Home Investasi Pengertian Dividen Saham, Begini Cara Hitung Pembagiannya

Pengertian Dividen Saham, Begini Cara Hitung Pembagiannya

by Greg Pascal
dividen saham

Saham menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk menabung uang tanpa harus khawatir nilai tukarnya berkurang. Apabila anda tertarik terjun ke dunia saham, maka penting mengenal dividen saham untuk dipelajari lebih lanjut.

Apa itu Dividen Saham?

Pengertian dividen adalah pembagian hasil keuntungan dari perusahaan atau badan usaha yang diberikan atas persetujuan dari pemegang saham dan RUPS (Rapat Umum Pemilik Saham).

Dividen tersebut dapat berupa uang tunai dalam jumlah tertentu untuk setiap lembar saham, atau bisa juga berupa saham sehingga nantinya saham yang dimiliki menjadi bertambah sesuai pembagian.

Dividen saham merupakan cara investasi yang kini banyak diminati karena aman dan menguntungkan, dengan menabung saham maka nilai uang tidak akan berkurang akibat imbas inflasi yang meningkat setiap tahunnya.

Bentuk Dividen

Terdapat jenis dividen saham yang diberikan kepada investor atau pemilik saham yang dibedakan berdasarkan kemampuan dan posisi perusahaan, diantaranya sebagai berikut:

1. Dividen Tunai

Dividen jenis ini yang paling umum dilakukan oleh perusahaan di Indonesia, pemberian dividen berupa uang tunai yang kemudian di transfer ke rekening masing-masing investor atau pemilik saham.

Alasan dividen tunai diterapkan karena memang dalam pembagiannya lebih simple dan banyak diminati oleh investor. Keuntungan bisa langsung digunakan untuk kebutuhan investor.

2. Dividen Saham

Jenis dividen yang diberikan oleh perusahaan kepada investor atau pemilik saham berupa penambahan saham, dengan demikian terjadi peningkatan nilai saham yang dimiliki investor seiring dengan bertambahnya keuntungan perusahaan.

Dengan bentuk pemberian dividen yang dilakukan dengan menambah nilai saham para investor dan tidak memakai arus kas, maka posisi likuiditas lebih cenderung tetap atau tidak berubah.

3. Dividen Likuidasi

Bentuk dividen likuiditas merupakan pembagian yang dilakukan menjelang perusahaan likuidasi selama masih punya aset yang bisa dibagikan kepada investor atau pemilik saham.

Pemegang saham akan menerima dividen yang berasal dari keuntungan yang diperoleh perusahaan, namun bisa membuat modal perusahaan berkurang, sehingga pembagian dividen jenis ini jarang dilakukan.

dividen saham

Baca Artikel Selanjutnya :

4. Dividen Skrip

Jenis dividen yang dibagikan dalam bentuk janji utang atau skrip, dengan metode ini nantinya perusahaan akan mencantumkan hak milik saham yang dibayarkan sesuai waktu jatuh temponya.

Dividen jenis ini bisa dikatakan sebagai bukti utang perusahaan untuk membayar dividen investor dalam waktu yang telah ditentukan sebelumnya bersama investor atau pemilik saham.

5. Dividen Properti

Jenis dividen ini berupa aset yang akan diberikan kepada investor ketika kas tunai perusahaan sudah berupa bentuk aset. Namun, perusahaan harus memastikan barang yang diberikan bisa dibagi.

Selain itu, pemberian bentuk dividen ini harus mempertimbangkan secara terukur agar tidak mengganggu kinerja atau produktivitas perusahaan. Dengan demikian, perusahaan bisa terus berkembang dan menambah nilai keuntungannya.

Cara Menghitung Dividen

Adapun cara hitung dividen saham yang perlu diketahui oleh pemula yang ingin berinvestasi saham agar bisa makin cuan, yaitu terdiri dari tiga elemen dasar berupa keuntungan bersih atau EPS, rasio pembayaran dividen atau DPR, serta jumlah saham beredar.

Dalam menentukan persentase DPR yang akan diberikan kepada pemilik saham, maka harus diketahui terlebih dahulu EPS. Sementara dalam penentuan nilai DPR dilakukan melalui RUPS (Rapat Umum Pemilik Saham).

Cara menghitung dividen saham cukup sederhana, jumlah yang nantinya akan diberikan kepada investor atau pemilik saham dihitung dengan rumus :

Dividen = EPS atau Laba Bersih x DPR (dalam bentuk persentase)

Dengan rumus diatas, maka bisa menentukan jumlah dividen per saham melalui rumus berikut :

Jumlah dividen per saham = total dividen : jumlah saham beredar

Kesimpulannya, ketika investor memiliki lembar saham yang semakin banyak, maka semakin banyak pula dividen yang diperoleh oleh investor atau pemilik saham. Tentunya makin cuan kan!

Prosedur Pembagian Dividen

Dalam pembagian dividen terdapat prosedur yang umumnya dilakukan setahun sekali, namun terkadang bisa dua kali dalam setahun tergantung kesepakatan perusahaan dan pemilik saham. Adapun waktu pembagian dividen mencakup hal-hal berikut ini.

  1. Declaration date, merupakan tanggal pengumuman resmi yang menyertakan informasi dan besaran dividen, termasuk kapan waktu dividen dibagikan.
  2. Date of Record, merupakan tanggal pencatatan berupa pendataan yang berhak menerima dividen, apabila pemilik saham tidak terdata maka tidak memperoleh dividen yang diberikan perusahaan.
  3. Payment Date, merupakan tanggal pembayaran yang sesuai dengan pengumuman sebelumnya, maka pemilik saham bisa mengambil dividen pada tanggal tersebut.
  4. Cum-dividend, merupakan hari terakhir perdagangan saham yang masuk dalam perhitungan untuk mendapatkan dividen, baik berupa dividen cash atau saham.
  5. Ex-dividend, merupakan dividen yang tidak melekat lagi pada saham yang masih diperjualbelikan, artinya investor bisa membeli saham setelah pengumuman tanggal pembagian dividen di periode berikutnya.

Itulah pengertian dividen saham beserta cara menghitungnya, termasuk prosedur pembagian saham berdasarkan waktu yang telah ditentukan. Apabila anda berminat investasi saham, maka perlu mempelajari hal-hal di atas untuk mendapatkan dividen.

Related Posts