Home Featured Penulis Buku Asal Indonesia yang Karyanya Dihormati Dunia

Penulis Buku Asal Indonesia yang Karyanya Dihormati Dunia

by Lara Nifa

Indonesia memiliki berbagai prestasi yang membanggangakan, tidak hanya di dalam negara sendiri tetapi juga di kancah internasional. Salah satu prestasi tersebut berasal dari karya penulis–penulis hebat. Penulis Indonesia memiliki kemampuan yang luar biasa sehingga karya yang dihasilkan berhasil membawa nama mereka dikenal oleh dunia. Bahkan karya yang mereka hasilkan, banyak disukai serta diapresiasi negara lain. Sudah banyak buku–buku dari penulis Indonesia yang diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia. Sangat hebat bukan? Lalu siapa saja penulis–penulis tersebut? Berikut ini adalah daftar penulis Indonesia yang berhasil membawa karyanya sukses mendunia!

  • Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer adalah seorang penulis yang karya-karyanya sudah melebihi 50 buku serta berhasil diterjemahkan ke berbagai bahasa asing melebihi 41 bahasa. Penulis ini banyak dipuji oleh kalangan penulis, masyarakat Indonesia serta dunia. Namun, ada pula orang-orang yang tidak suka dengan Pram karena pandangan ideologinya berbeda dengan yang lain.

Salah satu karya Pramoedya yang sukses dikenal oleh masyarakat adalah Tetralogi Pulau Buru. Tetralogi Pulau Buru terdiri dari 4 seri yaitu Bumi Manusia (1880), Anak Semua Bangsa (1980), Jejak Langkah (1985), serta Rumah Kaca (1988). Keempat novel tersebut  berlatar belakang terbentuknya negara Indonesia pada abad ke-20 yang isinya menceritakan sejarah Nusantara di masa lalu. Novel-novel tersebut ia tulis pada saat menjalani masa tahanan selama 10 tahun di Pulau Buru. Kemudian masa pemerintahan Orde Baru, beberapa karya yang ditulisnya pernah dilarang oleh pihak  pemerintah. Tetapi pada akhirnya, ia berhasil mendapatkan banyak penghargaan dari negara lain yaitu Freedom to Write Award dari PEN American Center, AS, 1988, kemudian dari The Fund for Free Expression, New York, AS, 1989, serta penghargaan dari Wertheim Foundation, Leiden, Belanda, 1955 yaitu Wertheim Award, ‘for his meritorious services to the struggle for emancipation of Indonesian people’..

  • Andrea Hirata

Seorang penulis novel fenomenal karena karyanya yang berjudul ‘Laskar Pelangi’ sangat laris dipasaran hingga berhasil dijadikan sebuah film pada tahun 2008. Novel ini telah diterjemahkan ke dalam 34 bahasa asing dan sukses diterbitkan lebih dari 130 negara. Selain Laskar Pelangi, ada pula karya lainnya seperti Sang Pemimpi, Edensor dan juga Maryamah Karpov.

Andrea juga sukses meraih berbagai penghargaan di kancah internasional melalui karya-karyanya yang luar biasa. Penghargaan tersebut seperti Festival Buku New York 2013 kategori fiksi, memperoleh kehormatan Doctor of Letters dari University of Warwick pada tahun 2015, serta menjadi sastrawan pertama dari Indonesia yang berhasil meraih T Buch Award.

  • Taufiq Ismail

Taufiq Ismail merupakan seorang penyair dan juga sastrawan senior yang dikenal melalui puisi-puisinya yang fenomenal. Sajak-sajak yang tulisnya sudah banyak digunakan oleh grup musik yang berasal dari bandung yaitu Bimbo. Selain itu, beberapa karyanya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing yaitu bahasa Inggris serta Rusia. Berkat karya-karyanya yang luar biasa, ia sukses mendapatkan penghargaan seperti Anugerah Seni dari pihak pemerintah pada 1970, Cultural Visit Award dari pihak pemerintah Australia pada tahun 1977, serta South East Asia Write Award dari Kerajaan Thailand pada tahun 1994.

  • Ahmad Tohari

Jika kamu pernah menonton film yang berjudul Sang Penari, Ahmad Tohari adalah seorang penulis novelnya. Pada awalnya, karya tersebut memiliki judul Ronggeng Dukuh Paruk yang pada akhirnya diangkat ke layar lebar dengan judul Sang Penari. Selain Ronggeng Dukuh Paruk, terdapat pula karya-karyanya yang populer seperti Bekisar Merah, Kubah, serta Orang-orang Proyek. Beberapa karya dari Ahmad Tohari berhasil diterbitkan dan diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa yaitu bahasa Tionghoa, Jepang, Jerman serta Belanda. Kemudian di tahun 1995, Ahmad Tohari berhasil mendapatkan hadiah dari Sastra Asean yaitu SEA Write Award serta di tahun 2007, ia juga mendapat hadiah yaitu Sastra Rancage dari Yayasan Rancage, Bandung.

  • Eka Kurniawan

Seorang penulis asal Indonesia yang sukses dikenal oleh dunia berkat satu karya fenomenalnya yang berjudul ‘Cinta Itu Luka’ yang terbit pada tahun 2002. Bahkan novel tersebut dialih bahasakan oleh Ribeka Ota kedalam bahasa Jepang dengan judul Bi Wa Kizu serta Annie Tucker kedalam bahasa Inggris dengan judul Beauty Is A Wound. 

Berkat karya-karyanya, Eka terpilih menjadi salah satu Global Thinkers of 2015, serta menjadi penulis asal Indonesia pertama yang masuk nominasi Man Booker International Prize pada 2016.

  • Ayu Utami

Ayu Utami merupakan seorang penulis Indonesia yang menyuarakan hak perempuan atau feminisme sebab kepekaannya dengan kehidupan sosial. Ayu berhasil dikenal melalui salah satu novelnya yaitu ‘Saman’. Kemudian pada tahun 2000, novel ‘Saman’  berhasil mendapatkan sebuah penghargaan dari Belanda yaitu Prince Claus Award. Selain itu, novelnya juga sudah diterjemahkan kedalam 7 bahasa salah satunya Ethiopia. Ayu Utami juga menulis sebuah novel bertajuk ‘Bilangan Fu’ yang dikenal oleh masyarakat luas melalui terjemahannya yaitu bahasa Belanda. Novel tersebut juga mendapat penghargaan pada tahun 2008 yaitu Khatulistiwa Literary Award.

Related Posts