajak Progresif Kendaraan) = NJKB x persentase

Berikut ini contoh soalnya:

  • PKB Rp1.745.000
  • SWDKLLJ Rp143.000
  • Maka NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor = (PKB/2) x 100 = (Rp1.745.000/2) x 100 = Rp87.250.000

Pajak progresif untuk mobil pertama:

  • PKB = Rp85.000.000 x 1,5% = Rp1.275.000
  • SWDKLLJ = Rp150.000
  • Total = Rp1.425.000

Pajak progresif untuk mobil kedua:

  • PKB = Rp85.000.000 x 2% = Rp1.700.000
  • SWDKLLJ = Rp150.000
  • Total = Rp1.850.000.

Dari perhitungan di atas, maka Anda sudah dapat menghitung sendiri berapa pajak progresif yang akan dibayarkan pada tiap tahunnya. 

Tips Tidak Terkena Pajak Progresif 

Dari tingginya pembayaran pajak progresif yang dikenakan, maka jelas bahwa iuran yang harus Anda bayarkan dalam satu tahun cukuplah besar. Tapi, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan bila tidak ingin terkena pajak ini, berikut ini tipsnya: 

  • Pisah KK 

Cara pertama adalah dengan pisah KK atau Kartu Keluarga. Bagi Anda yang sudah menikah, lebih baik segera melakukan pecah KK agar tidak terkena pajak ini. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa pajak ini dikenakan berdasarkan kendaraan yang dimiliki dengan alamat yang sama. Walaupun nama kepemilikan berbeda, tapi tetap akan dikenakan pajak progresif. Maka daripada itu, apabila Anda sudah menikah sebaiknya langsung pisah kartu keluarga dengan orang tua. 

  • Langsung balik nama bila kendaraan di jual 

Kebanyakan pemilik kendaraan yang sudah menjual kendaraan mereka tidak melakukan prosedur balik nama. Padahal jika ini terjadi, maka pemilik masih harus membayarkan pajak progresif bila masih menggunakan namanya sendiri, meski sudah berpindah tangan. Maka dari pada itu, sebaiknya Anda segera melakukan balik nama agar tidak terkena pajak ini. 

Demikianlah penjelasan tentang pajak progresif mobil dan cara perhitungannya. Adanya pajak ini sendiri sebenarnya untuk menekan angka pembelian kendaraan yang masih sangat tinggi. Tapi, meski begitu tetap saja masyarakat tidak terlalu memikirkannya. 

Related Posts