Home Perencanaan Masih Suka Boros Meski Belum Menikah? Inilah Cara Mengatur Keuangan Bagi yang Masih Single

Masih Suka Boros Meski Belum Menikah? Inilah Cara Mengatur Keuangan Bagi yang Masih Single

by Lara Nifa
kelola keuangan saat single

Memang suatu masalah, jika penghasilan Anda yang belum menikah habis begitu saja tanpa jejak. Hal tersebut mungkin terjadi, karena memang beberapa orang yang masih single kurang bisa mengatur keuangan. Bisa dibilang, penghasilan yang Anda dapatkan tiap bulannya habis begitu saja.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena ada cara tertentu untuk mengatur keuangan supaya penghasilan Anda dapat dialokasikan secara bijaksana. Berikut adalah cara mengatur keuangan bagi Anda para single supaya keuangan Anda stabil.

Cara Mengatur Keuangan bagi Anda yang Masih Single

Memang mengatur keuangan pribadi tidak membutuhkan keahlian khusus. Namun, mengatur keuangan ini perlu dipelajari karena merupakan soft skill yang harus dimiliki setiap orang supaya lebih bisa berhemat.

Adapun cara mengatur keuangan bagi Anda yang masih single adalah sebagai berikut.

1. Rutin Mencatat Keuangan secara Terperinci

Tentunya, kebutuhan seorang single tidak sebanyak kebutuhan orang yang sudah menikah. Bisa dibilang, penghasilan seorang single lebih mudah dialokasikan daripada seorang yang sudah menikah. Oleh karena itu, bagi Anda yang single disarankan untuk mencatat keuangan secara terperinci.

Perlu diketahui, pencatatan keuangan pribadi secara terperinci itu dinilai penting. Hal tersebut supaya Anda bisa mengetahui penghasilan yang Anda terima digunakan untuk apa saja. Dengan begitu, Anda bisa melakukan evaluasi mana kebutuhan yang harus dipenuhi dan tidak.

2. Disiplin Menabung Setiap Bulannya

Salah satu usaha yang bisa Anda lakukan supaya Anda tidak boros adalah disiplin menabung setiap bulannya. Bisa jadi, di awal bulan ketika sudah menerima gaji, Anda mengalokasikan 20% dari penghasilan Anda untuk menabung.

Cara ini dinilai ampuh untuk menghemat biaya hidup Anda. Buatlah rekening terpisah antara dana untuk tabungan dan dana untuk harian. Jadi, Anda memiliki 2 rekening, 1 rekening khusus tabungan dan 1 rekening khusus untuk pemenuhan kebutuhan hidup Anda.

3. Tunaikan Kewajiban yang Harus Anda Bayar

Bagi Anda yang memiliki kewajiban, seperti: membayar cicilan utang, tagihan listrik, telepon dan tagihan lainnya, disarankan untuk membayar tagihan terlebih dahulu. Pastikan, Anda disiplin dalam membayar kewajiban Anda setiap bulannya supaya tagihan Anda tidak menumpuk.

4. Belajar Memisahkan Keinginan dan Kebutuhan

Bukan rahasia lagi, manusia selalu memiliki keinginan yang tidak bisa ditahan. Memang, jika dilihat antara keinginan dan kebutuhan hampir sama. Namun, jika dipahami secara saksama kedua hal tersebut berbeda. 

Perlu dipahami, kebutuhan merupakan suatu hal yang harus dipenuhi untuk menunjang hidup Anda. Sementara, keinginan adalah nafsu sesaat untuk memenuhi ego Anda saja. 

Contoh keinginan, Anda ingin membeli baju karena diskon. Padahal saat itu, Anda tidak sedang membutuhkan baju. Berdasarkan hal tersebut, Anda harus mulai belajar mengendalikan keinginan Anda dari sekarang supaya keuangan Anda stabil.

5. Lakukan Evaluasi Keuangan Pribadi secara Rutin

Ternyata, tidak hanya keuangan bisnis saja yang perlu dilakukan evaluasi, keuangan pribadi pun membutuhkan evaluasi. Melakukan evaluasi keuangan pribadi setiap bulannya dinilai penting. Hal tersebut supaya Anda dapat menghemat penghasilan Anda selama sebulan.

Salah satu keuntungan rutin melakukan evaluasi keuangan pribadi adalah kondisi keuangan Anda menjadi stabil. Bahkan bisa jadi, Anda yang sebelumnya sering berhutang, dengan rutin evaluasi keuangan pribadi, kebiasaan berhutang menjadi menurun.

Kenali Rumus Mengelola Keuangan Pribadi Supaya Stabil

Seperti yang dijelaskan pada penjelasan sebelumnya, mengatur keuangan bagi yang single dinilai penting supaya keuangan pribadi menjadi stabil. Nah, untuk membentuk keuangan yang stabil ada rumus khusus dalam mengelola keuangan pribadi.

Adapun rumus mengelola keuangan pribadi yang umum digunakan adalah 50% dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan pokok harian, 30% untuk memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier jika dibutuhkan dan sisanya 20% dialokasikan sebagai dana tabungan.

Berikut penjabaran rumus alokasi penghasilan pribadi Anda yang masih single.

  1. 50% untuk pemenuhan kebutuhan pokok, seperti: dana untuk makan harian, uang transportasi, membayar cicilan utang sampai dengan tagihan bulanan Anda.
  2. 30% untuk pemenuhan kebutuhan sekunder dan tersier, seperti: membeli baju untuk bepergian dan kerja, menonton film dan kebutuhan lainnya jika dibutuhkan. Namun, jika Anda tidak membutuhkannya, alokasikan dana tersebut untuk kebutuhan darurat.
  3. 20% untuk tabungan. Perlu diketahui, alokasi dana tabungan ini wajib dilakukan di awal bulan supaya Anda disiplin menabung dan tidak boros. Tentunya, uang tabungan ini harus dipisahkan dengan dana untuk kebutuhan harian Anda.

Tersebut adalah rumus dalam mengatur keuangan pribadi. Pastikan, Anda menerapkan rumus tersebut secara bijaksana supaya keuangan pribadi Anda stabil. 

 

Perlu diingat, jika Anda memiliki kondisi keuangan yang stabil, di masa depan Anda dapat menikmati kebebasan finansial. Apalagi jika dana tabungan yang Anda simpan digunakan untuk melakukan investasi jangka panjang.

 

Related Posts