Home Administrasi Sebelum Buka Usaha, Kenali Beberapa Daftar Izin Usaha yang Perlu Dilengkapi

Sebelum Buka Usaha, Kenali Beberapa Daftar Izin Usaha yang Perlu Dilengkapi

by Lara Nifa

Sebagian orang pasti mempunyai keinginan untuk dapat memiliki usaha sendiri. Apalagi di zaman yang semakin maju ini tentu menjalankan bisnis akan lebih mudah. Namun, walau demikian lebih baik bila usaha tersebut dilindungi dengan hukum secara legal agar tidak terkena masalah dikemudian hari, selain itu kamu sebagai pemilik usaha tentunya bisa lebih leluasa dalam mengembangkan bisnis.

Dengan persiapan hukum matang, tentu akan menjadi suatu hal penting untuk keberlangsungan bisnis kamu. Misalnya, ketika tidak mempunyai izin usaha maka bisnis yang saat ini sedang berjalan dihentikan sementara dan paling buruknya tidak dapat lagi di jalanlankan atau ditutup selamanya. 

Tentunya kamu sebagai pemilik, tidak mau hal seperti itu terjadi. Karena itu, lengkapilah dokumen usaha mulai sekarang dan jalankan bisnis kamu dengan leluasa tanpa halangan apapun, khususnya yang berhubungan dengan hukum.

Daftar Izin Untuk Usaha yang Perlu Dilengkapi

Sebelum melakukan pengurusan izin usaha, ada baiknya kamu mengetahui daftar izinnya terlebih dahulu supaya bisa mengenali dan mengetahui fungsi dari masing-masing dokumen. Sehingga tidak lagi merasa bingung.

Seluruh dokumen-dokumen ini tentunya dapat diurus melalui online ataupun datang langsung ke departemen terkait yang bertanggung jawab atas penerbitannya. Berikut dibawah ini adalah daftar izin usaha yang wajib ketahui, yaitu :

  • SITU (Surat Izin Tempat Usaha)

SITU digunakan sebagai penanda apabila lokasi yang ingin dipakai untuk menjalankan usaha sudah bisa dioperasikan. Kamu dapat mengurus surat izin ini di pemerintah daerah, ketahuilah bahwa beda daerah pastinya akan berbeda peraturannya.

  • SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)

Apabila SITU digunakan sebagai pengatur lokasi bisnis, maka SIUP adalah surat izin yang memberitahukan bila kamu sedang menjalankan usaha yang berkaitan dengan perdagangan. Untuk pengusaha/ wirausaha pastinya memang harus mempunyai SIUP agar aktivitas dagang dapat berjalan dengan baik tanpa kendala.

  • NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

NPWP merupakan salah satu dokumen wajib bagi pemilik usaha dan kebetulan memang harus dimiliki oleh WNI. Dengan adanya NPWP banyak hal yang dapat diperoleh dengan mudah, khususnya pelaku usaha. Misalnya seperti ketika ingin melakukan pinjaman untuk tambahan modal bisnis.

Selain itu, apabila kamu merupakan seorang WNI tentunya harus taat pajak. Tidak hanya untuk mereka dengan penghasilan tetap saja, namun para pemilik bisnis juga harus secara rutin membayarkan pajak sesuai pendapatannya.

  • NRP (Nomor Register Perusahaan)

NRP atau bisa juga disebut dengan Tanda Daftar Perusahaan ini wajib dimiliki dan dipasang oleh pemilik usaha pada tempat/ bangunan agar dapat menjadi suatu tanda apabila usaha tersebut telah terdaftar dan diizinkan beroperasi secara resmi.

  • NIB (Nomor Induk Berusaha)

Bila kamu sudah memiliki NIB, maka tidak lagi harus membuat NRP ataupun SIUP. Sebab hanya dengan NIB saja itu sudah cukup untuk bisa mendirikan sebuah usaha. Pembuatannya sendiri juga cukup cepat, yakni sekitar 30 menit.

  • SKDP (Surat Keterangan Domisili Perusahaan)

Dengan memiliki SKDP, menandakan kejelasan dari tempat kamu akan mendirikan bangunan yang digunakan untuk menjalankan usaha. Biasanya yang menerbitkan surat izin ini adalah kelurahan setempat, bila bisnis dibuka di area pedesaan maka yang mengeluarkan kepala desa.

  • AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)

Izin usaha selanjutnya yang wajib kamu miliki adalah AMDAL, dimana izin ini dikeluarkan guna mengkaji apa dampak usaha kamu bagi lingkungan dan juga sebaliknya. Tetapi adanya AMDAL hanya sebatas melakukan pengkajian lingkungan, bukan memberikan izin apakah usaha bisa dijalankan atau tidak.

  • IMB (Izin Mendirikan Bangunan)

Tentunya bila kamu ingin mendirikan usaha diatas lahan milik pribadi, IMB sangat diperlukan. Bahkan dalam pembangunan rumah sekalipun tetap harus mempunyai izin untuk melakukanya. Sehingga tidak ada oknum ataupun orang yang bisa menuntut kamu jika telah mengantongi IMB.

  • Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum

Selanjutnya adalah SKPBH, dimana surat ini gunanya untuk mengesahkan PT secara hukum. Surat ini dikeluarkan oleh pihak Kemenkumham, sehingga bisnis kamu akan bisa berdiri dengan leluasa dan sudah sah secara hukum di Indonesia.

  • Akta Pendirian

Selain SKPBH atau Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum, kamu juga harus mempunyai Akta Pendirian usaha yang legal. Tujuannya sudah pasti agar bisnis yang kamu jalankan bisa berjalan lancar serta tidak akan memperoleh gangguan atau masalah di masa mendatang.

  • Izin Gangguan

Terakhir adalah izin gangguan, dimana biasanya izin sejenis ini lebih diperuntukkan kepada bisnis yang dapat menyebabkan kerugian, potensi bahaya, ketertiban dan gangguan lainnya. Biasanya untuk Izin Gangguan ini digunakan oleh mereka yang memang mempunyai usaha di dunia malam.

Nah, itulah tadi daftar dari izin usaha/ bisnis yang wajib kamu ketahui sesuai dengan fungsinya masing-masing. Usahakan untuk bisa mendapatkan semua dokumen tersebut, agar bisnis kamu lebih leluasa dijalankan dan tidak ada kendala apapun.

Related Posts