Home Bisnis dan Usaha Pengertian Cloud Kitchen dan Bedanya Dengan Bisnis Kuliner Biasa

Pengertian Cloud Kitchen dan Bedanya Dengan Bisnis Kuliner Biasa

by Lara Nifa

Cloud kitchen merupakan konsep usaha kuliner yang sedang menjamur di tengah masa pandemi ini. Konsep tersebut bisa diartikan menjadi sarana dapur besar yang disewakan dan bisa diisi oleh berbagai merk dagang. 

Lewat cloud kitchen ini, orderan makanan bisa lebih praktis dan efisien sebab hanya melayani jasa delivery saja. Peluangnya juga sangat menarik sebab merupakan bisnis kuliner dengan modal kecil dan bisa memperoleh untung yang besar. 

Lalu, apa pengertian dari cloud kitchen sebenarnya? Mari simak ulasannya di bawah ini. 

Apa Itu Cloud Kitchen? 

Sederhananya, cloud kitchen adalah dapur virtual yang fokusnya pada layanan delivery saja. Yang berarti, mereka tidak menerima makan ditempat. Bahkan, tempat untuk duduk di dalam atau di luar ruangan saja tidak disediakan. 

Dapur virtual atau biasa disebut dengan ghost kitchen ini menyediakan dapur yang cukup besar dengan berbagai fasilitas lengkap dan dapat dipakai oleh pengguna nya. Pada restoran penyedia makan, adanya cloud kitchen ini bukan sekedar tren sebab pengiriman makanan yang sangat melonjak seiring dengan perkembangan Super App. 

Terlebih lagi di masa pandemi seperti sekarang, di mana masyarakat disarankan untuk berada di rumah saja. Tentunya hal tersebut mempengaruhi permintaan pengiriman makanan. Bila dilihat sekilas memang tidak ada perbedaan dengan restoran pada umumnya yang juga mempunyai layanan delivery. 

Selanjutnya, apa perbedaan dari cloud kitchen dengan bisnis kuliner biasa? 

Konsep Cloud Kitchen 

Apabila melihat ke bilang, sebenarnya konsep ini telah dilakukan di Indonesia di Indonesia seperti Pizza Hut Delivery (PHD) dan Domino’s Pizza. Keduanya hanya menyediakan pesanan take away atau delivery saja. 

Cloud kitchen pertama kali ada di India pada tahun 2003 silam. Pencetusnya adalah Rebel Food dan Sequoia yang memulai usaha pertama menjual kebab, Faasos. Banyaknya permintaan konsumen menjadikan konsep ini semakin banyak digunakan oleh pengusaha kuliner. 

Konsep ghost kitchen sama halnya dengan coworking space yang menawarkan ruang kerja di mana para pengguna memakainya secara bersama-samaan dengan pengguna lain dari perusahaan yang berbeda-beda. Begitu pula dengan cloud kitchen, sebuah dapur besar yang full fasilitas diisi dengan berbagai macam restoran. 

Biasanya penyedia ghost kitchen ini adalah mereka yang usahanya fokus ke layanan antar makanan. Contohnya yang ada di Indonesia yaitu GoFood dan GrabFood. Walaupun begitu, ada pulang pengusaha yang hanya membuat infrastruktur dapur dan berbagai pelengkapnya saja. Lalu, dapur virtual itu disewakan ke berbagai macam restoran. 

Sehingga sangat berbeda jauh dengan restoran yang menyediakan juga pesan antar. Jika restoran biasa, tidak hanya layanan antar saja tetapi juga menyediakan makan di tempat. Selain itu, dapur restoran pada umumnya hanya diisi dengan satu merek saja. Sedangkan di dapur virtual ini mengubah dapur yang besar untuk berbagai macam merek restoran. 

Dan lagi untuk membuka tempat makan atau restoran memerlukan dana yang tidak sedikit. Seperti biaya operasional, biaya sewa tempat dan lainnya. Dengan adanya cloud kitchen, pengusaha yang ingin membuka bisnis kuliner dapat menekan biaya tersebut. 

Peluang Usaha Cloud Kitchen 

Di Indonesia sendiri Cloud Kitchen mulai terdengar di beberapa tahun belakangan ini. Banyak faktor menjadi pencetus adanya ghost kitchen di Indonesia. Seperti trend delivery makanan yang semakin meningkat seiring dengan perkembangan aplikasi super. Masa pandemi ini pula ikut andil meningkatkan pengiriman makanan. 

Banyak pusat perbelanjaan dan restoran yang terpaksa tutup pada masa pandemi seperti sekarang. Oleh sebab itu, banyak pengusaha yang mencari cara supaya tetap dapat menjalankan roda usahanya. 

Berbagai faktor tersebut yang pada akhirnya memunculkan sistem bisnis food and beverage baru yakni cloud kitchen. Konsep bisnis yang fokusnya hanya pada pick up dan delivery makanan saja. Tentu saja usaha ini sangat cocok untuk masyarakat perkotaan yang tidak mempunyai waktu untuk datang ke restoran. 

Melihat kemajuan dari teknologi sekarang ini yang mempermudah seluruh masyarakat untuk berbelanja online, dapat dikatakan bisnis cloud kitchen memiliki peluang usaha yang luas dan bisa mendatangkan banyak pundi-pundi rupiah. Terlebih lagi untuk pengusaha pemula yang ingin terjun ke bisnis kuliner dengan modal yang sedikit. 

Dengan menerapkan konsep cloud kitchen, usaha kuliner bukan lagi hanya mimpi semata saja. Sehingga bisa Anda wujudkan saat ini juga dengan modal yang minim dan bisa mendapatkan keuntungan yang banyak. 

Nah, itu dia ulasan tentang cloud kitchen dan bedanya dengan bisnis kuliner biasa. Semoga ulasan di atas bisa membuka pengetahuan lebih untuk Anda mengenai bisnis baru yang satu ini. Jika berminat membuka bisnis cloud kitchen ini, tidak perlu ragu, saat ini juga Anda bisa memulainya. Selamat mencoba! 

Related Posts