Home Administrasi Mengenal Apa Itu Cash Flow dan Cara Menjaganya 

Mengenal Apa Itu Cash Flow dan Cara Menjaganya 

by Lara Nifa

 

Salah satu istilah yang biasa digunakan dalam dunia bisnis adalah cash flow. Istilah ini berkaitan dengan uang pengeluaran dan pemasukan. Untuk kamu yang mulai berbisnis, istilah ini perlu dipahami agar lebih memperdalam ilmu bisnis

Laporan arus kas atau cash flow adalah laporan keuangan untuk mengetahui setiap pemasukan dan pengeluaran yang hasilnya dapat dilihat memberikan angka yang positif atau negatif. Bisnis adalah perkara uang. Seberapa baik bisnis yang dijalankan dapat dilihat dari cash flow-nya. Sebagai elemen utama, perputaran uang sangat penting dalam cash flow. Untuk yang masuk disebut sebagai cash inflow dan uang yang keluar dikenal dengan cash outflow.

Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, sumber pendapatan bisnis diperoleh dari gaji, keuntungan usaha, hasil investasi, uang rumah kontrakan, atau lainnya. Berbeda, cash outflow merupakan biaya yang digunakan oleh pemilik bisnis untuk pembiayaan listrik, gaji karyawan, kebutuhan bahan pokok, dan lainnya. 

Kas akan menunjukkan angka positif jika laporan menunjukkan pemasukan lebih besar dari pengeluaran. Sebaliknya jika pengeluaran lebih besar dibanding pemasukan maka akan menunjukkan arus kas yang negatif. Pebisnis tentu akan menghindari kas negatif ini yang memperburuk performa bisnis.

Pengaturan uang sangat diperlukan. Perkembangan bisnis yang baik adalah dengan merawat uangnya dengan baik juga. 

Dalam cash flow ada tiga jenis pemasukan, yaitu pemasukan aktif sebagai pemasukan utama yang secara rutin diterima, seperti gaji. Pemasukan investasi, seperti namanya pemasukan ini berdasarkan profil investasimu. Seperti reksadana, saham, dan hasil investasi lainnya. Ketiga adalah pemasukan pasif. penghasilan yang didapat pergerakan uang tanpa mengeluarkan energi untuk mendapatkannya. Pendapatan dalam kategori ini seperti sewa rumah.

Pengeluaran dalam hal cash flow juga memiliki jenisnya. Pengeluaran tetap, sama seperti pemasukan tetap yaitu pengeluaran yang harus dibayarkan dan berdampak pada bisnis jika tidak dibayarkan. Pengeluaran tidak terhindarkan untuk memenuhi kebutuhan pokok agar bertahan hidup. Bagaimana bisa kita menghindar dari makan dan kebutuhan lain. Lalu ada pengeluaran tambahan, pengeluaran yang dialokasikan untuk kebutuhan konsumtif. Terakhir ada tabungan, pengeluaran ini untuk disimpan. Termasuk menyimpan di bank, modal di investasi saham, atau lainnya. 

Cara Membuat Cash Flow

Kestabilan perusahaan dilihat dari bagaimana mampu mengelola keuangan dengan baik. Perusahaan yang kesulitan mengatur keuangannya dapat dipastikan juga tidak stabil dalam mengatur bisnis.  

 

Catatan Pengeluaran dan Pemasukan

Tidak sulit sebenarnya. Kamu hanya perlu menyiapkan lembar kerja, secara manual maupun digital, untuk mencatat pengeluaran apa saja dan digunakan untuk apa. Kamu harus mencatat setiap uang yang dikeluarkan untuk keperluan perusahaan. Nanti di akhir bulan kamu bisa mentotalkan berapa pengeluaran selama sebulan. Begitu juga untuk pemasukan. Semua jenis pemasukan yang diperoleh perusahaan atau bisnis harus dicatat. 

Kenaikan dan Penurunan Kas

Catatan pengeluaran dan pemasukan tadi harus dievaluasi untuk dihitung apakah bisnis yang dijalani menghasilkan grafik yang menanjak atau penurunan. Untuk menghitung, kamu bisa melihatnya di laporan arus kas dan neraca. 

Menghitung dan Melaporkan Kas Bersih

 

Kamu akan menghitung dan melaporkan kas bersih untuk beberapa aktivitas perusahaan.

Menghitung dan Melaporkan Kas Bersih untuk Operasional

Menjalankan bisnis tidak terlepas dari aktivitas yang memerlukan dana dari kas. Kamu harus memisahkan uang yang diperoleh untuk aktivitas operasional. Lalu kamu hitung jumlah kas bersih. Setelah itu masukkan dalam laporan keuangan. 

Menghitung dan Melaporkan Kas Bersih untuk Investasi

Sebelum membuat cash flow, kamu masih perlu menghitung dan melaporkan kas bersih untuk investasi. Tidak jauh berbeda dengan cara di atas. Kamu membuat hitungan dan laporan khusus kas bersih pada aktivitas investasi. Laporan ini berdasarkan aktiva yang dijual dan dibeli. 

Menghitung dan Melaporkan Kas Bersih untuk Pendanaan

Aktivitas lain yang perlu dilaporkan secara khusus dalam kas adalah aktivitas pendanaan. Alokasi dalam aktivitas ini akan melibatkan dana yang digunakan untuk pembiayaan wajib jangka panjang.

Menghitung Total Kas Bersih

Langkah terakhir ini yang akan menunjukkan hasil positif atau negatif untuk perusahaanmu. Untuk mendapatkan hasil itu kamu bisa menjumlahkan seluruh pengeluaran dan pemasukan kas bersih dari ketiga aktivitas di atas, yaitu operasional, investasi, dan pendanaan. Hasil yang diperoleh dihitung lagi dengan selisih saldo kas awal periode.

Bagaimana Menjaga Cash Flow agar tetap stabil

Kestabilan perusahaan harus terus dijaga dengan salah satunya mengatur cash flow. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menjaga cash flow dapat kamu lihat di bawah ini.

Berikan Tingkat Prioritas pada Pengeluaran

Pengeluaran yang tidak diukur dengan baik hanya akan membuat laporan pengeluaran membengkak. Beberapa pengeluaran masih bisa ditekan ke nominal yang rendah. Pengeluaran pada bagian apa yang harus diprioritaskan guna meningkatkan bisnis. Dari sini kamu memilah mana yang harus didahulukan, mana yang bisa dilakukan nanti.

Termasuk jika kamu ingin membeli inventaris untuk perusahaan, yang sebenarnya, tidak terlalu diprioritaskan atau berdampak baik bagi kemajuan bisnis. Pertimbangan dengan hasil yang tepat menjaga bisnis dari cash flow yang buruk.

Biaya Produksi dan Total Pengeluaran

Ketahuilah secara rinci total pengeluaran selama produksi agar kamu dapat menentukan harga jual. Salah menentukan harga jual akan berdampak buruk pada perusahaan. Ketepatan harga jual akan membantu cash flow perusahaan tetap berada di angka yang stabil. 

Strategi Product Bundling

Penggabungan produk menjadi satu paket penjualan ternyata juga dapat menjaga cash flow. Produk yang terjual lebih banyak akan berdampak pada cash flow yang meningkat. Kamu bisa memilih produk yang sekiranya cocok untuk digabungkan menjadi satu paket bundling. Misal kamu memiliki bisnis kopi susu, produk yang bisa dijadikan sepaket seperti minuman kopi susu andalan dan minuman jenis lainnya. Bisa saja kamu membuat bundling dalam beberapa paket. Kamu memberikan banyak pilihan kepada konsumen untuk membelinya. Dengan begitu cash flow ada di level aman.

Harga yang Lebih Tinggi

Setiap produk memiliki harga yang berbeda-beda, hal ini berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan. Satu hal yang mendukung hal sebuah produk bisa lebih tinggi adalah nilai brandnya yang sudah menjanjikan. Bagi produsen tentu akan memikirkan untuk menjaga kualitas dari brand itu sendiri. 

Jika produk tersebut dirasa belum terlalu kuat untuk menaikkan harga, kamu bisa menawarkan dari sisi desain, pengemasan, pelayanan, dan keuntungan yang didapat oleh konsumen nantinya ketika membeli produk tersebut. 

Pembelian Ulang

Strategi untuk meningkatkan cash flow bisa dilakukan dengan mengajak konsumen untuk membeli ulang produk. Kamu bisa memberikan bonus atau potongan harga jika konsumen sudah mencapai target yang kamu tentukan dalam pembelian sebuah produk.  Pembeli akan merasa beruntung mendapatkan kesempatan tersebut. Yang kita maksud adalah untuk meningkatkan penjualan.

 

Related Posts