Home Belanja Pengertian Inflasi dan Contohnya

Pengertian Inflasi dan Contohnya

by Lara Nifa

Kata inflasi mungkin sering Anda dengar dan temui, namun terkadang kebanyakan masyarakat masih belum terlalu memahaminya secara menyeluruh. Akhir-akhir ini pun kosa kata inflasi pun mulai banyak dibahas, terutama oleh media massa. Sehingga terkadang membuat banyak orang masih bingung untuk memahaminya secara menyeluruh. 

Pada dasarnya, inflasi merupakan bentuk kenaikan terkait permintaan dan beban produksi yang semakin tinggi. Apabila keadaan tersebut berlangsung terus-menerus, maka menjadi perhatian masyarakat mengenai kendala yang terjadi. Nah, untuk lebih lengkap mengenai inflasi dan contohnya, simak yuk penjelasannya dibawah ini. 

Apa Itu Inflasi? 

Inflasi adalah kondisi yang membuat beberapa barang atau jasa mengalami kenaikan harga yang berkala dan umum. Menurut Boediono menjelaskan, inflasi merupakan terjadi kecenderungan yang melihat bahwa harga barang atau jasa yang meningkat secara terus menerus dan umum. 

Hal ini terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menyebabkan harga yang menjadi tinggi, biasanya terjadi oleh kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi, likuiditas pada pasar yang sangat berlebih, dan terjadi hambatan dalam distribusi. Keadaan ini akan menjadi inflasi, apabila tanda-tanda kenaikannya terus berlangsung dan berpengaruh pada lainnya. 

Untuk mengukur inflasi sendiri ada beberapa metode yang digunakan, paling umumnya dilakukan adalah menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau menggunakan metode Deflator PDB. mekanisme tersebut dapat membantu untuk melihat dan memahami keadaan pasar, sehingga inflasi masih dalam tahap aman atau tidak. 

Contoh Inflasi di Indonesia 

Sebenarnya Indonesia sendiri pernah mengalami kasus hiperinflasi yang mengakibatkan perekonomian bangsa menjadi tersendat. Hal inilah membuat beberapa kebijakan berganti dan banyak sistem yang perlahan diatur untuk memulihkan keadaan tersebut. Tepatnya tahun 1963-1965, nusantara pernah mengalami inflasi yang sangat tinggi. 

Pada era demokrasi terpimpin saat itu, Indonesia harus menghadapi nilai inflasi yang sangat tinggi dan mencapai 600 persen. Keadaan tersebut sangat berpengaruh dan merusak keadaan yang ada, sehingga perekonomian kala itu sangat hancur. 

Faktor Memicu Inflasi 

Perlu dipahami bahwa inflasi itu tidak muncul dengan sendirinya, pasti ada beberapa faktor yang menyebabkannya muncul. Nah, apa saja faktornya? Simak yuk

1. Permintaan Meningkat 

Biasanya titik awal terjadinya inflasi dengan adanya permintaan yang semakin tinggi dari masyarakat, baik itu barang atau jasa. Adanya permintaan memang membuat ekonomi berjalan dan memberikan dampak yang signifikan untuk kemajuan bisnis. Namun, sisi lainnya tindakan tersebut bisa membuat inflasi secara tidak sadar akan muncul. 

Ada beberapa barang yang akan meningkat, mulai dari belanja pemerintahan, adanya peningkatan pada kebutuhan ekspor, dan permintaan dari kalangan swasta. Semuanya akan mengakibatkan inflasi dan mempengaruhi harga pasar. Dengan demikian, pemerintah biasanya mengatur angka inflasi yang aman agar perekonomian tetap aman dan lancar. 

2. Terjadinya Kenaikan Biaya Produksi 

Faktor berikutnya yang mengakibatkan inflasi muncul adalah adanya kenaikan pada beberapa biaya yang terjadi dalam produksi. Hal ini dipengaruhi oleh kenaikan dari bahan bakar, lonjakan harga bahan baku, atau terjadinya kenaikan dari para pekerja. Tindakan tersebut membuat biaya pada produksi akan meningkat dan mengalami kenaikan. 

Apabila tidak ada tindakan yang tepat, maka prosesnya perlahan akan mengalami inflasi dan berpengaruh pada keadaan ekonomi. 

3. Uang Beredar Terlalu Banyak 

Penyebab yang paling sering terjadi adalah penyebaran mata uang yang terlalu tinggi di masyarakat dibandingkan dengan kebutuhannya. Apabila kondisi keuangan yang semakin banyak beredar, otomatis beberapa harga barang atau jasa akan mengalami kenaikan, bahkan mencapai 100 persen kenaikannya. 

Cara Mengatasi Inflasi 

1. Menaikan Produktivitas

Langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk menekan angka inflasi yang terlalu tinggi bisa dilakukan dengan proses menaikan produktivitas terkait barang atau jasa. Terutama dalam kebutuhan pokok yang ada dalam negeri. Bagian ini menjadi sangat penting untuk mengatur dan mengelola semuanya agar perekonomian lancar dan hidup. 

2. Industri Mikro Dinaikkan 

Tindakan selanjutnya yang bisa dipilih oleh pemerintah bisa dengan melakukan suntikan dana untuk  industries mikro dalam mempercepat produktivitasnya. Dengan demikian, proses pasar akan berjalan dan perekonomian perlahan normal, sehingga butuh tindakan tepat agar tidak mengalami permasalahan.

3. Menghindari Budaya Konsumtif 

Budaya konsumtif termasuk tindakan pemborosan yang mengakibatkan permintaan barang atau jasa semakin tinggi atau berlebihan. Tindakan tersebut tentu tidak baik untuk keadaan pasar, sehingga harus benar-benar bisa diperhatikan secara menyeluruh. Jangan sampai Anda salah dalam melakukannya. 

Untuk menekan tindakan tersebut, pemerintah harus terus memberikan pencerahan dan dampak yang akan terjadi. Paling tepat harus mendorong kualitas pendidikan, sehingga masyarakat akan lebih sadar terkait beberapa tindakannya tersebut.

 

Demikianlah penjelasan mengenai inflasi, tentu keadaan ini jangan sampai terjadi. Karena akan sangat merusak stabilitas suatu negara. Masyarakat dan pemerintah mempunyai kapasitasnya masing-masing dan terus bersinergi agar keadaan yang buruk tidak akan terjadi. 

Related Posts