Pengertian dan Contoh Modal Investasi

Saat memulai investasi, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan. Salah satunya adalah modal yang menjadi faktor utama. Modal investasi merupakan dana atau uang yang dikeluarkan

Lara Nifa

[addtoany]

Saat memulai investasi, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan. Salah satunya adalah modal yang menjadi faktor utama. Modal investasi merupakan dana atau uang yang dikeluarkan untuk menghasilkan keuntungan bersifat jangka panjang. Ada banyak alasan kenapa orang mau melakukannya, seperti menjauhi kemungkinan terjadinya inflasi, mempersiapkan kebutuhan masa depan, lebih siap pensiun muda, merdeka secara finansial, belajar mengambil keputusan dan bertanggung jawab, serta membuat penghasilan bertambah.

Namun perlu diketahui bahwa setiap investasi yang dilakukan memiliki risiko kerugian. Investasi itu tidak sama dengan menabung. Sekalipun keduanya bisa membantu memenuhi masa depan finansial yang lebih baik, tujuannya sangat berbeda. Investasi adalah proses mengembangkan uang yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan yang lebih, makanya berisiko. Waktu yang dibutuhkan pun cukup lama, namun hasilnya menjanjikan.

Nah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan investor sebelum berinvestasi terkait dengan modal yang digunakan. Silahkan ikuti pembahasan berikut ini.

Hindari Membeli Investasi Dari Sumber Dana Berikut

Mempunyai passive income memang bermanfaat terhadap kondisi keuangan setiap orang. Tak perlu lagi khawatir saat pekerjaan hilang, karena keperluan utama masih bisa terpenuhi dengan baik. Agar tak mengganggu kesehatan keuangan, Anda perlu menyiapkan dana khusus untuk investasi. Namun sebaiknya jangan gunakan sumber modal di bawah.

Tabungan

Mulai dari tabungan dana pendidikan, dana pensiun, maupun dana untuk membeli hal-hal lain dalam hidup yang sifatnya likuid alias bisa dicairkan kapan saja sebaiknya tidak digunakan. Apalagi kalau masih ada keperluan lain yang harus dipenuhi, jadi ini bukan keputusan yang bijak. Silahkan dipikirkan dengan matang dan jernih sebelum menggunakan dana tabungan Anda.

Dana Darurat

Hindari pula cara berinvestasi menggunakan dana darurat. Kita tidak pernah tahu kapan nasib buruk menimpa, bisa jadi hari ini, besok, atau beberapa waktu mendatang akan membutuh dana tersebut untuk membiayai perbaikan alat yang rusak, rumah sakit, atau biaya hidup ketika di PHK. Dana darurat memiliki fungsi penting sebagai penopang dalam pemenuhan kebutuhan. Lebih baik tidak dipakai untuk investasi, baik itu berisiko tinggi maupun rendah.

Biaya Hidup Sehari-hari

Mulai dari biaya makan, tagihan listrik dan air, transportasi, pulsa, dan mungkin sewa rumah atau kos yang sifatnya berulang kurang tepat rasanya bila dipakai untuk investasi. Utamakan kesehatan keuangan Anda terlebih dahulu, jangan sampai biaya kebutuhan semakin membengkak karena uang dialihkan ke hal lain. Apalagi kalau punya banyak tagihan, usahakan untuk melunasinya terlebih dahulu.

Hasil Hutang atau Pinjaman

Dana dari hasil ngutang juga tidak dianjurkan untuk investasi, terutama saat bermain di pasar modal yang tak bisa diprediksi hasilnya. Sementara setiap bulan Anda harus melunasi cicilan sampai lunas. Investor berpengalaman pun enggan menggunakan dana hutang, karena sama saja dengan menggali satu lobang untuk menutup lobang lain. Tak akan optimal hasilnya. Baik itu utang ke keluarga ataupun lembaga keuangan seperti perbankan sebaiknya dihindari.

Hasil Gadai Aset

Dana pinjaman lain yang tidak boleh digunakan adalah hasil hadai aset. Sebenarnya sih tidak dilarang, tapi disarankan uang tersebut dipakai saat benar-benar mendesak. Kalau sifat investasi kan tidak mendesak, kalau risiko rendah butuh waktu lama untuk kembali. Lebih baik simpan aset Anda.

Beberapa Contoh Modal Investasi yang Bisa Digunakan

Setiap orang punya tuntutan finansial yang berbeda-beda. Untuk itu, para investor khususnya pemula harus tahu cara memulai investasi yang benar sesuai dengan kemampuan. Anda bisa melakukan hal berikut:

  • Kalau ingin dapat untung tentu harus menyusun rencana dan tujuan jangka panjang terlebih dahulu.
  • Mengatur besaran dana yang ingin diinvestasikan, idealnya itu 20-40% dari pendapatan yang didapat. Namun pastikan bahwa kebutuhan pokok sudah terpenuhi.
  • Memilih produk investasi sesuai tujuan keuangan dan kesanggupan membayar.
  • Terkait dengan dana atau modal investasi Anda bisa mengambilnya dari:

Sumber Penghasilan Utama

Bagi Anda yang sudah mapan, mungkin tidak terlalu mengkhawatirkan kebutuhan hidup yang mendesak. Kalau semua kebutuhan telah terpenuhi, uang darurat aman, tabungan pun terisi, maka gunakan sisanya untuk berinvestasi. Daripada dibiarkan tersimpan di bank yang bunganya kecil, lebih baik membuatnya bertumbuh. Ini bisa memberikan passive income yang lebih menjanjikan dari pendapatan utama.

Aset yang Tak Terpakai

Sebelumnya Anda tidak disarankan untuk menggadai aset demi investasi, kecuali aset tersebut tak terpakai. Misal Anda punya aset lain yang lebih berharga dari aset tersebut, tak masalah kalau dijual untuk modal pendanaan investasi lebih menjanjikan. Aset terbagi menjadi aset berwujud dan tidak berwujud. Aset berwujud terdiri dari rumah, tanah, kas, uang, mesin, barang, alat kantor, dan benda-benda yang kasat mata. Sementara aset tak berwujud meliputi izin hak paten, hak cipta, kekayaan intelektual dan sebagainya. Silahkan dijual beberapa aset yang tak terpakai untuk menghasilkan keuntungan lebih banyak.

Itulah beberapa contoh modal investasi yang boleh digunakan dengan yang tidak. Semoga bermanfaat.

Related Post