Home Bisnis dan Usaha Mengenal Pengertian BUMD dan BUMN: Apa saja Perbedaannya

Mengenal Pengertian BUMD dan BUMN: Apa saja Perbedaannya

by Lara Nifa

Anda pastinya pernah mendengar BUMN dan BUMD di mana kedua badan usaha ini mempunyai peranan penting dalam hal keberlangsungan masyarakat di negara ini. Baik BUMD atau BUMN mempunyai kategori berbeda dan disesuaikan dengan tugasnya. Untuk itu agar bisa lebih memahami tentang kedua badan usaha tersebut dari mulai pengertiannya hingga tujuan didirikan.

BUMN serta BUMD tentunya memiliki peranan penting untuk berlangsung dan berjalannya kegiatan perekonomian di Indonesia baik pada pemerintahan pusat ataupun daerah. Tidak hanya bergerak pada satu bidang, tetapi BUMN juga BUMD mempunyai begitu banyak lembaga di berbagai bidang usaha dari transportasi sampai sektor pangan.

Lalu sebenarnya apa perbedaan antara dua lembaga besar ini berikut adalah penjelasannya:

Pengertian dari BUMD dan BUMN

Menurut UU No. 19/ 2003, BUMN merupakan sebuah badan usaha di mana sebagian besar dari modalnya adalah milik negara dan melalui penyertaan langsung yang asal kekayaannya adalah milik negara dan telah dipisahkan atau bisa juga diartikan jika BUMN adalah badan usaha baik seluruh atau sebagian kepemilikannya merupakan milik negara BUMN sendiri didirikan dengan tujuan guna menyediakan jasa atau barang untuk masyarakat Indonesia.

Jika BUMN adalah milik negara maka BUMD didirikan, dimiliki, diawasi serta dikelola oleh Pemda atau pemerintah daerah. Di mana pada perjalanannya BUMD diatur oleh Perda. Tujuan didirikannya BUMD adalah untuk dapat mendorong dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian nasional yang ada di daerah, jadi peranan BUMD sendiri tidak dapat diremehkan.

Tujuan didirikannya BUMD dan BUMN

Tujuan utama didirikannya BUMN, yaitu guna mewujudkan kesejahteraan di masyarakat serta untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakat Indonesia. Jadi, BUMN merupakan badan usaha yang bertanggung jawab secara langsung kepada pemerintah terkait segala hal tentang masyarakat yang mana semuanya di awasi oleh kementerian BUMN.

Sementara jika menurut UU No. 19/ 2003 mengenai BUMN, telah dijelaskan pada pasal 2 bila BUMN mempunyai maksud serta tujuan sebagai berikut:

  • Berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional untuk umumnya serta khususnya pada penerimaan negara.
  • Mencari keuntungan.
  • Menyelenggarakan pelayanan publik berupa penyediaan barang atau jasa dengan mutu tinggi serta memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  • Merintis dunia usaha non swasta dan kegiatan non koperasi dapat secara aktif memberikan pembinaan dan dukungan kepada pengusaha dari kelompok ekonomi rentan, koperasi dan masyarakat.
  • BUMN merupakan salah satu dari pelaku kegiatan ekonomi di perekonomian nasional yang berdasarkan dengan demokrasi ekonomi dan berperan penting pada penyelenggaraan ekonomi nasional untuk mencapai kesejahteraan bersama sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945.

Kemudian untuk BUMD tujuan didirikannya adalah guna mengedepankan pemenuhan kebutuhan masyarakat di setiap sektor yang belum tersentuh atau diminati oleh pihak lain. Berikut di bawah ini merupakan tujuan dari pendirian BUMD, yaitu :

  • Memiliki peranan sebagai sumber penerimaan atau pendapatan daerah serta negara.
  • ‌Memiliki peranan untuk mengembangkan serta meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah.
  • ‌Memiliki peranan untuk memberikan keuntungan secara finansial bagi tiap-tiap daerah.
  • ‌Memberikan berbagai manfaat yang disediakan melalui jasa atau produk dengan kualitas tinggi serta pastinya dibutuhkan oleh semua kalangan masyarakat yang ada di daerah tersebut.
  • ‌Memiliki peranan dalam hal pembangunan daerah yang bertujuan agar daerah tersebut mampu memberikan pelayanan dengan baik kepada semua lapisan masyarakat.
  • ‌Guna memberikan bimbingan juga membantu masyarakat serta penguasa dan lembaga koperasi yang dianggap memiliki ekonomi lemah.

Fungsi dari BUMD dan BUMN

Setelah tadi Anda mengetahui tentang pengertian dan tujuan didirikannya BUMN serta BUMD, selanjutnya adalah fungsi dari kedua badan usaha tersebut, tentu fungsi keduanya juga berbeda. Berikut adalah perbedaannya :

Fungsi BUMN

  • Berfungsi untuk menyediakan barang ekonomis serta jasa yang belum disediakan oleh pihak swasta.
  • BUMN adalah alat pemerintah guna menata kebijakan ekonomi di Indonesia.
  • Sebagai pengelola cabang-cabang yang memproduksi SDA bagi masyarakat.
  • Berperan untuk menyediakan layanan untuk. kebutuhan masyarakat luas.
  • Sebagai pencipta barang serta jasa guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
  • Sebagai pelopor pada sektor-sektor bisnis yang masih belum terlali diminati oleh swasta.
  • Sebagai pencipta lapangan pekerjaan.
  • Sebagai penghasil utama devisa negara.
  • Membantu dalam pengembangan sektor usaha kecil, contohnya koperasi.
  • Membantu segala aktivitas masyarakat di setiap sektor usaha yang dijalankan.  

Fungsi BUMD

  • Melaksanakan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah pada bidang perekonomian dan pembangunan.
  • Mengumpulkan dana atau modal untuk pembiayaan pembangunan di daerah.
  • Mendorong dan ikut berperan serta dengan masyarakat dalam setiap sektor usaha.
  • Memenuhi segala kebutuhan masyarakat akan barang serta jasa.

Contoh badan usaha milik BUMN dan BUMD

BUMD dan BUMN tentunya memiliki badan usaha yang berbeda. BUMN sendiri terbagi menjadi dua badan usaha, yaitu Persero dan Perum. Begitu juga BUMD yang terdiri dari 2 badan usaha, yaitu Perumda serta Perseroda. Berikut dibawah ini adala contoh dari masing-masing badan usaha :

Contoh BUMN :

Untuk Perseoran, yaitu Pertamina, Garuda Indonesia, Kimia Farma, PT KAi dan masih banyak lainnya. Lalu yang berupa Perum, yakni Perum Peruri, Bulog, Jasa Tirta, DAMRI dan lainnya.

Contoh BUMD :

Untuk Perumda, Sarana Jaya dari Pemprov DKI dan Tirta Khatulistiwa di Kalimantan Barat milik Pemprov setempat. Lalu, contoh untuk Perseroda adalah PT MRT yang dimiliki DKI Jakarta dan PT Jamkrida di Papua.

Related Posts