Home Administrasi Mengenal Kegunaan, Syarat, Cara Membuat, Dan Aturan dari SIM B

Mengenal Kegunaan, Syarat, Cara Membuat, Dan Aturan dari SIM B

by Greg Pascal
sim b

SIM merupakan surat penting yang harus dibawa kemanapun anda bepergian menggunakan kendaraan bermotor. Terutama bagi mereka yang membawa kendaraan besar yang harus mengantongi SIM B. Bukan hanya untuk menghindari dari razia polisi. Peranan SIM jauh lebih penting daripada itu.

Kegunaan dari SIM ini sendiri berfungsi sebagai kartu identitas, bukti telah mencapai tingkat kompetensi mengemudi, sebagai registrasi pengemudi, dan membantu penyelidikan jika ada hal yang tidak diinginkan. Untuk itu, akan jauh lebih bijak jika anda memperoleh ijin tersebut dengan cara yang benar dan resmi.

SIM jenis B ini sendiri masih dibagi kembali berdasarkan penggunaannya menjadi SIM B1 dan SIM B2. Dengan begitu syarat dalam memilikinya juga harus berbeda. Berikut penggunaan dan syarat serta cara membuat dari kedua jenis SIM tersebut.

Penggunaan Dan Syarat Pembuatan SIM B

1. SIM B I

SIM ini digunakan bagi pengemudi kendaraan barang dan penumpang dengan berat kendaraan lebih dari 3.500 kg. Syarat usia minimal dalam membuatnya adalah 20 tahun dan telah memiliki SIM A minimal 1 tahun. Untuk syarat administratif dan kesehatan yang diterapkan sama dengan pembuatan SIM jenis lainnya dimana harus membawa KTP, formulir permohonan, rumus sidik jari, surat keterangan dokter, dan tes psikologis.

Tentu ada ujian yang harus dilewati untuk mengemudikan kendaraan besar ini. Peserta tes diharuskan mengikuti ujian teori, praktik, dan ketrampilan melalui simulator.

2. SIM B II

SIM ini sangat jarang dimiliki dibandingkan dengan lainnya. Penggunaannya sendiri biasanya digunakan untuk kendaraan alat berat, kendaraan penarik, dan kendaraan besar lain yang biasanya terdapat pada proyek besar dan pertambangan. Batas minimal usia pembuat adalah 21 tahun dengan ketentuan harus memiliki SIM B I selama 1 tahun. Untuk syarat administratif, kesehatan, dan ujian yang diberlakukan sama dengan pembuatan SIM lainnya.

Tahapan Cara Membuat SIM B

  1. Peserta menyerahkan syarat administratif berupa KTP, SIM yang dipersyaratkan, dan surat keterangan lulus tes psikologi
  2. Mengikuti uji simulator untuk mendapatkan surat keterangan lulus uji simulator
  3. Melakukan pembayaran PNBP SIM melalui bank BRIsebesar RP 120.000
  4. Menyerahkan bukti pembayaran
  5. Mengisi form permohonan pembuatan SIM
  6. Cek data pengajuan SIM, jika sudah benar maka akan dilegalisir
  7. Melakukan pendaftaran dan verifikasi berkas ke petugas terkait
  8. Melakukan tes teori selama 30 menit
  9. Jika lulus, lanjut ujian praktik 1 selama 30 menit dan ujian praktik 2 selama 30 menit. Jika anda tidak lulus dalam melaksanakan tes harus melakukan tes ulang dengan ketentuan tenggang maksimal 7 hari untuk praktik 1 dan 14 hari untuk ujian praktek 2.
  10. Setelah dinyatakan lulus semua tes maka SIM akan di proses cetak dan diserahkan ke pengaju permohonan pembuatan SIM.

Cukup panjang bukan tahapan yang harus dilewati dalam membuat SIM B ini? Jika semuanya lancar anda membutuhkan waktu sekitar 3 jam hanya untuk melakukan berbagai tes yang ada. Untuk itu sangat disarankan berangkat lebih awal agar cepat dilayani oleh para petugas.

sim b

Baca Artikel Selanjutnya :

Ketentuan Hukum Pembuatan SIM

  1. Pembuatan SIM berdasarkan jenis kendaraan yang dikemudikan ini sendiri diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 77 ayat 1
  2. Pada pasal 281 Undang-Undang No 22 Tahun 2009 dituliskan jika ada pengemudi tidak memiliki SIM yang dengan pasal 77 ayat 1 sesuai dipidana kurungan maksimal 4 bulan atau denda Rp 1.000.000,-
  3. Pidana lalu lintas bisa mendapatkan hukuman pencabutan SIM atau ganti kerugian, sesuai yang terdapat pada pasal 314
  4. Jika mengemudi melanggar Undang-undang nomor 106 pasal 5 huruf b dipidana kurungan 1 bulan dan/atau denda Rp 250.000,- sesuai yang terdapat pada pasal 288 ayat 2
  5. SIM diklasifikasikan menjadi 2, SIM perseorangan (pasal 82) dan SIM umum (pasal 80)

SIM Nembak

Cara ini dianggap sebagai cara alternatif bagi sebagian orang. Bahkan cara ini dianggap memberikan celah besar untuk berbuat yang tidak benar, mulai menjadi celah tindak korupsi. Belum lagi jika yang mengajukan SIM belum memiliki pengalaman sama sekali dalam mengendarai kendaraan besar ini, tentu akan membahayakan pengguna jalan lain.

Lebih dari itu cara tidak sehat ini mampu merusak mental. Mental petugas untuk memperlakukan pengaju SIM dengan tidak adil dan mental korupsi. Sedangkan bagi pembuat SIM ini sendiri membuatnya menjadi seseorang yang pemalas. Perlu kesadaran berbagai pihak yang terkait. Meski saat ini sistem yang ada sudah diperketat, jika tanpa peningkatan kesadaran semua itu akan percumah. Karena mereka akan selalu mencoba untuk mencari celah.

Aturan dibuat tentu untuk kebermanfaatan bersama. Begitu juga yang terjadi pada aturan untuk membuat SIM B. Dibuat untuk melihat kemampuan untuk mengendalikan kendaraan besar, dengan begitu diharapkan tingkat kecelakaan dapat ditekan. Untuk itu, ikuti dengan benar setiap langkah pembuatannya secara resmi. Dan akan lebih baik jika anda mengetahui aturan yang berkaitan dengan pembuatan sim, sanksi, dan berbagai aturan terkait di dalamnya.

Related Posts