Home Perencanaan Penghasilan Berkurang Akibat COVID-19, Begini Cara Atur Keuangannya

Penghasilan Berkurang Akibat COVID-19, Begini Cara Atur Keuangannya

by Lara Nifa
Penghasilan Berkurang Akibat COVID-19, Begini Cara Atur Keuangannya

Orang-orang harus mengatur kembali keuntungan mereka agar bisa menyesuaikan situasi kondisi perekonomian di Indonesia yang sudah memasuki fase resesi.

BPS atau Badan Pusat Statistik mencatat perekonomian Indonesia di kuartal II/2020 minus 5,32% lalu diikuti kuartal III/2020 minus 3,49%. Dampak dari pertumbuhan perekonomian yang minus dua kali secara beruntun, itu sudah menyimpulkan bahwa indonesia sudah resmi menyandang masa resesi.

Emiralda Noviarti selaku Financial Trainer QM Financial mengatakan bahwa tengah fase resesi aktivitas perekonomian akan menurun dan berujung dengan penurunan omset sampai gaji.

Hal ini membuat peluang usaha serta lapangan kerja juga semakin sempit. Kondisi upah yang dipotong pun akan mempengaruhi aktivitas masyarakat dalam urusan belanja sehingga perputaran uang di masyarakat menjadi ikut turun.

Walau demikian, setiap orang harus dapat kuat secara ekonomi untuk dapat mencerminkan kekuatan dari seluruh masyarakat khusus Indonesia. Setidaknya, terdapat enam hal yang harus dilakukan untuk memperkuat kondisi ekonomi di tengah pandemi apalagi kondisi ekonomi masyarakat sudah masuk fase resesi. Berikut penjelasan selengkapnya.

1.    Siapkan Jaminan Kesehatan

Menyiapkan jaminan kesehatan di tengah wabah virus corona menjadi proteksi paling penting. Fasilitas seperti asuransi kesehatan pasti dapat menjadi solusi jika ingin berobat dengan gratis.Semua anggota keluarga perlu menyiapkan asuransi kesehatan jauh-jauh hari saat masih sehat. Pilihannya pun cukup bervariasi tergantung kemampuan dan kebutuhan setiap individu.

Satu keluarga dapat memanfaatkan fasilitas jaminan kesehatan negara yang sudah disiapkan sedemikian rupa oleh BPJS kesehatan. Kategori kelas layanannya pun dapat disesuaikan oleh kemampuan finansial. Setelah itu, asuransi dari swasta juga dapat menjadi pilihan Anda, yang penting di tengah wabah pandemi yang belum kunjung berakhir menyiapkan jaminan kesehatan adalah pilihan yang bijak.

2.    Menyiapkan Dana Darurat

Fungsi dana darurat yakni menjadi uang cadangan jika pengeluaran Anda lebih besar dari penghasilan utama. Dana darurat dapat dikumpulkan dengan metode menabung. Anda bisa menyisihkan dana setidaknya sebesar 10% dari total pendapatan yang Anda peroleh setiap bulannya.

Dana darurat ini juga bisa berperan sebagai pengaman jika sumber penghasilan utama Anda berkurang, entah itu disebabkan oleh pemutusan kerja atau langkah efisiensi perusahaan tempat Anda bekerja.

Bila sudah menyiapkan dana darurat maka Anda bisa menjalani hidup lebih tengah dan tidak was-was bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena kita belum berbicara faktor alam yang sewaktu-waktu bisa mempengaruhi keluarga Anda, entah itu mengalami bencana alam, atau kecelakaan lalu lintas bahkan salah satu anggota keluarga terkena penyakit yang membutuhkan biaya mahal.

3.    Menambah Penghasilan

Pada masa pandemi seperti saat ini upayakan untuk tidak menggantungkan hidup lewat satu sumber pendapatan saja. Melainkan ada sumber penghasilan kedua, ketiga dan banyak lagi yang bisa dijadikan proteksi bila mengalami penurunan dari sumber pendapatan utama Anda.

Apabila penghasilan utama didapat dari upah kantor, maka pendapatan tambahan bisa diperoleh dari bisnis atau bekerja paruh waktu. Pendapatan tambahan juga berguna untuk menambah simpanan dana darurat, atau membayar premi asuransi sampai berinvestasi.

4.    Proteksi Asuransi Jiwa

Wabah virus corona dapat mengancam nyawa manusia. Meski sudah melakukan proteksi yang ketat dan menjalankan protokol kesehatan, tetap saja kemungkinan terpapar bisa saja terjadi kapan saja.

Jika status Anda merupakan kepala keluarga, tentu sangat penting mempunyai asuransi jiwa. Apabila asuransi kesehatan dapat dimanfaatkan saat sakit, itu berarti asuransi jiwa dapat dicairkan oleh pihak ahli waris bila pemegang asuransi tersebut meninggal dunia sewaktu-waktu. Asuransi jiwa diperuntukan bagi mereka yang merupakan tulang punggung sebuah keluarga.

5.    Hindari Pengeluaran Tidak Tetap

Biasa pengeluaran tidak tetap di tengah wabah pandemi umumnya seputar pemanfaatan jasa online seperti mengirim makanan, atau buah tangan ke kerabat. Melakukan pencatatan keuangan atau laporan keuangan secara teratur sangat penting supaya dapat mengetahui jumlah dana yang dikeluarkan yang sifatnya tidak tetap. Setelah itu, barulah evaluasi pos finansial supaya bulan selanjutnya dapat lebih menekan pengeluaran yang tersier dan lebih memprioritaskan kebutuhan pokok terlebih dahulu.

6.     Pilihan Investasi Aman, Deposito, Tabungan Berjangka atau Emas

Rutin menabung dirasa tidak cukup untuk bisa melindungi kondisi keuangan keluarga sebab nilai mata uang selalu mengalami penurunan yang dikarenakan pengaruh dari inflasi. Maka, Anda harus menyiapkan instrumen investasi sebagai upaya mengamankan nilai mata uang rupiah di era sekarang dan juga masa depan.

Jenis investasi paling aman harus Anda pilih sebab bisa tahan dari krisis ekonomi yang melanda negara, pilihan investasi tersebut antara lain, deposito, tabungan berjangka dan emas. Tidak ada yang namanya terlambat untuk menyusun kembali sistem pengelolaan keuangan Anda. Saatnya belajar berhemat serta bijak dalam mengelola finansial dengan baik supaya kondisi keuangan keluarga bisa selalu stabil meski sedang menghadapi tantangan yang serius di tengah wabah pandemi virus corona.

Related Posts