Home Pinjaman Mengajukan Pinjaman Untuk Biaya Pernikahan, Pastikan Hal Berikut Ini 

Mengajukan Pinjaman Untuk Biaya Pernikahan, Pastikan Hal Berikut Ini 

by Lara Nifa

 

Pernikahan tidak hanya perkara akad saja saat ini. Ada anasir lain yang harus diikutsertakan. Dalam pernikahan ada prasmanan beserta lauk pauknya yang akan mengisi perut tamu undangan yang datang. Ada dekorasi pernikahan yang mampu mempercantik momen sakral itu. Barang hantaran dan cincin mas kawin yang menjadi bagian penting dalam pernikahan. 

Pemenuhan keperluan tersebut bisa dipenuhi dengan biaya yang tersedia. Tetapi kita juga sering menemukan pernikahan yang sebagian dibantu dengan pinjaman bank. Hal ini masih menjadi pertentangan beberapa pihak, tapi hal ini juga disetujui berbagai pihak. Pertimbangan satu dengan yang lainnya sebenarnya sesuai dengan kebutuhan dari kedua pasangan. 

Jika kamu saat ini sedang menyiapkan pernikahan dan masih kekurangan biaya, kamu bisa mengajukan pinjaman ke bank konvensional dengan memperhatikan beberapa hal berikut. 

Membangun Kesepakatan dengan Pasangan

Pasangan kamu harus tahu bahwa untuk memperlancar prosesi pernikahan, harus ada biaya di luar dari rencana anggaran yang sudah disiapkan. Alasan dan kenapa harus mengajukan pinjaman harus disampaikan kepada pasangan. Hal ini agar keduanya saling mengerti dan memahami bagaimana kondisi keuangan. 

Sebaiknya mengajukan pinjaman ke bank adalah pilihan terakhir untuk mencukupi biaya pernikahan. Karena ada beberapa hal yang memang secara langsung memberatkan kamu. 

Kesepakatan ini tidak hanya pada saat sebelum menikah. Kamu dan pasangan juga harus sepakat akan sama-sama berusaha untuk melunaskan cicilan sesuai jadwal. Akan terasa berat jika hanya salah satu saja yang berusaha melunasi cicilan. 

Minimalisasi Pinjaman

Pengajuan pinjaman ke bank konvensional diusahakan seminimal mungkin. Kehidupan setelah menikah memerlukan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu, pinjaman ke bank sifatnya hanyalah sebagai biaya ekstra. 

Pinjaman ke bank akan melibatkan suku bunga. Selepas menikah, kamu punya tanggung jawab baru selain menafkahi istri. Setiap bulannya kamu harus membayar cicilan ke bank. Semakin banyak pinjaman yang kamu ajukan maka semakin lama juga kamu melunasinya. 

Kemudahan yang ditawarkan oleh bank jangan sampai membuatmu malah membiarkan menambah biaya pinjaman bank. Iming-iming pinjaman biasanya juga datang dari kecilnya suku bunga. Pikirkan juga seberapa besar kemampuanmu untuk melunasi pinjaman itu dengan tenor yang sudah ditentukan. 

Siapkan Dana Darurat

Langkah ini sebagai antisipasi ketika keuangan kamu sedang macet untuk membayar cicilan bank. Dana darurat ini bisa dilakukan sejak bulan awal menikah. Untuk mempersiapkan dana darurat, kamu bisa menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung. 

Kita tidak tahu apa yang terjadi kedepannya yang melibatkan sejumlah uang. Kita harus memutar otak bagaimana kebutuhan pokok terpenuhi bersamaan dengan cicilan yang telah tiba.

Kisaran berapa dana darurat yang diperlukan adalah tergantung dari berapa besaran yang kamu butuhkan. Alokasikan sekitar 20% dari pendapatan untuk pos dana darurat setiap bulannya. Hal ini dipandang perlu kamu pahami bahkan sebelum menikah. 

Merencanakan Pendapatan Lain

Pertimbangkan pendapatanmu selama sebulan. Kamu dan pasangan saling bertukar pikiran untuk merencanakan melunasi pinjaman ini. Lebih baik bicarakan sebelum kehidupan berkeluarga dimulai. Perencanaan yang dilakukan lebih awal akan membantumu mempersiapkan dengan matang. 

Buat terlebih dahulu berapa pendapatan yang kamu dan istri dapatkan. Setelah itu alokasikan untuk kebutuhan pokok sebagai prioritas. Dalam pos ini sudah termasuk biaya cicilan bank. 

Untuk mencukupi dan dalam kategori yang aman, kamu bisa membuka usaha. Berangkat dari apa yang kamu suka, dengan begitu kamu lebih senang menjalaninya. Jika hanya berpatokan dengan pendapatan tetap dari kantor atau upah lainnya, dengan pertimbangan rencana anggaran yang sudah dibuat, keuangan malah jadi menipis. 

Hal ini juga bisa kamu bicarakan sejak sebelum menikah bersama pasangan. 

Lembaga yang Terpercaya

Setelah sepakat untuk mengajukan pinjaman di bank, kamu harus menentukan atau memilih lembaga keuangan mana yang kamu percaya. Bisa kamu tanyakan kepada orang-orang yang sudah pernah meminjam uang di berbagai bank atau mengunjungi langsung bank yang dituju. Pastikan lembaga yang dituju sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bandingkan Besaran Bunga

Penawaran peminjaman modal dari berbagai lembaga keuangan harus disurvei terlebih dahulu. Jangan terpaku pada satu lembaga keuangan saja. Bandingkan berapa besaran bunga dan tenornya dengan pihak bank lainnya. Hal ini harus dipertimbangkan mana yang mampu memberikan bunga yang kecil dengan tenor yang sesuai. Kecilnya bunga pinjaman akan meringankan bebanmu saat membayar cicilan.

Fleksibilitas

Setiap lembaga keuangan biasanya akan menentukan limit pinjaman. Kamu bisa memilih lembaga mana yang memberikan limit pinjaman dan tenor yang sesuai dengan kebutuhanmu. Ketahui limit pinjaman beberapa lembaga keuangan untuk menekan cicilanmu tiap bulannya nanti setelah menikah. 

 

Hal-hal di atas jangan dianggap remeh. Pertimbangkan dan persiapkan hal-hal di atas sebelum menikah dan setelah menikah. Langkah tersebut agar mampu menjaga perkembangan finansialmu. 

 

Related Posts