Home Tips Pengertian dari KPR Syariah Serta Keunggulan dan Syarat Untuk Mengajukannya

Pengertian dari KPR Syariah Serta Keunggulan dan Syarat Untuk Mengajukannya

by Lara Nifa

KPR atau singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah adalah produk yang ditawarkan oleh perbankan untuk para nasabah yang ingin memiliki rumah tetap dengan cara mengkredit rumah tersebut dari pihak bank. Bank sebagai sarana penyedia rumah yang akan membantu membelikan rumah yang nasabah inginkan, lalu selanjutnya kamu bisa memiliki hak penuh rumah tersebut dengan cara mencicil pada bank sesuai jangka waktu yang sudah ditetapkan. Biasanya cicilan KPR memiliki bunga yang dapat disesuaikan dengan pendapatan nasabah. 

Untuk masyarakat yang belum mampu membeli rumah secara tunai, KPR adalah pilihan yang sangat tepat. Karena kamu dapat memiliki rumah yang nantinya akan menjadi hak penuh asalkan cicilan yang dibayarkan lancar. Nah yang harus kamu tahu, bahwa KPR memiliki 2 jenis. Pertama adalah jenis KPR konvensional yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Lalu, yang kedua adalah jenis KPR Syariah, seperti apa sih KPR Syariah? Apakah sama saja dengan KPR konvensional atau memiliki prinsip sesuai dengan syariat islam? Lalu seperti apa pengertian KPR Syariah? Dan seperti apa keunggulan hingga syarat untuk mengajukannya? Mari kita bahas disini. 

Pengertian KPR Syariah

KPR Syariah merupakan Kredit Pemilikan Rumah yang dalam prosesnya memiliki ketentuan dan syarat sesuai dengan aturan Islam. KPR Syariah ini juga merupakan produk aktif yang ditawarkan oleh berbagai bank atau lembaga jasa keuangan berbasis Syariah. Pembayaran tenor bisa dilakukan selama jangka pendek, menengah ataupun jangka panjang. KPR Syariah memiliki beberapa jenis akad, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Akad Murabahah

Jenis akad ini merupakan akad jual beli dimana pihak bank syariah akan membeli rumah yang diinginkan oleh nasabah secara penuh. Lalu nasabah akan membeli rumah tersebut pada pihak bank dengan cara mencicil. Jumlah cicilan yang dibayarkan dan berapa lama pembayaran tersebut dilakukan sesuai dengan kesepakatan antara nasabah dan pihak bank syariah. 

2. Akad Musyarakah

Jenis akad musyarakah ini memiliki pengertian berbeda, yaitu rumah dibeli oleh kedua pihak yaitu nasabah dan pihak bank syariah. Misalnya dengan ketentuan 60 persen oleh pihak bank dan 40 persen oleh nasabah. Lalu sisa kepemilikan rumah bisa diangsur oleh nasabah sesuai kesepakatan pembayaran dan jangka waktu tertentu. 

Meskipun ada jenis-jenis akad yang lainnya dalam proses KPR secara Syariah, tetapi pada umumnya kedua jenis akad ini banyak dipakai oleh para nasabah yang ingin mengajukan Kredit Pemilikan Rumah di bank atau unit usaha syariah di Indonesia. 

Keunggulan KPR Syariah

Meskipun sekilas pengertian KPR Syariah dengan KPR Konven sama, tetapi KPR Syariah memiliki keunggulan yang dapat menarik perhatian dan bisa kamu pertimbangkan untuk menggunakan sistem KPR Syariah inj. Adapun keunggulan KPR Syariah seperti berikut:

1. Uang Muka KPR Syariah Lebih Murah

Yang membedakan KPR Syariah dengan KPR Konvensional adalah uang muka yang ditawarkan oleh KPR Syariah lebih murah. Biasanya sekitar 10 sampai 15 persen jumlah yang harus dibayarkan diawal. Sedangkan uang muka pada KPR Konvensional  biasanya 10 persen lebih besar dari uang muka yang ditawarkan oleh KPR Syariah. 

2. Bunga Tidak Berubah-ubah, Sudah Ditetapkan Dari Awal

Karena bank syariah melakukan akad jual beli ini dengan menggunakan sistem akad seperti murabahah, maka cicilan yang ditetapkan dari awal itu tidak berubah-ubah. Bunga sudah bersatu dengan jumlah pembangunan yang harus dibayarkan. Sedangkan KPR Konvensional biasanya akan berubah beberapa persen sesuai dengan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. 

3. Tidak Ada Denda Jika Ada Keterlambatan Dalam Membayar

Keunggulan yang sangat membedakan KPR Syariah dan Konvensional adalah sanksi berupa denda yang harus dibayarkan nasabah jika terlambat membayar cicilan. Menariknya nasabah yang menggunakan sistem KPR Syariah tidak perlu membayarkan denda jika terlambat. Pembayaran akan dilakukan seperti biasa sesuai dengan kesepakatan awal. Kamu tinggal membayarkan uang keterlambatan sebelumnya saat bayar di kemudian hari. 

Syarat Untuk Mengajukan KPR Syariah

Nah bagi kamu yang tertarik untuk menggunakan sistem KPR Syariah untuk mulai mendapatkan rumah impian, kamu bisa siapkan beberapa persyaratan sebagai berikut:

  • WNI
  • Menyertakan KTP, KK, Surat Nikah, Fc Rekening dan Slip Gaji
  • Usia untuk mengajukan KPR Syariah minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun
  • Pembiayaan tidak melebihi maksimum
  • Cicilan tidak melebihi gaji bersih bulanan

Nah itu dia pengertian KPR Syariah, kamu bisa lebih dalam memahaminya langsung dengan menghubungi bank atau jasa keuangan syariah yang memiliki otoritas pengajuan rumah kredit. Keunggulan KPR Syariah ini tidak bisa kamu lewatkan begitu saja, loh. Syarat untuk mengajukannya juga sangat mudah, sehingga jika kamu tertarik dan sudah siap kamu bisa langsung mengajukan KPR Syariah. Semoga informasi dalam tulisan ini bermanfaat untuk kamu yang ingin mengajukan KPR dengan syariat Islam. 

 

Related Posts