Home Investasi Instrumen Investasi Paling Populer di Indonesia

Instrumen Investasi Paling Populer di Indonesia

by Lara Nifa
instrumen investasi

Sudah dua tahun terakhir ini dunia investasi di Indonesia memiliki banyak peminat. Berinvestasi dijadikan pilihan oleh mereka yang mungkin awalnya hanya sekedar mencoba peruntungan, namun akhirnya mendapatkan passive income cukup besar dan menjanjikan.

Daftar Instrumen Investasi Paling Populer di Indonesia

Apabila Anda termasuk orang yang ingin berinvestasi, ada baiknya untuk mengenal dan mengetahui terlebih dahulu mengenai jenis-jenis instrumen investasi yang paling banyak diminati berikut ini :

Deposito

Deposito merupakan produk simpanan bank yang setoran dan penarikannya hanya dapat Anda lakukan pada jangka waktu yang telah disepakati dengan tenor antara 1 bulan hingga 2 tahun. Tabungan deposito sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu deposito on-call dan deposito berjangka serta sertifikat deposito dimana jenis yang satu ini memiliki jangka waktu kurang lebih satu tahun. 

Reksadana

Walaupun reksadana tidak termasuk dalam produk milik perbankan dan tidak dijamin pemerintah. Namun, nyatanya reksadana merupakan salah satu instrumen investasi yang dananya dipercayakan kepada MI dan tentunya sudah mendapat izin resmi dari OJK.

Reksadana terbagi menjadi empat, yaitu :

  • Pasar uang
  • Pendapatan tetap
  • Saham
  • Campuran

Anda bisa memilih diantara keempatnya berdasarkan dengan profil resiko. Misalnya seperti, bila Anda ingin mendapatkan imbal hasil yang besar, Anda bisa memilih reksadana saham. Namun, harus diingat bila jenis ini memiliki resiko yang tinggi.

Apabila Anda ingin bermain aman, dalam artian resiko yang akan dihadapi tidak terlalu besar, silahkan memilih reksadana dengan jenis pasar uang. Tetapi, reksadana ini juga imbal hasil yang diberikan tidak sebesar saham.

Saham

Selanjutnya adalah saham, dimana investasi yang satu ini dikenal dengan sebutan high risk and high return. Seperti sebutannya, instrumen ini mempunyai tingkat resiko tinggi, tetapi imbal hasil yang didapatkan juga besar.

Keuntungan yang didapatkan dari investasi jenis ini memang bergantung pada kinerja perusahaan dan pergerakan pasar dari emiten yang sahamnya Anda beli. Karena itu pada investasi saham ada istilah : 

  • Capital loss, yaitu kerugian yang berasal dari penurunan nilai saham. 
  • Capital gain, yaitu keuntungan yang berasal dari kenaikan nilai saham.

Emas

Selanjutnya ada emas atau dikenal dengan sebutan safe haven. Karena ketika Anda memiliki emas, baik batang atau perhiasan, akan sangat mudah menjualnya kapanpun dimanapun selama Anda memegang  sertifikat atau surat resminya.

Namun, bila Anda ingin berinvestasi. Ada baiknya membeli emas murni atau batangan, karena bila emas perhiasan akan biaya lain-lain yang nominalnya cukup tinggi apabila dibandingkan dengan harga emas itu sendiri dan ketika Anda menjual ingin menjualnya kembali, ongkos pembuatan tidak akan dihitung. Jadi bisa dikatakan bila Anda rugi.

Properti

Terakhir adalah berinvestasi pada properti. Memang untuk dapat berinvestasi pada instrumen yang satu ini, Anda akan membutuhkan modal yang besar. Namun, keuntungan yang Anda peroleh juga besar dan tentunya balik modal.

Seperti yang Anda ketahui bila berinvestasi pada rumah ataupun tanah pasti akan mengalami kenaikan antara 10 hingga 15% setiap tahunnya dan kebanyakan orang ketika menjual properti mereka pasti akan mematok harga yang lebih mahal.

Tips memilih investasi yang cocok

Bagi Anda yang ingin memulai untuk berinvestasi, namun bingung dalam menentukan instrumen investasi yang tepat. Berikut adalah beberapa tips yang mungkin bisa membantu Anda dalam memilih :

  • Anda harus mengetahui apa tujuan dari investasi tersebut? Misalnya untuk melanjutkan kuliah di luar negeri, menikah, atau hal lainnya. Kemudian berapa lama yang dibutuhkan? Jika 1 hingga 3 tahun, mungkin Anda bisa memilih berinvestasi pada emas, deposito atau reksadana. Namun, bila lebih dari itu pilihannya adalah saham, properti atau bisa juga reksadana campuran.
  • Jika sudah bisa menemukan alasan serta tujuan, selanjutnya adalah memahami mengenai profil risiko. Ini akan menunjukkan kesiapan Anda tentang kemampuan untuk menanggung resiko-resiko yang bisa saja terjadi di masa mendatang. Apakah Anda merupakan orang yang mudah menyerah atau menyukai tantangan?
  • Pilihlah investasi yang sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Jangan memaksakan diri untuk mengikuti jenis investasi yang harus mengeluarkan modal besar diawal. Apabila penghasilan Anda tidak besar, reksadana merupakan pilihan yang tepat dengan resiko yang tidak begitu tinggi.

Dalam memilih investasi harus dipikirkan secara matang dengan penuh pertimbangan. Jangan sampai Anda salah menentukan pilihan. Ada baiknya untuk berkonsultasi dengan orang-orang yang telah lebih dulu terjun ke dunia ini.

Cari informasi sebanyak mungkin tentang semua jenis investasi yang ada di Indonesia. Bila Anda takut dengan resikonya, maka bisa mencoba pada jenis yang minim resiko. Misalnya emas, deposito dan reksadana.

Namun, apabila sejak awal Anda adalah tipe yang menyukai tantangan dan kebetulan memiliki modal yang besar. Tidak ada salahnya untuk bermain saham, untuk investasi saham. Pastikan jika perusahaan tersebut memiliki kredibilitas baik dan terpercaya.

 

Related Posts