Kesalahan Umum Dalam Pengembangan UMKM

Berbicara mengenai UMKM atau Usaha Mikro, Kecil, Menengah yang hingga saat ini semakin meningkat jumlahnya, tidak jauh-jauh dari berbagai kendala yang dihadapi oleh para pelaku

Lara Nifa

[addtoany]

Berbicara mengenai UMKM atau Usaha Mikro, Kecil, Menengah yang hingga saat ini semakin meningkat jumlahnya, tidak jauh-jauh dari berbagai kendala yang dihadapi oleh para pelaku UMKM. Semua pelaku UMKM pasti ingin melakukan ekspansi terhadap bisnisnya dan mengaku siap bersaing dengan perusahaan besar.

Namun fakta di lapangan membuktikan bahwa sangat sulit bagi mereka untuk berkembang. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya memilih gulung tikar karena tidak tahu solusi apa yang tepat selain berhenti di tengah jalan. Lalu, apa yang bisa menyebabkan hal itu terjadi ? Berikut berbagai kesalahan umum yang sering terjadi di dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Beberapa Kesalahan Umum Para Pengembang UMKM

  • Menggunakan Seluruh Keuntungan Bisnis Untuk Keperluan Pribadi

Bukan tidak boleh menggunakan keuntungan bisnis untuk keperluan pribadi, karena banyak yang hanya menggantungkan penghasilan dari berbisnis saja. Namun yang harus menjadi catatan di sini adalah jangan menggunakannya dengan berlebihan dan sesuka hati.

Sebab, hasil dari keuntungan berbisnis masih harus digunakan  kembali pada bulan berikutnya untuk seluruh biaya operasional dan biaya tak terduga yang berkaitan dengan bisnis yang dijalankan. Apalagi jika bisnis tersebut masih berusia seumur jagung, yang berarti akan sangat membutuhkan biaya simpanan agar bisnis bisa terus berjalan.

Hasil keuntungan bisa digunakan setelah semuanya sudah melalui evaluasi dan perhitungan yang tepat. Jika sudah dihabiskan seluruhnya, maka bukan tidak mungkin bisnis tersebut akan stagnan sehingga sulit berkembang.

  • Terlalu Terburu-buru Dalam Melakukan Ekspansi

Biasanya para pelaku UMKM terlalu terburu-buru melakukan ekspansi bisnisnya saat berhasil memperoleh keuntungan yang besar. Menurutnya, produk yang dijual sudah diterima dan disukai oleh masyarakat hanya karena menghasilkan untung besar pada periode-periode awal bisnisnya dimulai.

Berbekal asumsinya tersebut, mereka sangat yakin untuk mengembangkan bisnisnya dengan membuka cabang baru. Padahal, suatu keberhasilan di periode awal bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor dan belum tentu hal itu akan terulang pada periode-periode selanjutnya. Dibutuhkan proses yang panjang untuk melakukan ekspansi bisnis, yaitu dengan meriset pasar atau konsumen di daerah lain, riset para pesaing dan juga riset produk.

  • Pengembangan Bisnis Dilakukan Secara Asal

Kesalahan umum berikutnya yang sering dilakukan yaitu beberapa pelaku usaha mengembangkan bisnisnya secara asal. Tidak adanya arah pengembangan yang jelas. Contohnya dengan meluncurkan lini produk terbaru atau mengeluarkan menu-menu yang baru, namun tidak dibarengi dengan berbagai strategi dan persiapan yang matang.

Upaya yang dilakukan oleh pelaku usaha tersebut bisa jadi justru membuat bumerang bagi bisnis yang dijalankannya. Alih-alih ingin mengembangkan bisnisnya namun malah jauh dari ekspektasi. Bukan hanya sekedar akan berdampak pada kerugian materil, tetapi bisa menurunkan tingkat kepuasan konsumen pada produk yang dijual.

Hal tersebut tidak akan terjadi jika arah pengembangan bisnisnya jelas dan sesuai dengan strategi yang telah dirancang. Pada umumnya sebelum melakukan pengembangan, pelaku usaha harus memperhitungkan beban biaya yang akan dikeluarkan dan memperkirakan keuntungan yang bisa didapatkan.

  • Tidak Menganggarkan Dana Cadangan

Tidak selamanya bisnis yang dijalankan berada pada kondisi yang aman dan baik-baik saja. Setiap bisnis pasti akan mengalami pasang surut, omzet menurun atau mengeluarkan banyak biaya untuk melakukan berbagai perbaikan, apalagi saat berekspansi.

Banyak faktor dari luar yang tidak bisa dikendalikan oleh para pelaku usaha, contohnya saat dihantam oleh pandemi seperti sekarang ini. Upaya yang dilakukan untuk mengembangkan bisnisnya pun akan sia-sia saja dengan situasi yang tak terduga dan bisa memunculkan masalah yang baru.

Kondisi seperti itu memaksa para pelaku usaha untuk mengatasi hal tersebut dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Namun pada kenyataannya, banyak dari mereka tidak menganggarkan dana darurat untuk menghadapi situsi tidak terduga. Karena adanya anggapan bahwa bisnis akan berjalan lancar tanpa hambatan.

Oleh karena itu, penting bagi setiap pelaku usaha menyiapkan anggaran untuk menghadapi permasalahan yang bisa muncul kapan saja. Jangan hanya fokus pada pengeluaran untuk operasional bisnis saja tetapi juga untuk biaya tak terduga.

  • Tidak Terbuka Dengan Kritik Dan Saran

Salah satu kunci suksesnya sebuah bisnis yaitu mau mendengarkan kritik dan saran dari siapa pun, terutama para konsumen. Dan yang terjadi justru sebaliknya, banyak pelaku usaha yang memutuskan setiap hal sesuai dengan apa yang diinginkannya.

Padahal berbagai masukan serta saran dari banyak pihak itu sangat membantu para pelaku usaha untuk membuat tolak ukur dan melakukan evaluasi terhadap kekurangan yang ada. Tentunya hal ini akan menjadi langkah awal sebuah bisnis bisa berkembang.

Demikianlah kesalahan-kesalahan umum dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang perlu diketahui. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menjadi bahan pelajaran agar tidak melakukan kesalahan yang telah disebutkan di atas.

Related Post