Home Regulations Macam-macam Cuti Karyawan yang Harus Kamu Pelajari

Macam-macam Cuti Karyawan yang Harus Kamu Pelajari

by Lara Nifa

Pada dasarnya, cuti bisa dimanfaatkan seorang karyawan untuk istirahat atau tidak berangkat kerja bahkan tidak melakukan pekerjaan dalam bentuk apapun. Biasanya, karyawan yang mengajukan cuti dalam kondisi hamil atau cuti saat hari raya atau saat keluarga di kampung halaman sedang mengalami musibah. Mau apapun alasannya harus tetap masuk akal bisa diterima sebab, cuti merupakan hak dari karyawan yang wajib diberikan pimpinan perusahaan terhadap karyawan atau pegawainya.

Sebagai pegawai atau karyawan bahkan jika Anda sebagai pemilik perusahaan tentu sudah tahu mengenai beberapa aturan pemerintah mengenai hak cuti tahunan dan segala hal mengenai hak cuti karyawan. Dalam kesepakatan kerja atau perjanjian kerja, tentu saja tidak akan melewatkan soal cuti. Namun, apakah Anda sudah tahu bahwa cuti dalam pekerjaan memiliki berbagai macam cuti?

Berikut ini ulasan mengenai macam-macam cuti karyawan yang bisa Anda pelajari, sebab apapun posisi Anda dalam sebuah perusahaan, Anda tetap memiliki kewajiban untuk mengetahui dengan rinci apa saja mengenai cuti karyawan agar Anda dan pemilik perusahaan pun sama-sama nyaman dalam melakukan pekerjaan.

Beberapa perusahaan malah memiliki aturan sendiri dalam hal cuti. Namun, dalam pelaksanaannya, cuti memiliki banyak tipe yakni cuti tahunan, lalu ada cuti besar atau cuti bersama, dan beberapa perbedaan dari karyawan swasta dan karyawan atau pegawai negeri.

Berdasarkan aturan yang telah diturunkan dari pemerintah, terhadap tujuh tipe hak cuti yang ada dalam suatu perusahaan. Dalam suatu alasan atau hal pasti ada seorang karyawan yang sesekali tidak datang bekerja ke kantor dengan alasan sakit atau alasan ada urusan keluarga atau yang lainnya. Tetapi, bisa berbeda dengan karyawan yang tidak pernah izin atau absen sama sekali.

Artinya, karyawan yang tidak pernah izin atau absen sekalipun memiliki hak untuk mendapatkan cuti tahunan.

Pengertian Cuti 

Aturan cuti telah ditentukan oleh pemerintah Indonesia secara resmi. Hak cuti tersebut wajib diberikan pada karyawan yang tertera hukumnya dalam Undang-Undang No 13 tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan.

Ketentuan hak cuti itu tentu saja ada pada setiap perusahaan supaya pegawai dan pihak pimpinan dari perusahaan juga saling diuntungkan dan tidak akan ada selisih satu sama lain. Aturan mengenai hak cuti karyawan ditentukan oleh pemberian gaji kepada karyawan yang diberikan oleh pihak dari perusahaan.

Tentu saja, seperti yang telah Anda ketahui bahwa cuti merupakan salah satu hak yang harus diberikan perusahaan kepada karyawan atau pegawai. Hal tersebut dapat memberikan karyawan rasa nyaman sebab ia diberikan waktu yang lebih diperhatikan. 

Cuti dalam karyawan memiliki tujuan, salah satunya adalah membuat karyawan memiliki rasa setia terhadap perusahaan sebab telah memberikan izin dan hak cuti pada karyawan. Kendati demikian, faktanya masih banyak diluar sana yang perusahaannya yang tidak sama dengan panduan aturan hak cuti dari pemerintah. 

Jenis Cuti Karyawan 

Di bawah ini merupakan ulasan singkat dan beberapa hal mengenai jenis dan tipe hak cuti yang wajib diberikan pada karyawan atau pegawai suatu perusahaan. Simak yuk!

Cuti Tahunan

Cuti tahunan merupakan hak cuti yang wajib diberikan oleh perusahaan pada semua karyawan dengan catatan, karyawan tersebut memiliki kriteria berupa karyawan tersebut harus bekerja dalam waktu satu tahun dan tidak pernah absen atau izin tidak masuk atau karyawan itu selalu masuk kantor terus-menerus selama satu tahun.

Aturan itu resmi dari pemerintah dalam sebuah Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan dan dalam pasal 84 dan pada pasal 79.

Cuti Sakit

Apabila seorang karyawan sedang mengalami musibah, atau sakit, maka karyawan atau pegawai memiliki hak untuk izin sakit. Tentu supaya karyawan bisa lebih fokus menyembuhkan diri supaya sembuh dan bisa kembali bekerja. 

Dalam cuti sakit tersebut, pegawai harus menyerahkan surat izin dari dokter saat sedang menjalankan proses berobat di rumah sakit. Kemudian, surat izin tersebut dapat diberikan ketika karyawan sudah kembali masuk bekerja di kantor.

Cuti Menstruasi

Anda tidak salah membaca, hal tersebut sudah ada dalam sebuah pasal 81 (1) yang telah dinyatakan dengan jelas yakni pegawai perempuan yang sedang dalam masa menstruasi setiap bulan tersebut dan jika merasakan rasa sakit dan memberitahu pada perusahaan, maka karyawan perempuan tersebut tidak memiliki kewajiban bekerja saat hari pertama dan kedua ketika dalam menstruasi.

Cuti Melahirkan

Cuti melahirkan berlaku untuk karyawan wanita yang sedang hamil dan menjelang waktu mendekati melahirkan. Pada umumnya akan diambil sebelum melahirkan.

Cuti melahirkan telah dituliskan dalam aturan Undang-Undang Nomor 13 pada pasal 82 mengenai ketenagakerjaan dalam ayat 1 dan 2.

Perlu diketahui bahwa cuti melahirkan tidak masuk dalam jatah cuti tahunan. Namun, pegawai perempuan memiliki hak untuk mendapatkan dua tipe cuti karyawan yakni cuti tahunan dan cuti melahirkan.

Cuti Besar

Cuti besar bisa dikatakan sebagai cuti besar yang pada umumnya akan diberikan kepada para pegawai atau karyawan yang memiliki waktu bekerja yang sudah cukup lama dan memiliki kesetiaan terhadap perusahaan selama bertahun lamanya.

Meskipun aturan cuti besar telah ada aturannya dalam undang-undang, sayangnya beberapa perusahaan memilih untuk tidak menggunakan atau tidak memiliki aturan cuti besar pada karyawannya. 

Cuti Bersama

Perlu Anda ketahui bahwa cuti bersama telah masuk dalam aturan pemerintah yang dihitung pada cuti tahunan. Maka, tidak disarankan untuk mengajukan cuti pada tanggal-tanggal cuti bersama.

Tetapi cuti bersama memiliki sifat fakultatif, sesuai dengan kebijakan perusahaan masing-masing.

 

Related Posts