Home Administrasi Mengenal Jenis Pajak yang Berlaku di Indonesia beserta Ciri-Cirinya 

Mengenal Jenis Pajak yang Berlaku di Indonesia beserta Ciri-Cirinya 

by Greg Pascal
jenis pajak

Sebagai wajib pajak yang telah memenuhi persyaratan harus membayarkan pajak penghasilannya, namun tidak semua mengenal jenis pajak yang harus dilaporkan. Untuk itu, artikel ini akan menjelaskan terkait jenis dan ciri-ciri pajak. Yuk, simak sampai akhir!

Apa Itu Pajak?

Pajak adalah pungutan wajib dari orang pribadi atau badan untuk negara, yang mana uang pajak tersebut nantinya akan masuk kedalam pendapatan negara untuk membiayai belanja pemerintah atau daerah bertujuan mensejahterakan masyarakat.

Kemudian uang pajak yang disetorkan dari Wajib Pajak akan digunakan untuk kepentingan umum seperti pembangunan fasilitas umum, anggaran pendidikan dan kesehatan, serta kegiatan produktif lainnya. Dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat.

Jenis-Jenis Pajak

Terdapat beragam jenis-jenis pajak yang berlaku di Indonesia, namun tidak semua pajak diurus oleh instansi yang sama. Misalnya pajak kendaraan bermotor, pajak Bea Materai dan pajak penghasilan, dikelola oleh masing-masing instansi pemerintah.

Adapun jenis-jenis pajak yang dikelompokan berdasarkan instansi pemungut, sifat, objek pajak dan subjek pajak yang perlu diketahui.

1. Pajak Berdasarkan Instansi Pemungut

Pajak berdasarkan instansi pemungutnya dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu diantaranya sebagai berikut:

a. Pajak Daerah

Pajak daerah merupakan pungutan yang dilakukan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat yang ada daerah itu sendiri, baik oleh Pemda Tingkat I maupun Pemda Tingkat II, seperti pajak kendaran bermotor, pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak hotel, pajak restoran dan lain sebagainya.

b. Pajak Negara

Pajak negara adalah pungutan yang dilakukan oleh pemerintah pusat melalui instansi pemerintahan terkait seperti DJP. Contoh pajaknya berupa Pajak Perkebunan, Perhutanan dan Pertambagan, serta Pajak Penghasilan (PPh), PPnBM, pajak Bea Materai dan lain sebagainya.

jenis pajak

BAca Artikel Selanjutnya :

2. Pajak Berdasarkan Sifatnya

Pajak berdasarkan sifatnya dikelompokan menjadi dua jenis, yaitu diantaranya sebagai berikut:

a. Pajak Langsung (direct tax)

Pajak jenis ini biasanya ditanggung oleh Wajib Pajak secara langsung dan tidak boleh diwakilkan, pajak ini diberikan secara berkala berlandaskan surat ketetapan pajak yang dibuat. Contohnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pajak Penghasilan (PPh).

b. Pajak Tidak Langsung (indirect tax)

pajak tidak langsung dibebankan kepada wajib pajak apabila melakukan perbuatan tertentu, yang dipungut secara berkala ketika terjadi peristiwa saja. Contohnya pajak penjualan barang mewah atau PPnBM yang akan dikenakan pajak ketika Wajib Pajak menjual barang mewah saja.

3. Pajak Berdasarkan Objek dan Subjeknya

Adapun pajak berdasarkan objek pajak dan subjek pajaknya, yaitu diantaranya sebagai berikut:

a. Pajak Subjektif

Pajak Subjektif merupakan pajak yang berhubungan dengan pajak kekayaan dan pajak penghasilan, maka wajib pajak harus melaporkan pajak tersebut sesuai besaran yang telah ditentukan.

b. Pajak Objektif

Pajak objektif adalah pungutan pajak yang didasarkan pada objeknya seperti pajak kendaraan bermotor, pajak impor, pajak bea materai dan lain sebagainya.

Dari jenis-jenis pajak diatas yang membedakan adalah dari administrasinya. Pajak yang berhubungan dengan daerah, maka administrasinya dilakukan di kantor pajak daerah atau kantor dinas pendapatan daerah setempat.

Sementara pajak negara proses administrasinya dilakukan di pemerintahan pusat melalui kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP, kantor wilayah DJP dan kantor pusat DJP, serta Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Ciri-Ciri Pajak

Berdasarkan Undang-Undang KUP Nomor 38 Tahun 2007 Pasal 1 Ayat 1, disebutkan bahwa pajak merupakan kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang sifatnya memaksa berdasarkan Undang-Undang.

Bayar pajak tepat waktu bisa memberikan kontribusi dan manfaat yang besar bagi negara maupun daerah. Adapun ciri-ciri pajak berdasarkan pengertiannya yang harus diketahui oleh wajib pajak adalah sebagai berikut:

1. Kontribusi Wajib Warga Negara

Sebagai warga negara Indonesia memiliki kewajiban membayar pajak yang telah memenuhi persyaratan secara objektif maupun subjektif, berlaku bagi orang pribadi punya penghasilan melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

2. Pajak Bersifat Memaksa

Wajib pajak yang sudah memenuhi persyaratan pajak, maka diwajibkan membayar pajak sesuai jenisnya. Apabila wajib pajak tidak membayarkan pajaknya dengan sengaja, maka akan dikenakan sanksi administrasi maupun hukuman pidana.

3. Tidak Mendapat Imbalan

Wajib pajak tidak akan mendapat imbalan atas pelaporan pajaknya, apabila membayar jumlah pajak tertentu, maka tidak akan langsung bisa merasakan manfaat yang dibayarkan. Contohnya perbaikan jalan raya, biaya pendidikan, fasilitas kesehatan dan lain sebagainya.

Sebagai wajib pajak sudah sewajibnya membayar uang pajak sesuai jenisnya, sebab dana yang disetorkan akan memberikan banyak manfaat bagi kehidupan, maka bayarlah pajak tepat pada waktunya. Seperti istilah “Orang Bijak Taat Pajak”.

Dari beberapa jenis pajak yang biasanya harus dilaporkan seperti pajak penghasilan (PPh), pajak bumi dan bangunan (PBB), dan pajak lainnya. Dana pajak dari wajib pajak nantinya akan dikelola oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk kebutuhan masyarakat.

Related Posts