Home Investasi Investor Pemula Wajib Simak Risiko investasi Saham Berikut

Investor Pemula Wajib Simak Risiko investasi Saham Berikut

by Greg Pascal
risiko investasi

Apakah Anda hendak melakukan investasi saham? Jika Anda baru saja memulai investasi saham, maka Anda harus mengetahui risiko investasi saham terlebih dahulu. Investasi saham tak hanya mendatangkan keuntungan, namun Anda harus mengantisipasi kerugian. Setiap investor pasti mengalami kerugian. Perbedaan investor pemula dan investor yang sudah berpengalaman adalah cara mengantisipasi risiko dan kerugian investasi. 

Risiko Investasi Saham

1. Capital Loss

Apa itu capital loss? Istilah mudahnya adalah regi. Contoh mudahnya adalah Anda membeli saham dengan harga yang tinggi, kemudian Anda menjual saham tersebut dengan harga yang lebih rendah. Pastinya Anda akan mengalami kerugian. Investasi saham tak semudah membeli saham di harga murah kemudian menjualnya di harga yang tinggi. Banyak yang harus dipertimbangkan dalam investasi saham. Termasuk salah satunya risiko investasi saham yang satu ini. 

Kenaikan dan penurunan harga saham dipengaruhi oleh kondisi pasar. Kondisi pasar sendiri dipengaruhi oleh banyak hal. Contohnya terbitnya laporan keuangan, berita, dan kondisi ekonomi di dalam dan di luar negeri. Jika Anda investor pemula, capital loss pasti akan terjadi pada Anda baik cepat atau lambat. Harga saham di pasar modal tak selalu stabil. 

Namun Anda tak perlu khawatir. Capital Loss adalah hal yang wajar selama kerugian yang Anda alami masih terukur dan masih dapat tertutupi. Para investor yang berpengalaman sekalipun pasti mengalami kerugian di perjalanan mereka. Bedanya, investor berpengalaman mengetahui cara terbaik untuk meminimalisir kerugian tersebut.

Anda dapat memulai investasi dengan membeli saham murah namun tidak murahan semampu Anda untuk permulaan. Anda membutuhkan waktu untuk belajar. Cepat atau lambat Anda akan mengalami kerugian. Tentunya hal ini patut Anda pertimbangkan. Anda perlu mencari tahu mengapa Anda mengalami kerugian kemudian belajar dari kesalahan Anda. Jika Anda merasa proses Anda mengalami peningkatan, barulah Anda memulai bertransaksi di pasar dengan nominal yang lebih besar.

2. Susah jual

Contoh risiko investasi saham lainnya adalah susah jual. Transaksi di pasar modal terjadi jika ada penjual dan pembeli yang menawar di harga yang sama. Namun apabila penjual banyak namun tidak ada pembeli, maka transaksi tidak akan terjadi. Risiko investasi ini sering sekali terjadi pada saham-saham yang harganya berada di bawah. Banyak investor yang menjual saham murah di harga bawah, namun tidak ada yang mau membelinya. 

Bisa saja saham tersebut mengalami kenaikan harga. Masalahnya Anda tidak tahu kapan harga saham tersebut akan naik. Hal ini bisa menjadi pertimbangan Anda dalam berinvestasi saham. Uang Anda akan mengendap dalam waktu yang tak bisa ditentukan apabila risiko ini terjadi pada Anda. Anda harus mengetahui betul risiko saham yang Anda pilih dan mengambil keputusan dengan pertimbangan yang matang. 

risiko investasi

Baca Artikel Selanjutnya :

3. Suspensi saham 

Suspensi saham adalah memberhentikan perdagangan saham sementara oleh piak BURSA. Durasi suspensi saham bervariasi, mulai dari satu hari sampai bertahun-tahun. Penyebab suspensi saham sendiri juga banyak. Contohnya adalah saat pergerakan harga saham tidak wajar. Harga saham yang melambung tinggi kemudian menukik turun dalam waktu yang singkat. Contoh lainnya adalah obligasi, penyalahgunaan dana, sampai kesalahan dalam pencatatan laporan keuangan.

Jika Anda memiliki saham yang disuspensi sementara oleh pihak BURSA, Anda hanya perlu menunggu kapan suspensi tersebut dibuka kembali. Jika kesalahan perusahaan tidak terlalu berat, maka BURSA akan membuka suspensi tersebut. Namun, apabila kesalahan yang dilakukan berat dan pihak bersangkutan tidak bertanggung jawab, tidak menutup kemungkinan suspensi saham akan diperpanjang dan bisa saja menjadi permanen. 

4. Delisting

Risiko ini bisa dibilang risiko yang paling berat dibandingkan tiga risiko di atas. Delisting adalah penghapusan saham dari BURSA Indonesia. Artinya saham tersebut tidak bisa diperdagangkan lagi di pasar modal. Delisting sendiri memiliki dua jenis, delisting sukarela dan delisting paksa. 

Delisting sukarela memiliki risiko yang lebih kecil dibandingkan delisting paksa. Hal ini karena saham republik akan dibeli kembali oleh perusahaan. Sedangkan pada delisting paksa, risikonya sangatlah besar. Delisting paksa oleh pihak BURSA mengalami masalah yang berat. Contohnya adalah izin usaha yang dicabut, mengabaikan teguran BURSA, dan lainnya. 

Proses delisting tak terjadi secara langsung. Biasanya pihak BURSA akan memberikan teguran pada pihak yang bersangkutan. Apabila pihak yang bersangkutan masih melakukan kesalahan yang sama dan mengabaikan teguran, maka pihak BURSA mengambil tindakan delisting paksa sebagai penyelesaian. 

Risiko terburuk dari delisting adalah uang Anda akan lenyap begitu saja. Tentu saja hal ini akan sangat merugikan Anda. Anda harus mempertimbangkan secara matang saham yang akan Anda beli dan jual. Anda mungkin tak bisa lepas dari risiko, namun Anda dapat meminimalisir risiko yang Anda hadapi. 

Seperti itulah risiko investasi saham yang perlu Anda ketahui sebagai investor pemula. Anda bisa memulai berinvestasi kapan saja, namun Anda juga harus mempertimbangkan resiko nya. Jika Anda baru belajar berinvestasi, ada baiknya Anda memulai dengan saham yang kecil dan semampu Anda. Anda akan belajar seiring berjalannya waktu. 

Related Posts