Home Administrasi Mengenal Jenis SIM yang Berlaku di Indonesia, Ini Kegunaannya!

Mengenal Jenis SIM yang Berlaku di Indonesia, Ini Kegunaannya!

by Greg Pascal
jenis SIM

Ada berbagai jenis SIM yang berlaku di Indonesia beserta fungsi dan kegunaannya, tentunya harus diketahui oleh anda yang ingin mendapatkan tanda bukti kelayakan mengemudikan kendaraan ataupun yang ingin membuat SIM pertama kalinya.

SIM atau Surat Izin Mengemudi adalah sebagai tanda bukti identitas pengendara yang telah memahami peraturan berlalu lintas, terampil mengendarai kendaraan bermotor, serta sebagai syarat dalam memenuhi administrasi berkendara.

SIM sejatinya harus dimiliki dan dibawa oleh setiap pengendara saat berkendara di jalan umum, siapapun bisa memperoleh SIM apabila sudah menginjak usia 17 tahun, dan terpenting memiliki kemampuan dalam mengemudikan kendaraan. Hal ini bisa dibuktikan pada saat ujian praktek pembuatan SIM.

Sebelum anda mengajukan permohonan pembuatan SIM, mari mengenal jenis-jenis SIM yang berlaku di Indonesia yang akan dijelaskan dalam uraian dibawah ini.

Jenis-jenis SIM

SIM yang berlaku di Indonesia terbagi dalam dua kategori, yaitu SIM Perseorangan dan SIM Umum. Untuk SIM Perseorangan diperuntukan untuk kendaraan pribadi, sementara SIM Umum digunakan untuk kendaraan umum atau kendaraan penumpang.

1. SIM Perseorangan

SIM Perseorangan diperuntukan untuk pengemudi yang memiliki kendaraan pribadi. Adapun jenis-jenis SIM Perorangan dikelompokan sebagai berikut:

  1. SIM A, diperuntukan untuk pengendara yang mengemudikan mobil pribadi atau barang perseorangan. Pemilik SIM A hanya diperbolehkan mengendarai kendaraan dengan jumlah beban tidak melebihi kapasitas 3.500 kilogram.
  2. SIM B1, diperbolehkan mengendarai mobil yang beratnya lebih dari 3.500 kilogram. Pemilik SIM B khususnya B1 ini hanya diizinkan mengendarai mobil pribadi maupun penumpang yang sifatnya perseorangan, seperti bus pribadi maupun truk pribadi.
  3. SIM C, apabila anda pengendara roda dua atau motor, maka diwajibkan memiliki SIM C yang harus selalu dibawa saat berkendara, dengan kriteria kendaraan kapasitas silinder tidak boleh lebih dari 250 cc. Sementara kapasitas silinder 250 cc hingga 500 cc jenisnya SIM C1, serta SIM C2 untuk kapasitas silinder diatas 500 CC.
  4. SIM D, diperuntukan bagi pengendara motor berkebutuhan khusus seperti difabel atau penyandang disabilitas. Sementara pengendara mobil harus memiliki SIM D1 yang wajib dibawa saat berkendara tentunya.

2. SIM Umum

Untuk mengajukan pembuatan SIM Umum maka harus mengetahui kriteria kendaraan yang dikendarai, adapun jenisnya dikelompokkan sebagai berikut:

  1. SIM A Umum, diperuntukan bagi pengendara yang mengendarai kendaraan penumpang dan barang umum seperti angkutan umum. Kriteria berat kendaraan tidak boleh lebih dari 3.500 kilogram.
  2. SIM B1 Umum, jenis ini khusus diperuntukan bagi pengendara yang mengemudikan kendaraan penumpang umum dan barang umum yang beratnya lebih dari 3.500 kilogram. Contohnya bus penumpang antar kota, bus pariwisata dan bus penumpang lainnya.
  3. SIM B2 Umum, diperuntukan bagi pengendara yang memiliki kendaraan dengan gandengan yang beratnya lebih dari 1.000 kilogram. Contohnya truk gandeng atau kendaraan penarik gandengan lainnya.

jenis SIM

Baca Artikel Selanjutnya :

Syarat Pembuatan SIM

Agar bisa memiliki SIM sebagai lisensi dalam berkendara, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemohon. Adapun persyaratannya sebagai berikut:

1. Memenuhi Usia Tertentu

Pemohon telah berusia minimal 17 tahun untuk SIM A, C dan D. Sedangkan untuk SIM A Umum dan B1 minimal usia 20 tahun, SIM B2 minimal usia 21 tahun, SIM B1 Umum minimal usia 22 tahun, dan SIM B2 Umum minimal usia 23 tahun.

2. Melengkapi Syarat Administrasi

Menyiapkan syarat administrasi berupa surat keterangan sehat dari dokter, membuat rumusan sidik jari, mengisi formulir dari kepolisian, dan wajib mengikuti test.

3. Mengikuti Test

Calon pemilik SIM harus mengikuti ujian tes tertulis atau tes teori terlebih dahulu, kemudian harus mengikuti ujian praktek. Apabila berhasil, maka bisa mendapatkan SIM yang diajukan sesuai jenis kendaraannya.

Kegunaan SIM

Lalu apa pentingnya memiliki SIM? Seperti dijelaskan di awal, bahwa Surat Izin Mengemudi atau lebih dikenal dengan SIM ini memiliki fungsi sebagai tanda bukti layak atau tidaknya seseorang terampil dalam mengemudikan kendaraan dan paham terhadap aturan lalu lintas.

Maka dari itu, dalam pembuatan SIM terdapat ujian yang harus dilaksanakan oleh pemohon, berupa ujian teori dan praktek. Apabila lulus ujian tersebut, maka bisa mendapatkan SIM sebagai lisensi berkendara di jalan raya.

Pentingnya memiliki SIM yang mana urgensinya demi menjaga keselamatan pengguna jalan, maka setiap pengendara diwajibkan memiliki SIM sesuai dengan kategori kendaraan yang dikemudikan. Meskipun, terkadang masih banyak yang berkendara di jalan umum tapi belum memiliki SIM.

Sebenarnya dalam pembuatan SIM itu tidak terlalu sulit, asal bisa memenuhi persyaratan dan mengikuti ujian. Maka bisa dengan mudah memiliki SIM sebagai identitas wajib bagi pengendara.

Demikian perihal jenis SIM yang harus diketahui dan kegunaanya yang cukup penting untuk pengendara, apabila anda belum memiliki SIM bisa segera mengajukan pembuatannya dengan memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh pihak terkait.

Related Posts