Home Regulations Pengertian Pajak Hingga Jenis-jenis dan Fungsinya

Pengertian Pajak Hingga Jenis-jenis dan Fungsinya

by Lara Nifa
fungsi pajak

Sebelum berbicara tentang fungsi pajak sebaiknya pahami dahulu mengenai pengertian pajak. Dimana membayar pajak adalah salah satu kewajiban sebagai warga negara yang baik. Pajak adalah  satu dari banyak sumber pendapatan sebuah negara yang digunakan untuk membangun berbagai hal.

Dengan menyetor pajak tentu harapannya dana tersebut dapat digunakan untuk berbagai kepentingan masyarakat, tidak hanya untuk pejabat dan petinggi lainnya saja. Bahkan membayar pajak pun juga sudah diatur di dalam UUD 1945 Pasal 23 A. Nah, pada artikel kali ini akan dibahas mengenai fungsi serta jenis-jenis pajak yang perlu Anda ketahui.

Fungsi pajak

Dilihat secara umum, fungsi pajak terbagi menjadi 4 yaitu fungsi redistribusi, fungsi anggaran, fungsi mengatur, fungsi stabilitas dan fungsi pendapatan. Pembahasannya sebagai berikut:

  • Redistribusi Pendapatan

Dana pajak yang telah disetorkan ke negara nantinya akan dipakai untuk membayar seluruh kepentingan umum, khususnya untuk membiayai berbagai pembangunan sehingga bisa membukakan kesempatan kerja untuk masyarakat dan ujung-ujungnya mengacu pada mensejahterakan bangsa.

  • Fungsi Mengatur

Fungsi pajak satu ini mewakilkan kebijakan ekonomi sebuah negara. Contohnya seperti kebijakan untuk tarif PPh Final 0,5 persen. Lewat kebijakan tersebut pemerintah memiliki keinginan untuk mengurangi beban pajak untuk para pelaku UMKM dan menarik minat para pelaku UMKM agar mau masuk ke sistem perpajakan.

  • Fungsi Stabilitas

Hadirnya dana dari pajak, pihak pemerintah mempunyai uang untuk bisa merealisasikan kebijakan mereka yang berhubungan oleh stabilitas suatu harga dan membuat inflasi bisa dikendalikan dengan baik. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mengatur pergerakan uang di masyarakat luas.

  • Fungsi Anggaran

Pajak merupakan sumber pendapatan suatu negara, dimana pajak berperan untuk membiayai berbagai pengeluaran dan keperluan negara. Agar bisa menjalankan tugas rutin suatu negara serta merealisasikan pembangunan, tentunya negara memerlukan biaya, dan biaya tersebut didapat dari setoran pajak berupa belanja barang hingga pemeliharaan dan lain-lain.

Jenis-Jenis Pajak

pengertian pajak penghasilan

Terdapat berbagai jenis pajak dan menjadi sangat wajib untuk mereka yang wajib pajak. Bentuk pajak terbagi menjadi tiga jenis dan berdasarkan sifat, subjek, objek serta lokasi pemungutan pajak tersebut. Berikut ini merupakan jenis-jenis pajak yang dibagi berdasarkan kategori masing-masing jenis.

Pajak berdasarkan pemungutan:

Pajak langsung

Pajak langsung yang biasa dikenal dengan direct tax merupakan pajak yang mana beban ditanggung oleh mereka yang wajib pajak serta tidak dapat dialihkan ke orang lain. Hal tersebut dikarenakan kewajiban dan hak pajak melekat oleh mereka yang wajib pajak secara pribadi, oleh sebab itu pajak jenis ini tidak dapat dialihkan. Beberapa contoh jenis pajak langsung yakni pajak bumi dan bangunan, pajak penghasilan, serta pajak kendaraan.

Pajak tidak langsung

Pajak tersebut biasa dikenal dengan sebutan indirect tax dan merupakan pajak yang cuma diberikan ke wajib pajak apabila melakukan suatu perbuatan tertentu. Untuk pajak jenis ini tidak dipungut dengan cara berkala, pajak tersebut hanya dapat dipungut bila suatu peristiwa atau perbuatan terjadi. Seperti PPN atau Pajak Pertambahan Nilai yang disetor saat sedang berbelanja ke sebuah restoran atau supermarket. Selain itu juga ada pajak ekspor, pajak bea masuk dan pajak penjualan untuk barang mewah.

Pajak berdasarkan sifatnya :

Pajak Subjektif

Pajak jenis ini merupakan pajak yang dibebankan berdasarkan kondisi atau keadaan si wajib pajak. Dimana pajak tersebut bersifat personal, maka besar atau kecil jumlah pajaknya bergantung oleh kemampuan individu dari wajib pajak.

Pajak Objektif

Pajak objektif merupakan pajak yang memperhatikan kondisi dari objeknya dalam kebijakannya. Terdapat beberapa kategori yang masuk golongan pajak objektif yakni WNI yang memiliki alat-alat yang dibebankan pajak. Contohnya seperti pajak penjualan atas barang mewah, pajak impor, bea materai, bea masuk, pajak pertambahan nilai dan pajak kendaraan bermotor.

Pajak berdasarkan instansi

Pajak negara

Pajak negara merupakan pajak yang dibebankan oleh pemerintah. Pajak negara pun juga termasuk sebagai pajak pusat. Beberapa contoh mengenai pajak pusat yakni, pajak pertambahan nilai, pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, pajak penjualan atas barang mewah, pajak migas, bea masuk, bea materai, hingga bea cukai dan lain sebagainya.

Pajak daerah

Pajak daerah merupakan pajak yang dibebankan langsung pemerintah daerah. Dimana pajak daerah ini juga sering disebut sebagai pajak lokal. Pada prosesnya pajak lokal hanya dibatasi untuk masyarakat di daerah tersebut saja dan pemungutan akan dilakukan oleh pihak Pemda tingkat satu dan dua.

Beberapa contoh dari jenis pajak daerah yakni pajak hotel dan restoran, pajak kendaraan bermotor, pajak reklame, pajak radio, pajak hiburan, pajak penerangan jalan, serta balik nama untuk kendaraan bermotor. Itulah jenis pajak daerah yang ada di negara Indonesia serta fungsi pajak yang telah dijelaskan dan tercantum di undang-undang

Related Posts