Pernah Salah Transfer Uang? Begini Cara Mengurusnya ke Bank

Di zaman yang modern seperti sekarang, semua hal bisa dilakukan dengan mudah dengan bantuan internet. Dari berkomunikasi jarak jauh, mencari hiburan, membeli sesuatu hingga transfer

Lara Nifa

[addtoany]

salah transfer

Di zaman yang modern seperti sekarang, semua hal bisa dilakukan dengan mudah dengan bantuan internet. Dari berkomunikasi jarak jauh, mencari hiburan, membeli sesuatu hingga transfer dana bisa dilakukan dengan mudah secara online dengan bantuan internet. Tapi dari semua kemudahan itu, banyak juga menyimpan resiko-resiko yang harus kita waspadai terutama ketika berhubungan dengan keuangan.

Transaksi keuangan di era modern ini kini semakin dimudahkan. Dengan adanya internet banking, mobile banking serta keberadaan atm serta kartu kredit sangat memudahkan kita sebagai pengguna untuk bertransaksi. Mulai dari membeli sesuatu, belanja dalam jumlah besar hingga transfer dana bisa kita lakukan dengan cepat menggunakan semua layanan yang diberikan oleh pihak bank untuk nasabahnya.

Walaupun menawarkan segudang kemudahan, kita tetap harus waspada dengan resiko dan juga kerugian yang mungkin ditimbulkan dari semua layanan yang ada. Mulai dari perilaku konsumtif yang bisa membahayakan kondisi finansial hingga kejadian salah transfer sangat mungkin terjadi yang bisa menimbulkan kerugian materi. 

Salah transfer bisa saja terjadi apabila kita tidak berhati-hati dalam melakukan proses transfer. Entah itu menggunakan atm ataupun layanan internet banking dan mobile banking, hal tersebut bisa saja terjadi apabila kita tidak berhati-hati dan teliti dalam memasukkan informasi sebelum melakukan proses transfer.

Kesalahan memasukkan angka nomor rekening akan membuat dana yang kita transfer salah masuk ke rekening orang lain yang bukan seharusnya kita tuju. Apabila hal itu terjadi, bisakah dana yang kita salah transferkan bisa kembali ke rekening kita?

Jawabannya adalah BISA, tapi kita harus mematuhi prosedur yang sudah ditetapkan dan juga harus menyadari bahwa itu adalah keteledoran dari kita sendiri.  Lalu bagaimana cara untuk mengurus salah transfer tersebut ke pihak bank?   

Cara mengurus salah transfer

  • Jangan panik

Ketika kita melakukan salah transfer hal pertama yang harus kita lakukan adalah jangan panic. Kendalikan diri agar tidak melakukan kecerobohan lain yang malah bisa menimbulkan kerugian yang lebih besar. Hal terpenting adalah untuk menyimpan semua bukti transaksi sebagai bukti laporan kesalahan transaksi. 

  • Hubungi bank

Hal berikutnya yang harus kita lakukan adalah menghubungi pihak bank untuk membuat laporan pembatalan transaksi. Kita bisa langsung menghubungi call center ataupun bisa mendatangi gerai bank terdekat untuk membuat laporan pembatalan transaksi. Ceritakan semua kronologi yang ada ketika terjadi kesalahan transfer. Siapkanlah data diri dan juga bukti transaksi agar bisa diverifikasi oleh pihak bank untuk laporan pembatalan transaksi.  

  • Lapor polisi

Hal ini bisa menjadi opsi untuk memperkuat laporan pembatalan transaksi yang kita lakukan kepada pihak bank. Kita bisa datang ke kantor polisi dan menceritakan semua kronologis dengan jelas untuk kemudian dibuatkan surat keterangan dari pihak kepolisian sebagai lampiran dari laporan pembatalan transaksi kepada pihak bank. 

  • Menunggu proses verifikasi

Setelah melakukan laporan ke pihak bank dan juga kepolisian, kita bisa menunggu verifikasi dari pihak bank tentang laporan kesalahan transfer yang telah terjadi. Setelah diverifikasi oleh pihak bank, kita akan di mediasi oleh pihak bank dengan pihak penerima salah transfer tersebut agar bisa dikembalikan. Disini pihak bank hanya sebagai perantara agar proses pengembalian dana yang sudah terlanjur salah transfer tersebut bisa dikembalikan tanpa harus menimbulkan masalah yang lebih besar. Biasanya si penerima akan mengembalikan dana salah transfer tersebut. Tetapi apabila si penerima transfer mempersulit bahkan tidak mau mengembalikan dana yang telah masuk ke rekeningnya, si penerima uang transfer ini bisa `terkena denda atau malah berurusan dengan hukum. Disini kita harus bersikap bijak serta menyadari bahwa kitalah yang melakukan kesalahan dan jangan terbawa emosi ketika dilakukan mediasi agar proses pengembalian dana bisa berlangsung dengan baik dan tidak berlarut-larut.

  • Proses pengembalian uang

Setelah proses mediasi berjalan baik dan si penerima dana kesasar bersedia mengembalikan uang yang salah transfer, pihak bank akan segera bergerak untuk mendebet kembali uang yang salah transfer tersebut untuk dikembalikan ke rekening milik kita. Biasanya proses ini membutuhkan waktu 1×24 jam dan dana bisa langsung kembali ke rekening. 

  • Lebih teliti dan berhati-hati

Jadikan kejadian tersebut sebagai pembelajaran untuk kita agar bisa lebih berhati-hati dan teliti dalam melakukan transfer uang. Kejadian salah transfer ini tidak hanya merugikan kita yang bisa saja kehilangan sejumlah uang yang kita transferkan, tapi juga jadi harus membuat orang lain menjadi repot karena ada uang kesasar yang masuk ke rekeningnya.

Belum lagi dana yang akan kita transfer untuk membiayai kebutuhan yang cukup penting dan juga urgensinya besar. Hal itu malah membuat kita semakin dipusingkan karena harus membackup jumlah dana tersebut.

Pastikanlah untuk lebih teliti dan juga berhati-hati dalam melakukan transfer terlebih lagi bila besarnya angka yang akan kita transferkan cukup besar. Salah satu angka saja dalam menulis nomor rekening beresiko kehilangan dana yang cukup besar. 

Itulah prosedur yang harus kita lakukan agar dana yang kita salah transferkan bisa kembali ke rekening kita. Berhati-hatilah dalam setiap transaksi agar resiko-resiko buruk bisa dihindari.

Related Post