Home Karir Perjalanan Karir Shaquille O’Neal yang Patut Dicontoh

Perjalanan Karir Shaquille O’Neal yang Patut Dicontoh

by Lara Nifa

Kamu penyuka basket pasti kenal dengan salah satu sosok NBA  satu ini,  Shaquille O’Neal adalah salah satu mantan pemain basket NBA yang berposisi sebagai center. 

Dengan tinggi lebih dari 2 meter, dan berat 150 kg, Shaq terkenal di NBA dengan ukuran fisik tubuhnya yang besar bak raksasa. Shaquille O’Neal adalah salah satu pemain basket yang sangat mendominasi dunia basket NBA di era 2000an.

Kehidupan Pribadi

Shaquille O’Neal lahir pada 6 Maret 1972 di New Jersey. Ayah Shaq adalah seorang pecandu narkoba, akibatnya Shaq tidak terlalu dipedulikan oleh ayahnya, Shaq akhirnya dirawat dan dibesarkan oleh Philip A. Harrison, seorang sersan di Angkatan darat. 

Minatnya pada basket sejak masih kecil membuat ia bergabung dengan tim bola basket sekolahannya. Bahkan saat SMA, Ia mampu memimpin tim sekolahnya untuk memenangkan kejuaraan basket negara bagian.

Karier

Sejak bergabung di NBA pada umur 20 tahun, karier dan bakat Shaq  membuatnya menjadi salah satu pemain basket yang paling mengesankan di sejarah NBA. 

Selama berkarir, Shaq berhasil meraih 4 gelar NBA, yaitu: 3 kali saat bermain bersama Los Angeles Lakers (2000, 2001, dan 2002) dan 1 kali saat bersama Miami Heat (2006).

Prestasi Shaq mulai meredup memasuki musim 2007-08, Shaq Mulai menunjukkan kelambatan dalam bermain dan semakin berkurangnya akurasi tembakannya. Ini  terbukti dengan menurunnya prestasi Miami Heat pada musim tersebut tanpa mampu menyabet satu gelarpun.

Shaq akhirnya pindah ke Phoenix Suns setelah dua klub bersepakat menukar Shaq dengan Shawn Marion dan Markus Banks. Steve Kerr, pelatih Phoenix Suns saat itu berharap kehadiran Shaq sebagai center dapat menutupi kelemahan Suns, yaitu rebound.

Shaquille O’Neal memiliki kelemahan yang paling utama, yaitu lemparan bebas atau free throw. Oleh karena itu, beberapa tim lawan menggunakan strategi bertahan yang yang diambil dari namanya “Hack-a-Shaq”. Strategi bertahan ini berusaha agar Shaq membuat banyak tembakan bebas dan mengurangi Shaq melakukan tembakan dua angka.

Buruknya tembakan bebas Shaq, membuat dia menjadi pemain kedua dalam sejarah NBA dengan tembakan bebas terburuk setelah Wilt Chamberlain. Pada satu pertandingan, Shaq pernah gagal dalam melakukan semua tembakan bebas yang didapatnya. Total 11 free throw yang dia dapatkan dan semuanya gagal.

Pensiun

Lepas dari dunia basket, tidak membuat karir Shaq menjadi meredup, Di luar basket, ternyata Shaq juga sukses merintis usaha di dunia bisnis. Shaq saat ini menjadi investor atau penanam modal di berbagai perusahaan media, teknologi, makanan dan menjadi pemilik saham minoritas tim basket Sacramento Kings.

Selain menjalani karier sebagai pengusaha, Shaq juga masih aktif  menjadi analis dan komentator untuk liga NBA dengan nilai kontrak mencapai 5 juta dolar As per tahunnya. Menurut survei kekayaan atlet yang dilakukan sebuah majalah olahraga.

Shaq diperkirakan memiliki total kekayaan sekitar $400 juta. Sumber kekayaan Shaq sebagian berasal dari bola basket dan kesepakatan kerjasama sponsor untuk produk seperti Icy Hot dari Aventis, Taco Bell, Pepsi, dan Burger King. Shaq juga menyukai kendaraan mewah, koleksi kendaraan mewahnya seperti Ferrari f355 Spider, Roll Royce Phantom, Buick Lacrosse, Ford Bronco II, Chevrolet G2001 1500 dll.

Berikut beberapa pencapaian Shaq dalam bidang Olahraga dan Entertainment.

Album musik

  • Shaq Diesel (1993)
  • Shaq-Fu: Da Return (1994)
  • The Best of Shaquille O’Neal (1996)
  • You Can’t Stop the Reign (1996)
  • Respect (1998)
  • Shaquille O’Neal Presents His Superfriends, Vol. 1 (2001)
  • Shoot Pass Slam! (2006)

Film layar lebar

  • Blue Chips (1994)
  • Kazaam (1996)
  • Good Burger (1997)
  • Steel (1997) 
  • He Got Game (1998)
  • A Great Day in Hip Hop (1998)
  • The Wash (2001)
  • Freddy Got Fingered (2001)
  • After the Sunset (2004)
  • Scary Movie 4 (2006)
  • The House Bunny (2008)
  • Jack & Jill (2011)

Prestasi di bidang basket

  • Menjadi NBA All-Rookie First Team (1993)
  • Mengikuti NBA All-Star (1993–1998, 2000–2007, 2009)
  • Menjadi NBA Rookie of the Year (1993)
  • Menjadi FIBA World Championship MVP (1994)
  • Meraih medali emas dalam World Championship (1994)
  • All-NBA Third Team (1994, 1996–1997, 2009)
  • Tergabung dalam All-NBA Second Team (1995, 1999)
  • Dua kali juara scoring NBA (1995, 2000)
  • Meraih medali emas dalam Olympic Games (1996)
  • CableACE Awards Children’s Special (1996)
  • All-NBA First Team (1998, 2000–2006)
  • Menjadi NBA Most Valuable Player (2000)
  • Empat kali juara NBA (2000-2002, 2006)
  • Tiga kali NBA Finals MVP (2000–2002)
  • All-Defensive Second Team (2000–2001, 2003)
  • NBA All-Star Game MVP (2000, 2004, 2009)
  • ESPY Awards Best NBA Player (2001-2002)
  • Nickelodeon Kids Awards Favorite Male Athlete (2007, 2011)
  • BET Award Male Athlete of the Year (2005)

Related Posts