Home Investasi Jangan Ragu! Inilah Saham Batubara yang Layak Dibeli dan Dikoleksi

Jangan Ragu! Inilah Saham Batubara yang Layak Dibeli dan Dikoleksi

by Greg Pascal
saham batubara

Harga batubara selama beberapa tahun ini mengalami kelesuan yang mengakibatkan kinerja sejumlah perusahaan batubara. Meski adanya penurunan tetapi, hal ini bukan berarti saham batubara tidak menarik perhatian. Semenjak datangnya pandemi Covid-19 tahun lalu, batubara mengalami penurunan dan memberikan dampak buruk bagi negara importir.

Meski adanya kelesuan, saham emiten masih layak untuk dimiliki seperti saham milik PT Indo Tambangraya Megah Tbk dan PT Adaro Energi. PT Indo Tambangraya Megah Tbk memiliki konsistensi dengan memberikan dividen yang besar yaitu 17,89 % dan 26,62% pada tahun lalu.

Selain itu, PT Adaro Energi yang telah memiliki rencana melakukan peningkatan penjualan dan efisiensi operasional. Perusahaan tersebut bisa memperoleh income sebesar USD 3,5 miliar dan clean profit hingga USD 410 juta.

Kini, tahun 2021 batubara global telah menguat dan diprediksi akan mengalami harga yang baik jika dibanding dengan tahun 2020. Seiring dengan adanya pemulihan ekonomi, harga batubara akan menjadi salah satu penopang dalam penguatan harga komoditas energi. Mengingat batubara menjadi bahan energi penggerak pabrik dan pembangkit listrik maka, masih akan terus digunakan sebelum belum ada energi terbarukan yang digunakan secara masif. Lantas, 2 jenis batubara yang layak untuk dikoleksi adalah ITMG dan ADRO. 

ITMG

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menjadi saham batubara yang masih terjangkau untuk dibeli. Saham ITMG akan membagikan US dollar 35,5 juta sebagai dividen final. Hal ini setara dengan rasio pembayaran 90% dari laba tahun berjalan pada 2020 yang telah mencapai US dollar 39,5 juta. 

Dividen final ini terbagi atas USD 22,8 juta atau setara dengan Rp 307 per saham yang telah didistribusikan kepada pemegang saham sebagai dividen interim tunai pada tanggal 24 November 2020. 

Sisanya, USD 12,7 juta atau setara dengan Rp 167 per saham (berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia tertanggal 26 Maret 2021) akan didistribusikan dalam bentuk dividen tunai kepada pemegang saham pada tanggal 29 April 2021, dengan recording date 16 April 2021. 

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dinilai memiliki prospek yang menarik diimbang dengan membaiknya prospek harga batubara. Meskipun ITMG telah mengalami kinerja keuangan yang menurun pada 2020, prospek ITMG ini dinilai cukup baik terutama setelah mengakuisisi perusahaan batubara lokal, yaitu Graha Panca Karsa (GPK).  

Proyeksi pendapatan ITMG 2021-2022 diperkirakan akan meningkat menjadi masing-masing USD 1,4 miliar (naik 16,9% secara YoY) dan USD 1,7 miliar (naik 21,8% YoY). Sementara laba bersih ITMG 2021-2022 akan meningkat masing-masing menjadi USD 122 juta (naik 208,9% YoY) dan USD 152 juta (naik 24,5% YoY).   

saham batubara

Baca Artikel Selanjutnya :

Rekomendasi untuk membeli saham ITMG ini bisa dilakukan dengan target Rp15.690 per saham. Pada rekomendasi ini adalah penurunan harga batubara global dan perubahan regulasi.

ADRO  

Tahun ini, ADRO akan mulai berganti kontraktor Pama Persada yang habis pada akhir Juli dengan Bukit Makmur serta kontraktor in house di bawah anak perusahaan Saptaindra Sejati. Inilah yang akan membuat ADRO jauh lebih kompetitif dalam segi biaya. Pertumbuhan saham ADRO ini secara jangka panjang akan diuntungkan pada penjualan batubara kokas di bawah Adaro Met Coal (AMC). Sementara, untuk membeli saham ADRO ini direkomendasikan dengan target harga yang bisa dilakukan Rp1.600 per saham.

Pada bulan April 2021, Harga Batubara Acuan (HBA) akan mengalami kenaikan 2,6% di level US dollar 86,68 per ton. Kinerja dari emiten tambang batubara dinilai akan terus prospektif kedepannya di tengah kenaikan harga komoditas emas hitam.

Sebelumnya, ada pergerakan harga batubara yang cukup downtrend tetapi, ternyata harga batubara masih bisa menguat hingga di atas US dollar 90 per ton. Hal ini karena Demand dari China masih menjadi alat yang kuat untuk harga batu bara. Berdasarkan data, terdapat Import China yang meningkat lebih dari 3x lipat pada kuartal I-2021. 

Selain itu, kedua batubara diatas yaitu ITMG dan ADRO bisa mulai dikoleksi atau dibeli. Diperkirakan adanya kenaikan harga batubara ini disebabkan karena adanya permintaan yang kuat dan akhirnya mendorong optimisme di pasar batubara China. Para pelaku industri batubara akan terus mempertahankan volume pertumbuhan di tahun ini. Hingga akhirnya akan bisa memastikan harga batubara akan tinggi selama sisa tahun 2021.

CLSA Sekuritas dan MNC Sekuritas menyarankan untuk membeli saham ITMG dan ADRO. Hal ini lantaran harga saham emiten batubara masih punya kesempatan untuk mengalami kenaikan. Seiring dengan adanya tren harga batubara yang tetap tinggi di tahun 2021 ini.

Lantas, itulah 2 rekomendasi saham batubara yang bisa dibeli dan dikoleksi, mengingat harga saham kedua batubara tersebut diprediksi akan terus mengalami perbaikan dan kenaikan.

Hingga akhir tahun 2021, harga saham batubara diperkirakan akan menguat dan naik. Lantas, inilah 2 jenis saham batubara yang layak untuk dibeli dan dikoleksi yaitu ITMG dan ADRO.

 

Related Posts