Home Perencanaan Lihat Daftar Lengkap Premi BPJS Kesehatan dan Aturan Kelas Terbarunya!

Lihat Daftar Lengkap Premi BPJS Kesehatan dan Aturan Kelas Terbarunya!

by Lara Nifa
Lihat Daftar Lengkap Premi BPJS Kesehatan dan Aturan Kelas Terbarunya!

BPJS adalah salah satu program pemerintah yang menjamin pelayanan serta fasilitas kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Masyarakat pun bisa memilih besaran biaya per bulan yang harus dibayarkan sesuai dengan kemampuan. 

Pada penghujung 2020 kemarin pemerintah menyatakan akan menaikan tarif BPJS sesuai dengan kelasnya. Rencana kenaikan BPJS ini pun dipenuhi dengan berbagai pro kontra bahkan drama. Kenaikan pertama yang direncanakan hingga 100% pun ditolak Mahkamah Agung dan akhirnya turun kembali. Kenaikan pun akhirnya resmi diumumkan pada 1 Januari 2021 lalu. 

Lalu berapa besaran premi yang harus dibayarkan per bulannya? Lalu bagaimana aturan baru BPJS ini? Ikuti pembahasannya berikut ini. 

Aturan Baru BPJS 2021

Tarif Premi Terbaru BPJS Kesehatan 2021 

Tarif BPJS yang baru adalah sebagai berikut: 

  • Kelas I Rp. 150.000 yang sebelumnya adalah Rp 80.000
  • Kelas II Rp. 100.000 yang sebelumnya adalah Rp. 55.000
  • Kelas III Rp. 35.000 yang sebelumnya adalah Rp. 25.500

Untuk kelas III, subsidi sebelumnya adalah sebesar Rp. 16.000, sekarang subsidi yang diberikan adalah Rp. 35.000. 

Hasil kenaikan iuran BPJS tersebut ternyata lebih rendah dari rencana awal. Sebelumnya, pemerintah merencanakan kenaikan BPJS hingga 100%, sehingga iuran yang mungkin dibayarkan adalah Rp. 160.000 untuk kelas I, Rp. 110.000 untuk kelas II dan Rp. 42.000 untuk kelas III. Rencana kenaikan tersebut pun ditolak oleh Mahkamah Agung. 

Pendaftaran Bayi Baru Lahir 

Pada penetapan 1 Januari 2021 juga memperbaharui masalah peraturan pendaftaran untuk bayi baru lahir. Bagi anak yang baru lahir, ditetapkan pendaftaran dan pembayaran BPJS dilakukan maksimal 28 hari semenjak bayi lahir. 

Akan Dievaluasi selambat-lambatnya 2 tahun sekali 

Tidak hanya itu saja, naik dan turunnya premi BPJS ini sendiri disebabkan oleh banyak faktor termasuk ekonomi. Di mana pemerintah menetapkan akan dilakukan evaluasi 2 tahun sekali. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui apakah iuran BPJS telah tepat atau masih terlalu tinggi bagi masyarakat. 

Pelunasan seluruh iuran BPJS diperpanjang hingga 2021 

Peserta maupun perusahaan yang tidak mampu membayar iuran hingga akhir bulan, maka kepesertaan akan dihentikan sementara dimulai tanggal 1 bulan selanjutnya. Adapun ketentuan-ketentuan yang berlaku seperti berikut ini: 

  • Apabila BPJS ingin diaktifkan lagi, maka harus melunasi tunggakan iuran maksimal 24 bulan. 
  • Pada masa pandemi sekarang, BPJS Kesehatan bisa diaktifkan lagi asal melunasi tunggakan maksimal 6 bulan. 
  • Waktu jatuh tempo pelunasan dari tunggakan iuran ini akan diperpanjang hingga 2021. 

Denda tunggakan dikurangi

Selama 45 hari semenjak keanggotaan BPJS aktif kembali, peserta harus membayar denda ke BPJS kesehatan apabila ia memperoleh pelayanan kesehatan seperti rawat inap. Denda yang dikenakan adalah 5% terhitung sejak biaya diagnosa awal di dalam pelayanan kesehatan rawat inap dan dikalikan dengan iuran yang menunggak. Adapun ketentuannya sebagai berikut ini: 

  • Maksimal bulan tertunggak adalah 12 bulan. 
  • Besaran denda yang dikenakan paling maksimal adalah 30 juta rupiah. 
  • Bagi PPU atau Pekerja Penerima Upah, pelunasan denda pelayanan akan ditanggung perusahaan. 

Tapi, karena sekarang sedang terjadi pandemi, maka denda dikurangi menjadi 2,5% dengan ketentuan yang berlaku sama seperti di atas. 

Cara Mendaftar Sebagai Peserta BPJS 

Bagi Anda yang belum mendaftar sebagai peserta BPJS, segeralah mendaftar. Caranya sangatlah mudah. BPJS Kesehatan membuka banyak sekali layanan pendaftaran baik online atau offline. Untuk mendaftar offline, Anda bisa mengunjungi kantor BPJS Kesehatan yang sesuai dengan KTP. Tapi, bila Anda berbeda domisili, tetap bisa mendaftar di kantor terdekat. 

Adapun dokumen yang perlu Anda siapkan seperti: 

  • E-KTP yang masih aktif 
  • Kartu Keluarga 
  • Buku tabungan konvensional, bukan TabunganKu atau Syariah. 
  • Nomor telepon yang bisa dihubungi. 
  • Alamat email. 

Sedangkan bagi Anda yang ingin mendaftar melalui online, bisa mendaftar dengan menghubungi layanan BPJS Pandawa dengan menggunakan aplikasi WhatsApp. Setiap daerah mempunyai nomor BPJS Pandawa yang berbeda-beda. Jadi, pastikan Anda menghubungi nomor WhatsApp Pandawa yang sesuai. Untuk caranya adalah sebagai berikut: 

  • Hubungi nomor BPJS Pandawa dan nyatakan keinginan Anda untuk mendaftar BPJS. Layanan dibuka mulai pukul 8 pagi hingga 2 siang. 
  • Tunggu hingga pihak BPJS membalas. Di mana nantinya Anda akan diberikan link pengisian form online. 
  • Isilah form online dengan memilih pendaftaran anggota serta kelas BPJS dan submit. Anda nanti akan mendapatkan balasan untuk menunggu customer service BPJS menghubungi Anda dengan nomor yang sudah tertera. 
  • Bila CS BPJS telah menghubungi, maka Anda akan dibantu untuk mendaftar sebagai peserta BPJS. 
  • Anda akan diminta untuk menyerahkan NIK KTP, apabila belum terdaftar maka akan dilanjutkan prosesnya. 
  • Pihak BPJS akan meminta Anda memfoto E-KTP, Kartu Keluarga, ATM BCA/BRI/BNI, buku tabungan dan foto selfie dengan memegang KTP. 
  • Apabila proses diterima, maka Anda akan diberikan nomor virtual dan membayarkan jumlah premi yang tercatat. Perlu diketahui bahwa dalam satu KK seluruhnya akan otomatis terdaftar. Sehingga bila Anda memilih Kelas III dan ada 3 anggota keluarga, iuran yang harus dibayarkan adalah 105 ribu rupiah. 

Demikianlah penjelasan tentang aturan terbaru BPJS Kesehatan yang resmi aktif pada 1 Januari 2021. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. 

 

Related Posts