Home Investasi Langkah Sukses Investasi Reksadana Jangka Panjang

Langkah Sukses Investasi Reksadana Jangka Panjang

by Lara Nifa

Setiap orang pasti punya tujuan finansialnya masing-masing di masa depan. Dan hal tersebut akan sulit terwujud jika tanpa adanya pengelolaan keuangan yang baik. Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan menyiapkan tabungan atau investasi mulai dari sekarang. 

Investasi memang sedang menjadi isu yang populer di tengah masyarakat. Saat ini terdapat banyak pilihan investasi dengan berbagai tingkat risiko dan keuntungan yang ditawarkan. Reksadana adalah salah satu jenis investasi yang paling minim risiko dan mudah dilakukan. Bahkan kamu hanya butuh modal kecil untuk memulai investasi ini.  

Tak heran jika investasi ini banyak dipilih terutama bagi para investor pemula. Reksadana juga sangat cocok untuk tujuan investasi jangka pendek maupun jangka panjang. Sehingga bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan.

Begini Langkah-Langkah Investasi Reksadana Jangka Panjang

Umumnya, reksadana akan menawarkan berbagai pilihan produk investasi untuk tujuan jangka pendek, menengah, maupun panjang. Namun akan lebih menguntungkan jika kamu mengalokasikan danamu untuk investasi jangka panjang. 

Pilihan investasi jangka panjang bisa memberikan efek bunga berbunga (compounding) sehingga imbal hasil (return) sangat tinggi. Selain itu, dana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan jangka panjang tentu tidaklah sedikit. Oleh karena itu, harus mulai dipersiapkan dari jauh-jauh hari. 

Lantas, bagaimana langkah-langkah untuk berinvestasi reksa dana jangka panjang ? Simak beberapa langkah yang bisa kamu ikuti agar sukses berinvestasi melalui reksadana jangka panjang :

  • Pastikan Produk Reksadana Legal

Sebelum memulai investasi, kamu harus memastikan terlebih dahulu legalitas dari produk reksadana yang akan digunakan. Cek kembali izin perusahaan dan manajer investasinya melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Satuan Waspada Investasi.

Jangan sampai terjebak dengan investasi bodong yang saat ini sudah semakin merajalela. Biasanya investasi bodong akan menawarkan imbal hasil atau return yang sangat besar untuk menarik perhatian. Untuk itu, pastikan dulu bahwa produk reksadana kamu sudah mengantongi izin resmi dari OJK. Ini merupakan salah satu upaya preventif agar kamu tidak mengalami kerugian yang sangat besar kedepannya. Bahkan banyak korban investasi bodong yang harus kehilangan seluruh uangnya.

  • Fokus Pada Tujuan 

Investasi reksadana jangka panjang cocok untuk memenuhi kebutuhan 5-10 tahun mendatang seperti persiapan dana pensiun, pendidikan anak, dan lain sebagainya. Karena nilainya besar, maka reksadana campuran dan reksadana saham adalah pilihan tepat. Namun keduanya memiliki risiko yang sangat tinggi, sebanding dengan potensi return yang akan kamu peroleh.

Ketika nilai saham sedang turun, jangan langsung berkecil hati. Karena investasi dengan tingkat risiko tinggi pasti lebih fluktuatif dibandingkan jenis investasi yang minim risiko. Sehingga penurunan nilai saham tersebut merupakan hal yang wajar. Fokus saja pada tujuan awalmu berinvestasi jangka panjang. Dan tak perlu banyak berspekulasi karena belum tentu nilai saham akan turun terus untuk beberapa tahun ke depan. 

  • Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan

Apabila kamu berinvestasi reksa dana jangka panjang, maka potensi untuk mengalami kerugian memang semakin besar. Namun sebaiknya kamu tetap tenang meski portofolio sedang menunjukkan penurunan bahkan cenderung minus. 

Jangan langsung ambil keputusan untuk menarik atau menjual dana yang kamu investasikan tersebut. Mungkin saja penurunan yang terjadi masih bisa dikatakan unrealized loss. Artinya, nilai saham yang turun belum mengarah pada kerugian sehingga masih mungkin berpotensi naik. Keadaan justru akan berbalik menjadi realized loss atau kerugian yang sudah terealisasi, apabila kamu terburu-buru melakukan redeem. 

  • Memanfaatkan Peluang yang Ada

Sebagai investor, kamu harus pintar dalam menganalisa kondisi pasar dan melihat peluang yang ada. Dan prinsip paling dasar dalam berinvestasi yang harus dipegang yakni sell saat naik dan buy saat turun. Dengan memegang prinsip dasar tersebut, kamu tidak akan khawatir jika portofolio sedang menunjukkan penurunan. 

Ketika nilai saham sedang turun, kamu justru disarankan untuk menambah (top up) nilai investasi. Maka penting bagi kamu untuk selalu memanfaatkan setiap peluang yang ada. Jika aset investasimu semakin bertambah, kamu pun bisa menjualnya ketika harga saham sudah kembali naik. Dengan begitu, return yang akan didapatkan di masa depan tentunya lebih besar.

  • Alihkan Sebagian Aset

Apabila kamu tidak ingin menanggung risiko yang terlalu besar, maka alihkan saja sebagian asetmu ke reksadana yang lebih aman dan stabil. Reksadana pasar uang bisa menjadi pilihan tepat karena resikonya lebih kecil. 

Tak perlu menginvestasikan seluruh aset ke dalam investasi jangka panjang. Selain meminimalisir risiko, kamu juga bisa menggunakannya dalam waktu dekat, misalnya untuk berlibur, membayar DP rumah, dan lain-lain. 

Nah, itulah tadi langkah-langkah yang bisa kamu lakukan ketika berinvestasi dengan reksadana jangka panjang. Apapun jenis investasi yang dipilih, kunci utamanya adalah konsisten. 

Related Posts