Home Administrasi Ketahui Serba Serbi Bukti Potong Pajak dan Fungsinya

Ketahui Serba Serbi Bukti Potong Pajak dan Fungsinya

by Greg Pascal
bukti potong pajak

Tak jarang ketika Anda hendak mendaftar sesuatu Anda diwajibkan melampirkan bukti potong pajak. Masalahnya, sudahkah Anda mengerti apa itu bukti potong pajak? Pada artikel ini akan dibahas pengertian bukti potong pajak dan cara membuatnya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda.

Bukti potong pajak adalah dokumen berupa formulir atau dokumen lain yang dipersamakan dan dibuat oleh pemotong atau pemungut pph. Tujuan dibuatnya formulir atau dokumen tersebut adalah sebagai bukti bahwa pihak pemotong atau pemungut telah melakukan pemotongan untuk membayar pajak. 

Agar lebih mudah dipahami, bukti potong pajak adalah kegiatan memotong gaji pejabat atau karyawan yang akan dibayarkan pajak. Pejabat atau karyawan tak perlu lagi datang ke bank untuk melakukan pembayaran pajak karena telah membayar dengan memotong gaji. 

Apa fungsi bukti pemotongan atau pemungutan?

Bukti potong pajak yang telah Anda terima berfungsi untuk membuktikan bahwa Anda telah melunasi wajib pajak terutang. Anda dianjurkan untuk menyimpan bukti potong pajak yang telah Anda terima. Dokumen ini nantinya akan berguna di kemudian hari. 

Apabila Anda hendak membuat laporan pajak tahunan, pastinya Anda diharuskan melampirkan bukti potong pajak Anda. Seperti yang disebutkan sebelumnya, bukti potong pajak digunakan sebagai bukti bahwa Anda telah melunasi wajib pajak terutang. Selain itu bukti potong pajak nantinya akan digunakan untuk memeriksa kebenaran atas jumlah pajak yang telah Anda bayarkan. Bukti potong pajak juga akan digunakan untuk memeriksa jumlah pajak yang dibayarkan pihak pemungut kepada negara. 

Bagaimana cara membuat bukti potong pajak?

Setelah Anda mengetahui pengertian dan fungsi bukti potong pajak, selanjutnya lanjut pada pertanyaan bagaimana cara membuat bukti potong pajak? Sebelum Anda mengetahui cara membuat bukti potong pajak, ada baiknya Anda mengetahui jenis formulir potong pajak terlebih dahulu. 

Terdapat dua jenis formulir bukti potong pajak, yaitu formulir 1721 A1 dan 1721 A2. Sebenarnya apa perbedaannya? Perbedaannya terletak pada jenis perusahaan karyawan tersebut. Formulir 1721 A1 diperuntukkan untuk karyawan swasta. Sedangkan formulir 1721 A2 diperuntukkan untuk PNS seperti TNI dan polri. 

bukti potong pajak

Baca Artikel Selanjutnya :

Formulir 1721 A1 adalah bukti pemotongan pajak yang digunakan oleh wajib pajak orang pribadi berstatus pegawai atau pensiun. Formulir tersebut wajib diberikan oleh pemotong pajak atau bendahara instansi terkait dan akan digunakan untuk pelaporan SPT Tahunan Orang pribadi yang menerima penghasilan. 

Kapan formulir 1721 digunakan?

Formulir 1721 harus dibuat oleh pemberi kerja. Kemudian diberikan kepada karyawan atau pegawai sebelum akhir periode pelaporan pajak. Misalnya, pada periode penerimaan penghasilan Januari-Desember, maka bukti potong pph 21, formulir 1721 tersebut akan diberikan pada minggu akhir Desember atau paling lambat pada Januari Tahun berikutnya. 

Berikut adalah langkah dalam membuat bukti potong pajak. 

Untuk langkah awal, Anda membuka aplikasi ISPT PPH Pasal 21. Selanjutnya Anda akan diarahkan untuk membuka database. Kemudian Anda akan diminta memasukkan password. Selanjutnya Anda memilih SPT dan membuat SPT baru. Selanjutnya Anda akan diminta mengisi mengisi SPT. Masuk ke daftar bukti potong. Selanjutnya Anda memilih A1 atau A2 sesuai dengan perusahaan atau tempat Anda bekerja. 

Selanjutnya Anda akan diminta mengisi formulir. Formulir tersebut berisikan kolom NPWP, NIK, nama, alamat, jenis kelamin, status, jumlah tanggungan, nama jabatan. Kemudian Anda akan melanjutkan ke halaman rincian penghasilan. Pada halaman ini, Anda diwajibkan mengisi rincian penghasilan Anda. 

Selanjutnya Anda akan melanjutkan ke halaman perhitungan PPH. Anda akan diminta mengisi kolom pajak terutang dan pajak yang dilunasi oleh perusahaan atau tempat kerja Anda. Anda akan melanjutkan ke halaman berikutnya setelah mengisikan formulir di halaman ini. Pada halaman berikutnya, Anda diminta mengisi formulir nama penandatangan dan NPWP penandatangan. Selanjutnya Anda klik simpan. 

Lalu bagaimana cara mencetak bukti potong tersebut? Untuk mencetaknya, Anda dapat melihat di menu cetak. Selanjutnya klik bukti potong. Berkas Anda sebelumnya akan terlihat. Selanjutnya Anda klik cetak untuk mencetak dokumen tersebut. 

Selanjutnya setelah bukti potong Anda sudah dicetak, bukti potong itu nantinya akan diserahkan kepada SPT tahunan. Perusahaan akan menandatangani bukti potong tersebut. Anda sebaiknya menyimpan dokumen tersebut di map berkas Anda. 

 Demikianlah pengertian bukti potong pajak dan cara membuatnya. Diharapkan artikel ini dapat menambah wawasan Anda.Dengan adanya bukti potong pajak ini, akan menyadarkan masyarakat pentingnya membayar pajak tepat waktu. Pajak yang dibayarkan nantinya akan digunakan pemerintah untuk kepentingan rakyat.

Semoga artikel yang tersaji bisa membantu anda dalam mencari informasi seputar pajak, artikel ini sedianya menjelaskan tentang apa yang dibutuhkan oleh wajib pajak untuk menambah informasi dan pengetahuannya. Yuk, baca artikel menarik lainnya untuk menambah wawasan dan informasi anda.

Related Posts