Reksadana: Pengertian, Keuntungan, dan Cara Berinvestasinya

Apakah Anda memiliki niat untuk berinvestasi saham atau jenis lainnya? Namun, tidak memiliki bekal pengetahuan yang luas. Salah satu jalannya yaitu dengan mencoba berinvestasi melalui

Lara Nifa

[addtoany]

keuntungan reksadana

Apakah Anda memiliki niat untuk berinvestasi saham atau jenis lainnya? Namun, tidak memiliki bekal pengetahuan yang luas. Salah satu jalannya yaitu dengan mencoba berinvestasi melalui reksadana.

Pengertian Reksadana

Reksadana sendiri merupakan wadah atau tempat yang dipergunakan dalam menghimpun dana yang berasal dari masyarakat pemodal kemudian diinvestasikan pada portofolio efek melalui Manajer Investasi yang merupakan pihak dengan peran mengelola investasi yang telah disepakati serta bertanggung jawab atas kinerja pada reksadana.

Keuntungan Dalam Berinvestasi Reksadana

Keuntungan utama berinvestasi reksadana yaitu dapat menjalankan investasi dengan menggunakan modal kecil serta resiko yang ditanggung juga tidak terlalu besar. Berikut beberapa keuntungan investasi lainnya yaitu:

1.       Dapat Memiliki Saham Dengan Modal Kecil

Investasi reksadana mempunyai beberapa peluang keuntungan contohnya yaitu pemodal tidak perlu mempunyai dana yang besar agar dapat memaksimalkan keuntungan investasi pada Efek. Contohnya seperti, seorang pemodal yang memiliki dana terbatas dimana mempunyai portofolio obligasi, dimana syarat dalam memiliki portofolio tersebut yaitu mempunyai dana besar.

Akan tetapi dengan adanya reksadana dana tersebut dapat terkumpul dengan jumlah besar yang memudahkan dalam diversifikasi dalam instrumen suatu pasar modal atau pasar uang atau juga memiliki arti investasi dapat dilakukan dalam beberapa jenis instrumen lainnya seperti saham, deposito, obligasi.

2.       Efisiensi Waktu

Investasi melalui reksadana tentu saja dalam menghemat waktu Anda. Kemudian selain memiliki efisiensi waktu, dana investasi akan dikelola langsung oleh manajer investasi yang telah profesional. Oleh karena itu Anda tidak perlu untuk repot lagi menyisihkan waktu agar dapat memantau perkembangan pada investasi tersebut.

3.       Tidak Mengharuskan Investor Memiliki Pengetahuan yang Dalam

Para pemodal akan dimudahkan dalam melakukan investasi pada pasar modal. Selain itu juga, dengan melalui manajer investasi akan membantu menentukan suatu saham yang mempunyai nilai bagus yang layak untuk dibeli. Hal tersebut dilakukan sebab tidak seluruh pemodal mempunyai pengetahuan serta keahlian yang cukup agar dapat masuk ke dalam pasar modal.

Cara Berinvestasi Reksadana

Bagi investor pemula, tentu saja akan kebingungan dalam memulai investasi reksadana ini maupun menentukan jenisnya. Akan tetapi hal tersebut merupakan hal yang wajar, berikut ini beberapa tips dalam memulai berinvestasi reksadana, yaitu:

  1.       Menentukan Tujuan
  2.       Mengetahui Profil Risiko

Profil resiko sendiri terbagi menjadi 3 jenis:

  1. Tipe Agresif

Pemilik dari profil risiko harus siap untung maupun rugi. Investor yang menggunakan profil risiko yang agresif siap untuk kehilangan beberapa bagian maupun seluruh dana yang diinvestasikan agar mendapatkan imbal hasil besar.

  1. Tipe Konservatif

Investor tipe ini mempunyai profil risiko rendah serta seringkali menghindari resiko. Dalam berinvestasi, seorang investor tipe ini menyukai instrument yang aman dan cenderung takut apabila pokok yang diinvestasikannya berkurang dimana memiliki pergerakan yang stabil.

  1. Tipe Moderat

Investor tipe ini mempunyai karakteristik siap untuk menerima fluktuasi yang berjangka pendek dimana memiliki potensi keuntungan sesuai dengan harapan, dan juga cocok untuk jenis reksadana campuran yang mempunyai resiko rendah jika dibandingkan pada saham. Namun reksadana ini juga mempunyai keuntungan yang sama seperti jenis reksadana lainnya.

  1. Memilih Reksadana yang Cocok
  2. Melakukan Riset serta
  3. Rutin Berinvestasi

Jenis Investasi Reksadana

  1.       Reksadana Campuran

Jenis Reksadana ini menginvestasikan dana para investor ke beberapa bentuk investasi maupun kedalam bentuk saham, obligasi, dan juga pasar uang. Reksadana Campuran akan mengalokasikan dana hingga 79% pada instrumennya.

Jenis reksadana ini direkomendasikan untuk investasi jangka menengah, mulai dari 3 hingga 5 tahun. Kemudian resiko reksadana ini lebih rendah jika dibandingkan dengan reksadana saham, akan tetapi memberikan return atau keuntungan yang tinggi apabila dibandingkan dengan reksadana pendapatan tetap.

  1.       Reksadana Pasar Uang

Jenis reksadana ini yaitu melakukan investasi yang bersifat utang dan memiliki jatuh tempo yaitu 1 tahun kurang dan memiliki tujuan dalam pemeliharaan modal serta menjaga likuiditas. Kemudian pengalokasian dananya yaitu hingga 100% dalam instrumen pasar uang contohnya deposito, SBI maupun Obligasi.

Keunggulan yang dimiliki yaitu dapat memberikan hasil stabil yang cocok untuk berinvestasi dalam waktu kurang dari 1 tahun dan juga tidak adanya biaya dalam penjualan maupun pembelian serta minim akan resiko yang cocok untuk investor pemula.

  1.       Reksadana saham

Jenis reksadana yang dimana melakukan investasi sebesar 80% aktivanya kedalam bentuk ekuitas. Jumlah 80% tersebut berasal dari dana seorang investor yang nantinya diinvestasikan ke dalam suatu saham serta sisanya akan ditempatkan dalam obligasi. Reksadana jenis ini cocok digunakan para investor yang hendak berinvestasi jangka panjang yaitu 5 sampai 10 tahun dimana berfokus pada investasi saham yang memiliki resiko tinggi namun juga memiliki keuntungan tinggi

  1.       Reksadana pendapatan tetap

Reksadana ini merupakan jenis yang mengelola sebanyak 80% aktiva kedalam efek yang bersifat utang dimana berbentuk surat utang atau obligasi. Obligasi tersebut diterbitkan dari perusahaan atau pemerintah, dan juga dapat berbentuk investasi lainnya seperti surat berharga dan merupakan investasi dengan jangka menengah hingga jangka panjang. Jenis reksadana ini biasanya memerlukan waktu investasi mulai dari 1 hingga 3 tahun agar dapat menghasilkan return.

 

Related Post