Home Karir Pengertian Honorer, Gaji, Serta Perbedaannya dengan PNS

Pengertian Honorer, Gaji, Serta Perbedaannya dengan PNS

by Lara Nifa
Pengertian Honorer, Gaji, Serta Perbedaannya dengan PNS

Honorer merupakan istilah yang begitu erat hubungannya guru dan pegawai pemerintah. Istilah tersebut bila di dalam ruang lingkup pemerintah mengacu pada status pegawai non-PNS.

Tapi akhir-akhir ini pegawai honorer menjadi perhatian kembali usai muncul wacana dari pemerintah yang mana akan mengalihkan upaya pengangkatan guru lewat perekrutan PPPK atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Seperti peraturan yang tertuang dalam pasal 1 ayat 4 Undang-Undang No.5 Tahun 2012. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang telah memenuhi persyaratan tertentu dan diangkat sesuai perjanjian dalam jangka waktu tertentu pada rangka melakukan tugas pemerintah.

Nah, karena pembahasan kali ini mengulas tentang pengertian honorer, gajinya sampai perbedaannya terhadap PNS. Maka dari itu, simak terus artikel kali ini sampai habis supaya tidak ketinggalan informasi yang bermanfaat bagi Anda.

Pengertian Honorer

Pekerja honorer merupaya orang yang diangkat atau dipilih oleh pejabat kepegawaian atau dari pejabat lainnya dalam pemerintahan agar bisa melaksanakan tugas atau pekerjaan tertentu di instansi pemerintah. Dana yang digunakan untuk menggaji honorer diambil dari APBD atau APBN.

Honorer adalah pegawai non-PPPK dan non-PNS. Sehingga status dari PPPK sendiri tergolong sama oleh status pegawai honorer. Jika Anda bertanya dimana perbedaannya? Pastinya dari cara perekrutannya sudah bisa dilihat perbedaan tersebut. Untuk instansi tingkat pemerintahan daerah, seorang pegawai honorer dapat direkrut tanpa perlu adanya izin dari pemerintah pusat. Sementara PPPK perekrutannya lewat mekanisme yang terstruktur berdasarkan regulasi. Kemudian apa perbedaannya oleh PNS? Berikut penjelasan selanjutnya.

Pengertian PNS

Pegawai Negeri Sipil atau PNS adalah seorang pegawai negeri yang diangkat oleh pihak pejabat berwenang serta diberikan tugas di dalam jabatan negeri serta digaji sesuai aturan perundang-undangan yang telah ditetapkan pemerintah.

PNS merupakan salah satu dari beberapa jenis ASN atau Aparatur Sipil Negara selain P3K dan PPPK. Perekrutan CPNS dilakukan serentak seluruh wilayah di Indonesia secara nasional yang berbeda dengan cara perekrutan PPPK ataupun pegawai honorer.

Dalam upaya perekrutannya pun seorang calon PNS harus melewati sejumlah tes yang tergolong sengit, sebab setiap perekrutan dan lowongan dari setiap instansi tertentu hanya memberikan peluang untuk beberapa orang saja bahkan ada sebuah instansi di setiap adanya penyelenggaraan CPNS mereka hanya memerlukan satu anggota pegawai baru sedangkan yang mengikuti tes bisa ribuan bahkan jutaan orang.

Gaji Pegawai Honorer

Dalam ruang lingkup pemerintahan, pegawai honorer memiliki perjanjian kerja serta bekerja berdasarkan Surat Keputusan yang diterbitkan oleh Pejabat Tata Usaha Negara.

Nah, untuk besaran gaji pegawai honor sama seperti gaji para pekerja swasta sebab bukan termasuk ASN. Pastinya ketentuan ini tidaklah sembarang sebab dasarnya telah diatur sedemikian rupa dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Tahun 2003 yang sekarang ini sudah tercantum di dalam Undang-Undang Cipta Kerja.

Meski demikian, masih saja ada upah guru honorer yang gajinya antara 500 ribu sampai 1 juta saja dalam satu bulan kerja. Bahkan ada pula beberapa wilayah di Indonesia yang kekurangan dana, membuat upah guru honor hanya senilai 300 ribu saja dalam satu bulan.

Mereka yang memiliki wewenang untuk menentukan upah tenaga honorer merupakan instansi atau pejabat pembina pemerintah yang sudah merekrut karyawan tersebut sesuai alokasi anggaran pada Satuan Kerja. Maka, dapat dikatakan belum ada aturan pasti yang mengatur nilai gaji atau besaran upah tenaga honorer di Indonesia yang bekerja di bawah instansi pemerintah.

Tunjangan Pegawai Tidak Tetap

Telah dijelaskan semuanya diatas, besaran upah mereka sejauh ini belum ada aturan khusus. Jadi aturan yang ada masih ditentukan sendiri oleh pihak instansi atau pihak pejabat pembina selaku perekrut. Upah diberikan sesuai dari alokasi anggaran sudah ditentukan di bawah naungan satuan kerja.

Menjadi salah satu perbedaan antara pegawai kontrak alias PPPK dan pegawai honorer ada pada tunjangannya. Tidak sama dengan honorer. PPPK memperoleh hak yang serupa dengan yang diperoleh PNS.

Tidak hanya gaji, PPPK juga dapat menerima pendapatan lain dalam bentuk tunjangan, honor sampai perjalanan dinas yang semuanya telah diatur dalam standar biaya masukan. Seluruh kucuran dana tersebut telah diatur oleh Kemenkeu (Kementerian Keuangan).

Sementara untuk PNS berhak menerima fasilitas, tunjangan dana pensiun, cuti, perlindungan, pengembangan hingga jaminan di hari tua.

Untuk perekrutan pegawai honorer tidak diatur di dalam Undang-Undang Aparatur SIpil Negara, jadi sering sekali tidak lewat proses yang lebih akuntabel, dan bahkan untuk instansi dari pemerintah daerah sekalipun, memungkinkan tenaga honorer dapat direkrut tanpa adanya izin dari pemerintah pusat.

Tidak hanya itu, upaya perekrutannya juga dapat dilakukan dengan cara masif atau kecil-kecilan. Hal ini didasari oleh banyaknya kantor atau instansi pemerintahan yang memerlukan tambahan pegawai agar dapat meningkatkan tugas terkait pelayanan publik.

Related Posts