Home Administrasi Kegunaan, Biaya dan Cara Pembuatan SIM C Untuk Pengendara Motor

Kegunaan, Biaya dan Cara Pembuatan SIM C Untuk Pengendara Motor

by Greg Pascal
sim c untuk

SIM (Surat Izin Mengemudi) adalah dokumen penting untuk seluruh pengendara bermotor. Dokumen tersebut wajib dibawa kemanapun oleh seluruh pengendara bermotor supaya terhindar dari tilang saat pihak kepolisian melakukan razia. SIM dibedakan menjadi beberapa golongan salah satunya adalah SIM C untuk kendaran roda dua.

SIM C adalah Surat Izin Mengemudi yang ditujukan untuk kendaran bermotor roda dua yang memiliki kecepatan lebih dari 40 km/jam.

SIM adalah salah satu bentuk bukti registrasi dan identifikasi untuk seseorang yang telah memenuhi persyaratan untuk mengemudikan kendaraan bermotor. Surat tersebut diberikan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) setelah calon pemilik melengkapi sejumlah syarat administrasi.

Peraturan mengenai pengendara bermotor wajib memiliki SIM telah diatur dalam Pasal 77 ayat 1 Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki SIM yang sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikannya.

Biaya Pembuatan SIM C

Peraturan mengenai biaya pembuatan SIM C ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2016 tentang PNBP pada Polri. Adapun rincian biayanya adalah sebagai berikut

  • Asuransi : Rp.30.000
  • Pemeriksaan kesehatan di Satpas SIM dan Samsat : Rp. 25.000
  • Biaya Surat Keterangan Uji Klinik Pengemudi (SKUKP) : Rp. 50.000
  • Biaya pembuatan SIM C : Rp. 100.000

Prasarat Membuat SIM C

Untuk bisa memiliki Surat Izin Mengemudi golongan C, Anda harus memenuhi persyaratannya lebih dulu. Adapun persyaratannya adalah sebagai berikut

  • Minimal berusia 17 tahun
  • Memiliki KTP
  • Mengisi formulir permohonan
  • Sehat jasmani dan rohani, serta berpenampilan rapi
  • Lulus ujian teori, praktik dan atau keterampilan melalui simulator.

sim c untuk

Baca Artikel Selanjutnya :

Prosedur atau Langkah Pembuatan SIM Baru

1. Siapkan fotokopi KTP

KTP (Kartu Tanda Penduduk) adalah syarat terpenting yang harus ada dalam setiap pembuatan surat – surat pribadi, begitupun dengan pembuatan kartu SIM C, Anda harus menyiapkan lebih dulu fotokopi kartu SIM untuk memenuhi persyaratannya.

Tempat untuk fotokopi SIM C ini biasanya sudah tersedia di sekitar tempat pembuatan SIM. Namun, untuk berjaga – jaga sebaiknya Anda memfotokopi KTP Anda dari rumah.

2. Melampirkan Surat Keterangan Sehat

Untuk mendapatkan surat keterangan sehat, Anda bisa mendatangi klinik kesehatan dekat rumah Anda atau rumah sakit. Surat ini dibuat oleh dokter untuk memastikan Anda sedang berada di kondisi yang benar – benar sehat. 

3. Mengisi Formulir Pendaftaran

Setelah berkas – berkas sebelumnya sudah lengkap. Ambil formulir pembuatan SIM C di resort terdekat dengan Anda.

Di bagian ini, biasanya Anda juga akan diminta untuk membayar premi asuransi sebesar Rp.30.000. Setelah itu, tugas Anda hanya tinggal melengkapi formulir tersebut dengan identitas yang lengkap lalu kumpulkan lagi formulir tersebut lalu mengantri untuk tahapan selanjutnya. 

4. Melakukan Ujian

Setelah mengisi formulir, Anda akan sampai ke tahap ujian. Ada dua tahapan ujian dalam pembuatan SIM C yaitu ujian teori dan ujian praktik.

Ujian teori adalah ujian berupa segala teori berkendara. Ujian ini menguji pemahaman Anda tentang rambu – rambu lalu lintas. Ujian teori biasanya dilakukan dengan menggunakan media komputer. Ujiannya dilakukan secara bergiliran. Jadi, Anda harus bersabar untuk mengantri.

Jika Anda dinyatakan lulus, maka Anda bisa lanjut ke tahap berikutnya. Namun, jika tidak Anda akan diberi kesempatan mulai dari 7 -14 hari untuk kemudian mengulang ujian teori yang kedua kalinya.

Selesai melaksanakan ujian teori dan lolos, maka selanjutnya Anda diharuskan untuk melakukan ujian praktik. Ujian praktik ini akan benar – benar menguji kemampuan Anda dalam mengendarai sepeda motor.

Untuk ujian praktek biasanya kendaraan sudah disediakan oleh Satpas SIM. Namun, di tempat lainnya ada juga yang memperbolehkan untuk menggunakan kendaraan pribadi. 

5. Identifikasi Tahap Akhir

Identifikasi tahap akhir bisa juga dikatakan sebagai proses finishing, yang mana akan dilakukan setelah Anda lulus ujian praktek. Pada tahapan ini, Anda akan diminta untuk melakukan pemotretan foto untuk kartu SIM Anda.

Setelah itu, Anda juga akan diminta untuk membubuhkan tanda tangan serta sidik jari Anda melalui komputer. 

6. Mengambil Kartu SIM yang Sudah Jadi

Setelah identifikasi tahap akhir selesai, maka Anda akan diminta untuk mengambil SIM C di loket antrian kantor kepolisian. Pada tahapan ini, Anda juga harus bersabar, karena biasanya memakan banyak waktu karena banyaknya antrian.

Seperti itulah tahapan – tahapan untuk membuat SIM C yang perlu Anda pahami. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Memiliki SIM C bagi para pengendara kendaraan bermotor roda dua adalah wajib, apalagi bagi Anda yang sudah berusia 17 tahun lebih.

Seperti yang sudah Anda baca di atas, membuat SIM C bukanlah hal yang menakutkan. Jika Anda bisa melewati setiap tahapan yang berikan, maka semua akan baik – baik saja. Yang perlu Anda tekankan pada diri Anda adalah keyakinan, bahwa Anda bisa melakukan semua tahapan dengan benar dan tepat.

Related Posts