Home Investasi Investasi Jangka Pendek yang Menguntungkan

Investasi Jangka Pendek yang Menguntungkan

by Lara Nifa

Tren investasi di Indonesia saat ini semakin meningkat tiap tahunnya, terutama di kalangan anak muda. Banyak dari mereka yang sangat antusias untuk mencoba mendalami investasi. 

Jenis investasi sendiri terbagi menjadi dua yaitu investasi jangka panjang dan jangka pendek. Perbedaan di antara keduanya terletak pada periode waktu dan tujuannya. Investasi jangka pendek biasanya digunakan untuk kebutuhan yang akan dipenuhi dalam waktu dekat misalnya biaya pernikahan, liburan dan hal lainnya yang sekiranya tercapai dalam 1-5 tahun ke depan. Sedangkan jangka panjang sebaliknya, bertujuan untuk persiapan hari tua atau pendidikan anak, misalnya.

Berikut ini ada 5 jenis investasi jangka pendek yang paling aman dan menguntungkan untuk dicoba terutama bagi pemula :

  • Deposito

Deposito adalah produk simpanan yang dikeluarkan oleh bank dengan jangka waktu tertentu dan penyetoran maupun pencairannya hanya bisa dilakukan pada  waktu yang telah disepakati. 

Jenis investasi ini mengharuskan nasabah untuk membayar minimal setoran awal yang besarannya sesuai dengan kebijakan masing-masing bank. Biasanya berkisar 5 juta – 10 juta rupiah.

Adapaun jangka waktu yang ditawarkan yaitu mulai dari 1, 3, 6, 12 bulan bahkan 36 bulan atau 3 tahun.  Jika nasabah ingin mencairkan dana simpanan sebelum waktu yang telah disepakati sebelumnya dengan pihak bank, maka nasabah akan dikenakan penalti.

Keunggulan dari deposito ini adalah semakin besar nominal uang yang disimpan dan semakin lama jangka waktunya, maka bunga yang akan diperoleh juga semakin tinggi. Selain itu, deposito memiliki risiko yang rendah karena dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). 

  •  SBR (Saving Bond Ritel)

Saving Bond Ritel atau biasa disebut dengan Surat Berharga Negara merupakan produk yang diterbitkan oleh pemerintah dengan tujuan untuk membiayai APBN. Seperti halnya deposito, SBR memiliki jangka waktu tertentu (tenor) yang ditetapkan pemerintah biasanya masa tenornya dua tahun. Namun jika ingin mencairkan sebelum masa tenor, maka bisa memanfaatkan early redemption (pencairan awal). Dana yang dicairkan pun hanya bisa dilakukan setelah satu tahun investasi dengan maksimal pencairannya yaitu 50% dari dana yang disimpan. 

Pembelian SBR ini bisa dilakukan ketika masa penawaran telah dibuka oleh pemerintah dengan penetapan kuota individu maupun kuota nasional dalam satu seri SBR. 

Investasi ini sudah sangat terjamin keamanannya dan terjangkau karena hanya dengan modal mulai dari 1 juta rupiah bisa digunakan untuk berinvestasi. Keuntungannya pun bisa mencapai 8% per tahun dengan sistem pembayaran kupon (imbal hasil) yang dibayarkan setiap satu bulan sekali. 

  • Reksadana 

Bagi para pemula yang ingin memulai peruntungan di pasar modal, maka investasi dengan reksadana patut untuk dicoba. Dana yang diinvestasikan akan dikelola oleh manajer investasi sehingga sangat memudahkan para investor pemula yang belum paham tentang analisa pasar.

Modal yang dibutuhkan juga relatif terjangkau hanya dengan puluhan ribu saja, para investor bisa menanamkan modalnya di reksadana. Selain itu, tingkat risiko pada investasi reksadana lebih rendah dibandingkan investasi saham. Dari segi keamanan, reksadana sudah terjamin aman karena diawasi oleh Otorasi Jasa Keuangan (OJK). 

  • Fintech P2P Lending (Peer to Peer Lending)

Fintech P2P Lending yaitu sebuah layanan pinjam meminjam berbasis teknologi yang menjadi penghubung antara peminjam dengan pendana (investor) secara online. 

Pendana yang menginvestasikan uangnya melalui P2P Lending akan mendapatkan keuntungan atau return dari suku bunga pinjaman yang dibayarkan peminjam. Return yang ditawarkan investasi ini lebih tinggi dibandingkan bunga deposito karena bisa mencapai 18% per tahun. 

Namun, risiko pada investasi jenis ini juga tinggi karena investor akan kehilangan dana yang dipinjamkan jika peminjam mengalami gagal bayar. Dana yang sudah diinvestasikan pun tidak bisa ditarik kapan saja sebelum masa investasi atau tenor pendanaan selesai.

  • Obligasi Ritel Negara

Obligasi Ritel Negara atau yang sering dikenal dengan ORI hampir sama dengan SBR, keduanya merupakan surat berharga negara yang diterbitkan pemerintah. Namun tetap ada perbedaan di antara SBR dan ORI, untuk memahaminya lebih lanjut berikut perbedaannya :

  • Jangka waktu ORI lebih lama yakni 3 tahun, sedangkan SBR hanya 2 tahun
  • Jenis kupon atau imbal hasil bersifat fixed (tetap) artinya besarnya bunga yang akan didapat selalu tetap dari awal sampai masa tenor selesai. Jika SBR bersifat floating (mengambang) berarti besaran imbal hasil akan disesuaikan menurut perubahan tingkat suku bunga Bank Indonesia.
  • Lain halnya dengan SBR, investasi ORI ini bisa diperdagangkan antar investor di pasar sekunder
  • Ada peluang investor akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar daripada SBR karena diperdagangkan melalui pasar sekunder. Keuntungan itu berasal dari selisih harga jika investor membeli ORI di harga rendah dan menjualnya kembali di harga tinggi

Related Posts