Home Perencanaan Pentingnya Memahami Perjanjian Asuransi Untuk Kebutuhan Kedepan

Pentingnya Memahami Perjanjian Asuransi Untuk Kebutuhan Kedepan

by Lara Nifa
Pentingnya Memahami Perjanjian Asuransi Untuk Kebutuhan Kedepan

Untuk Anda yang ingin memulai menggunakan asuransi, maka harus memahami perjanjian asuransi. Hal ini penting untuk saling mengikat dan dibawah perjanjian tertulis, sehingga apabila terjadi permasalahan kedepannya akan ada bentuk penyelesaian yang tepat. Dengan demikian penting sekali untuk Anda memperhatikannya. 

Perjanjian asuransi adalah kesepakatan yang ditulis secara menyeluruh antara pihak nasabah dan perusahaan asuransi. Mengenai isinya berbeda-beda, karena disesuaikan dengan jenis asuransi yang akan digunakan dan profil nasabahnya. Di Indonesia sendiri, perjanjian terkait diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Hukum Dagang. 

Mengenai Perjanjian Asuransi

Melalui artikel ini, kami akan mengajak Anda untuk memberikan penjelasan lengkap mengenai perjanjian asuransi. Menurut pasal 246 UU Hukum Dagang, Perjanjian Asuransi adalah suatu bentuk perjanjian yang mana pihak penanggung (pihak perusahaan) menanggung risiko yang mungkin terjadi pada pihak tertanggung (nasabah). 

Persetujuan tersebut harus ada perjanjian, sehingga pihak nasabah akan membayar premi setiap bulannya sesuai dengan jenis asuransi yang dipilih. Bentuk risiko yang ditanggung, diantaranya ada kerusakan, kehilangan, tidak mendapatkan keuntungan dari hal yang tidak diharapkan, dan suatu peristiwa yang tidak menentu. 

Melihat pengertian diatas, perjanjian asuransi termasuk dalam kontrak yang terdapat syarat, ada ikatan timbal balik, dan mengikat. Secara sederhana nya, pembuatan perjanjian asuransi sebagai bentuk kesepakatan yang memberikan pengaturan terhadap hak dan kewajiban antara pihak perusahaan asuransi dan nasabah yang menggunakannya. 

Syarat Sah Perjanjian Asuransi 

Berdasarkan dari Pasal 1320 KUHPerdata menjelaskan apabila surat perjanjian asuransi sah ketika meliputi beberapa proses, diantaranya :

1. Kedua Belah Pihak Saling Mengikat

Kesepakatan terjadi antara kedua belah pihak akan terjadi apabila didalamnya terdapat proses penerimaan dan penawaran antara satu sama lainnya. Berbeda dibandingkan dengan beberapa istilah lainnya, karena dalam asuransi penawaran diberikan dari pihak perusahaan asuransi dan penerimaan didapatkan oleh para nasabah yang menggunakan asuransi itu. 

Maksud penawaran disini adalah berisi tentang syarat-syarat yang ditentukan berdasarkan kebutuhan tertentu, sehingga melalui penawaran tersebut akan ada perjanjian setelah bentuk penawaran yang ada diterima. Oleh karena itu, pastikan Anda memahaminya secara menyeluruh agar tidak salah langkah. 

Makna dari penerima disini adalah penawaran yang diberikan oleh pihak asuransi diterima dengan beberapa persyaratan yang telah ditentukan. Pada proses asuransi sendiri, penerimaan ada ketika polis sudah diterbitkan. 

2. Cakap dan Kondisi Sadar 

Beberapa orang yang terlibat dalam kesepakatan tersebut adalah orang-orang yang mempunyai kompeten masing-masing, sehingga perikatan yang ada mempunyai competent parties. Dalam tahap ini, indikator yang ada harus usia dewasa, keadaan sadar atau waras, dan tidak ada unsur paksaan dalam kesepakatan yang ada. 

3. Berdasarkan Suatu Hal Tertentu 

Mengenai arti dan maksud dari prinsip tersebut menjelaskan apabila objek yang menjadi dasar terhadap lahirnya perjanjian harus seimbang. Sehingga pihak penanggung dan tertanggung memberikan jaminan yang tidak saling memberatkan. Karena disesuaikan dengan nilai asuransi yang ada dan dipilih tersebut. 

Dalam proses ini, premi menjadi dasar yang penting untuk surat perjanjian asuransi, karena bagian dari jaminan dan mempunyai ikatan hukum yang melindunginya. Objek dalam perjanjian asuransi tersebut adalah pertanggungan. Dengan demikian, pihak tertanggung memiliki hubungan atau tidak terkait perjanjian tersebut. 

4. Suatu Hal Halal 

Hal yang tidak kalah penting, karena dalam lahirnya perjanjian asuransi semua prosesnya harus halal dan terdaftar/legal. Apabila semuanya melibatkan beberapa perjanjian yang mencederai Undang-Undang dan melanggar kepentingan hukum, maka proses perjanjian tersebut tidak sah atau dibatalkan. 

Oleh karena itu, semuanya harus memperhatikan beberapa unsur yang ada dan harus melihat beberapa poin yang ada. Dengan demikian, tindakan yang terjadi tersebut tidak pincang dan memiliki dasar hukum yang kuat. 

5. Terdapat Legal Form 

Dalam tahap ini apabila semuanya dianggap memiliki legal form jika perjanjian asuransi yang ada tersebut mempunyai polis asuransi itu sama atau memiliki substansi yang sama dengan polis yang ada, karena disesuaikan dengan pihak berwenang. Apabila ada kejanggalan dan tidak sesuai, tentunya surat perjanjian tersebut tidak bisa menjadi pegangan atau tidak sah.

Apa Saja yang Membuat Perjanjian Asuransi Berakhir? 

Secara keseluruhan ada beberapa hal yang membuat perjanjian asuransi akan berakhir, hal ini dapat Anda lihat secara menyeluruh. Biasanya proses berakhir tersebut jangka waktu yang ada telah berakhir, asuransi telah gugur, terjadinya asuransi yang dibatalkan, terjadinya evenemen yang diikuti dengan klaim. 

Beberapa proses diatas dapat menjadi perjanjian asuransi akan berakhir, sehingga penting sekali untuk diperhatikan secara menyeluruh. Apabila semuanya telah memahaminya, sebenarnya perjanjian asuransi penting untuk Anda pahami terlebih dahulu. Dengan demikian memahami beberapa ketentuan yang ada. 

Nah, jika Anda hendak membuat asuransi, maka penting untuk memahami beberapa perjanjian asuransi yang dibuat. 

Related Posts