Home Regulations Sama-sama Dipungut Pemerintah, Apa Bedanya Retribusi dengan Pajak?

Sama-sama Dipungut Pemerintah, Apa Bedanya Retribusi dengan Pajak?

by Lara Nifa
Sama-sama Dipungut Pemerintah, Apa Bedanya Retribusi dengan Pajak?

Tentunya, Anda sudah familiar dengan istilah retribusi dan pajak. Sebagai warga negara yang baik, membayar pajak merupakan kewajiban. Lalu, bagaimana dengan retribusi, apakah setiap warga negara wajib membayar retribusi?

Nah, untuk menjawab pertanyaan itu, alangkah baiknya jika Anda memahami informasi perbedaan antara retribusi dan pajak berikut ini. Namun, sebelum memahami perbedaannya, sebaiknya Anda mengenal definisi retribusi dan pajak secara mendalam berikut ini.

Mengenal Retribusi Lebih Mendalam

Perlu diketahui, di Indonesia tidak setiap warga negara dipungut retribusi. Tentunya, timbul di benak Anda, apa sih sebenarnya retribusi itu? Dan mengapa setiap warga negara tidak dikenakan retribusi? Untuk menjawabnya, simak penjelasan berikut ini.

Apa Itu Retribusi?

Definisi retribusi ini tercantum pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009. Jika dirangkum, definisi retribusi merupakan salah satu pungutan yang dibebankan kepada individu atau badan sebagai bentuk pembayaran atas layanan jasa atau pemberian izin khusus oleh pemerintah daerah. 

Jadi, retribusi dibebankan kepada individu atau badan usaha yang telah memakai layanan jasa  pemerintah daerah atau mendapatkan izin khusus dari pemerintah. Adapun bentuk retribusi antara lain: retribusi jasa umum, jasa usaha, perizinan dan bentuk retribusi lainnya yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Tujuan Pemungutan Retribusi oleh Pemerintah

Tujuan pemungutan retribusi baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah adalah sebagai berikut.

  • Mengisi kas negara atau kas pemerintah daerah yang digunakan untuk memenuhi kepentingan anggaran belanja negara atau daerah.
  • Mengatur jalur keuangan negara atau pemerintah daerah. Umumnya, retribusi digunakan untuk memperbaiki fasilitas umum.

Ciri – Ciri Retribusi yang Wajib Anda Ketahui

Sebelum bisa membedakan antara retribusi dan pajak, alangkah baiknya Anda mengetahui ciri-ciri retribusi. Adapun ciri-ciri retribusi adalah sebagai berikut.

  • Hasil pungutan retribusi dimanfaatkan untuk perawatan dan perbaikan fasilitas umum.
  • Pungutan retribusi ini bersifat memaksa. Namun, paksaan tersebut memiliki nilai ekonomis.
  • Ada imbalan langsung dari pungutan retribusi ini, contohnya: pembayaran retribusi kesehatan. Tentunya dengan membayar retribusi kesehatan, Anda dapat menikmati layanan kesehatan dari pemerintah.
  • Pungutan retribusi diatur dalam peraturan pemerintah daerah maupun undang-undang. Jadi, sifat pungutan retribusi tidak semena-mena kepada rakyat.

Mengenal Hal-Hal yang Berkaitan dengan Pajak

Pastinya, Anda sudah sering mendengar slogan, orang bijak taat bayar pajak. Slogan tersebut bukan tanpa arti, melainkan mewajibkan setiap warga negara untuk rutin membayar pajak. 

Pada dasarnya, apa sih pajak itu? Supaya pengetahuan Anda tentang pajak bertambah, berikut akan dijelaskan hal-hal yang berkaitan dengan pajak. 

Apa Sih Pajak Itu?

Definisi pajak ini diatur dalam Undang – Undang Pasal 1 Nomor 28 Tahun 2007. Pada undang-undang tersebut, pajak diartikan sebagai kontribusi wajib warga negara kepada negara secara terutang oleh perorangan atau badan usaha yang bersifat memaksa. 

Sifat pajak ini memaksa, namun diatur sepenuhnya dalam undang-undang. Perlu diketahui, pajak ini digunakan untuk pembangunan negara dengan tujuan untuk kemakmuran rakyat. Jadi, ketika Anda membayar pajak, Anda telah berkontribusi membangun negara dan ikut serta menjaga kemakmuran rakyat Indonesia.

Jenis – Jenis Pajak yang Ada di Indonesia

Sama halnya dengan retribusi, pajak juga dipungut oleh pemerintah pusat dan daerah. Umumnya, baik pajak pusat dan daerah dipungut oleh Direktorat Jenderal Pajak dan Kementerian Keuangan. Adapun jenis-jenis pajak yang perlu Anda ketahui adalah sebagai berikut.

  • Bea Materai
  • Bea Cukai
  • Pajak Penghasilan (PPh)
  • Pajak Kendaraan Bermotor
  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
  • Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
  • Pajak Restoran
  • Pajak Hiburan

Ciri – Ciri Pajak

Supaya tidak tertipu dengan pungutan pajak ilegal, Anda perlu tahu ciri-ciri pajak yang sesungguhnya. Adapun ciri-ciri pajak adalah sebagai berikut.

  • Pungutan pajak diatur dalam undang-undang perpajakan.
  • Pembayaran pajak tidak mendapatkan imbalan secara langsung. 
  • Penyelenggara pemungutan pajak adalah pemerintah pusat dan daerah.
  • Hasil pungutan pajak digunakan untuk membiayai anggaran belanja negara baik pemerintah pusat dan daerah.
  • Sebagai penghasilan negara atau alat kas masuk keuangan negara.

Apa Bedanya Retribusi dengan Pajak Itu?

Setelah mengetahui secara detail tentang retribusi dan pajak, tentunya Anda dapat mengetahui perbedaan antara retribusi dan pajak. Nah, apa bedanya retribusi dengan pajak? Simak informasi berikut ini.

Perbedaan Retribusi dan Pajak dari Segi Hukum

Dari segi hukum, pajak diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 yang mengatur Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan di Indonesia dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983.

Sementara, retribusi diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan, bahwa retribusi merupakan pungutan daerah yang dikenakan kepada perorangan atau badan usaha.

 

Perbedaan Retribusi dan Pajak dari Segi Tujuan

Dari segi tujuan, pungutan retribusi dan pajak juga berbeda. Untuk tujuan pemungutan pajak adalah meningkatkan keuangan negara. Artinya, dengan adanya pungutan pajak yang digunakan untuk pembangunan dapat mensejahterakan masyarakat Indonesia.

 

Sementara, tujuan pungutan retribusi adalah memberikan imbalan jasa atas layanan jasa atau izin khusus yang diberikan oleh pemerintah daerah. Jadi, pungutan retribusi ini bisa dinikmati secara langsung oleh si pembayar retribusi.

 

Perbedaan Retribusi dan Pajak dari Objeknya

Objek pajak bersifat umum, seperti: pajak barang mewah, penghasilan, bea materai sampai dengan pajak kendaraan bermotor. Sedangkan, objek retribusi adalah perorangan atau badan usaha yang sudah menikmati izin khusus atau layanan publik.

 

Perbedaan Retribusi dan Pajak dari Segi Sifatnya

Dilihat dari segi sifatnya, pajak bersifat wajib. Artinya, setiap warga negara wajib membayar pajak sesuai dengan yang ditetapkan undang-undang. Sedangkan, retribusi bersifat tidak wajib. Tetapi dipaksakan bagi yang telah menerima izin dan pelayanan publik sesuai dengan peraturan yang berlaku.

 

Perbedaan Retribusi dan Pajak dari Lembaga yang Memungut

Jika dilihat dari lembaga yang memungut, retribusi dipungut oleh pemerintah daerah. Sementara, pajak dikelola oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Itu karena pungutan pajak di Indonesia, umumnya ada 2 yaitu pajak pusat dan daerah.

 

Bagaimana menurut pendapat Anda? Apakah Anda sudah memahami perbedaan retribusi dan pajak? Semoga informasi tersebut dapat mudah dipahami, supaya pemahaman Anda tentang retribusi dan pajak bertambah. Semoga bermanfaat.

Related Posts