Home Bisnis dan Usaha Remaja pun Bisa Mulai Berbisnis: Ini dia Hal yang Perlu Diperhatikan

Remaja pun Bisa Mulai Berbisnis: Ini dia Hal yang Perlu Diperhatikan

by Lara Nifa

Pada saat ini, telah banyak anak muda yang memutuskan untuk menjalankan bisnis sendiri daripada bekerja di sebuah perusahaan. Keuntungan dari menjalankan bisnis sendiri ini adalah Anda bisa mendapatkan fleksibilitas yang dapat disesuaikan dengan kegiatan Anda yang lainnya. Selain itu, mempunyai perusahaan bisnis sendiri dapat memungkinkan anak remaja untuk bekerja sesuai dengan hobi dan minatnya. Para ahli juga menemukan bahwa semakin banyak anak muda, baik dari generasi millennial maupun Gen Z, yang memutuskan untuk memulai bisnis mereka sendiri.

 

“30% dari orang yang berusi pada rentang 16 tahun hingga 30 tahun ingin mandiri di beberapa titik dalam hidup mereka,” menurut Stephen Warnham, pakar karir di Totaljobs. Dia mengatakan konsep memulai usaha Anda sendiri bisa menyenangkan. Namun, pada kenyataannya, ini bisa membingungkan dan membingungkan.

 

“Lebih baik memikirkan dengan hati-hati tentang apa yang perlu Anda lakukan dan apa yang perlu Anda korbankan dalam mencapai tujuan usaha Anda, daripada terburu-buru,” kata Warnam. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memulai usaha Anda sendiri. Berikut merupakan penjelasannya.

1. Menabung 

Pertama Anda harus mempunyai sejumlah dana di tabungan Anda sebelum Anda resmi memulai bisnis. Ide usaha terbaik di dunia tidak pernah berakhir tanpa membutuhkan uang. Jika Anda harus meminjam uang ke bank, lakukan pendalaman informasi terlebih dahulu. Carilah produk modal kerja yang memberikan tingkat bunga yang menarik dan menyeluruh serta mengetahui persyaratan agunan.

2. Menentukan Nama Bisnis  

Menentukan nama dalam bisnis Anda dapat menyenangkan, tetapi juga Dapat membuat pusing. Selain itu, Anda juga perlu melakukan riset untuk memastikan bahwa nama perusahaan Anda unik. “Sebelum Anda memulai bisnis Anda, lakukan penelitian kekayaan intelektual dengan menyeluruh,” kata Rob Williams, direktur Hawthorne. Menurut Williams, ini sering terjadi saat pemilik bisnis menentukan nama, membuat situs web yang keren, hingga berinvestasi dalam bisnis, tetapi ternyata melanggar hak cipta  orang lain. “Sebelum mengambil langkah mahal, pastikan Anda tidak melanggar hak cipta orang lain dan mendaftarkan hak cipta merek dagang Anda,” jelasnya.

3. Mendaftarkan Merek dan Perusahaan Anda 

Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya merupakan pendaftaran perusahaan dan brand Anda. Agar bisa mendaftarkan hak cipta suatu brand, Anda dapat mendaftarkannya di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Namun sebelum itu, Anda perlu mendirikan badan hukum untuk bisnis Anda, seperti perseroan terbatas (PT) maupun persekutuan komanditer (CV). Saat Anda telah memiliki badan hukum dan juga memiliki hak cipta, sehingga Anda dapat menjalankan bisnis Anda dengan aman dan nyaman.

4. Membuat Rencana Bisnis yang Menarik

Rencana bisnis yang baik mencakup semua yang Anda perlukan, hal ini dapat dimulai dari analisis pasar hingga perencanaan keuangan hingga prakiraan bisnis di masa depan. Sekali lagi, ini tidak mudah dilakukan dan harus dilakukan dengan hati-hati. “Saat Anda membuat rencana bisnis, Anda perlu meluangkan waktu  yang  Anda harapkan untuk meningkatkannya, yang memberi Anda waktu yang cukup dalam mengerjakan semuanya tanpa mengganggu jadwal atau tanggal mulai yang Anda tetapkan.” Williams menjelaskan.

5. Membuka Akun Rekening Khusus Bisnis 

Jika Anda memutuskan untuk memulai bisnis Anda sendiri, jangan campurkan akun bisnis dan pribadi. Buat akun khusus untuk perusahaan Anda. Tujuannya adalah agar dapat memisahkan uang pribadi Anda dari lalu lintas uang yang bersumber dari usaha Anda. Cari tahu tentang bank yang menawarkan produk rekening usaha dan jangan ragu dalam berbicara dengan mereka.

6. Memasuki Pasar Online 

“Ini mungkin tampak jelas, tetapi mengelola kehadiran bisnis Anda secara online seringkali dapat merusak bisnis baru Anda,” kata Darrain Faraz, pakar karir di LinkedIn. Menurut Faraz, ia lebih menyarankan agar Anda  meluangkan waktu untuk membuat akun online dan membuat jadwal rutin dalam mengelola akun online perusahaan Anda. Akun online berkisar dari situs web sampai akun media sosial contohnya penjualan online di Instagram dan platform e-commerce.

7. Mengelola keuangan  

Hal yang perlu diperhatikan lainnya dalam menjalankan bisnis adalah pengelolaan keuangan. Perlu diingat bahwa ketika mengelola keuangan perusahaan Anda, Anda perlu memperhatikan arus kas, keuntungan, pengeluaran dan pajak. Dalam bidang ini, Anda dapat meminta bantuan dari seorang akuntan. Tergantung pada ukuran perusahaan, mungkin tidak mungkin untuk menanganinya sendiri. “Terimalah bahwa Anda tidak dapat melakukan segala sesuatunya oleh diri Anda sendiri. Hal ini termasuk  harus berurusan dengan masalah pajak,” kata Stephen dari Totaljobs.

 

Demikianlah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai bisnis. Kunci utama dalam berbisnis adalah terletak pada niat dan tekad yang diiringi oleh persiapan yang matang sebelum menjalankan rencana bisnis Anda.

Related Posts