Home Administrasi Inilah Cara Perhitungan Pajak Penghasilan PPh 21

Inilah Cara Perhitungan Pajak Penghasilan PPh 21

by Greg Pascal
perhitungan pajak penghasilan

Perhitungan pajak penghasilan memang wajib diketahui oleh wajib pajak. Pasalnya, dengan memahami ini kita mengerti seluk beluk perhitungannya sehingga potongan pajaknya sesuai dengan apa yang diwajibkan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. 

Sebelum kita mulai mendiskusikan mengenai perhitungan pajak penghasilan, kita pahami dulu pengertian dan juga dasar hukum untuk pajak yang disebut sebagai pajak PPH 21 ini. Berikut ulasannya.

Pengertian Pajak Penghasilan

Pajak Penghasilan Pasal 21 atau yang sering disebut dengan PPh 21, adalah pungutan wajib yang ditentukan oleh pemerintah berdasarkan aturan yang telah dibuat dalam Undang Undang yang manan dalam hal ini adalah Pasal 21.

Objek pajak dari pemotongan gaji ataupun upah ini adalah dari pendapatan baik secara individu, baik itu bekerja dengan orang lain maupun juga mereka yang mempunyai usaha sendiri. Bisa disimpulkan bila PPh 21 adalah wajib pajak milik perseorangan.

Wajib Pajak PPh 21

Lalu siapakah yang merupakan wajib pajak dari PPh 21 ini? Mereka yang merupakan wajib pajak PPh 21 ini adalah pegawai, penerima uang pesangon ataupun pensiunan, anggota dewan komisaris pada perusahaan yang berbeda, peserta kegiatan yang mendapatkan gaji termasuk freelance, dll.

Sedangkan untuk kriteria dari wajib pajak untuk PPh 21 ini adalah yang sesuai dengan wajib pajak tersebut diatas dan memiliki penghasilan rata-rata di atas Rp. 4.5 juta perbulan. Bila berada di bawah angka tersebut maka disebut sebagai Penghasilan Tidak Kena Pajak. 

Selain itu, pegawai tidak tetap yang memiliki penghasilan Rp. 450 ribu/ hari serta mendapatkan bayaran lebih dari Rp. 4.5 juta perbulan juga menjadi wajib pajak penghasilan PPh 21.

Cara Menghitung Pajak Penghasilan PPh 21

Cara menghitung pajak penghasilan atau PPh 21 adalah sebagai berikut:

  1. Untuk pemilik penghasilan tahunan yang mencapai Rp. 50 juta per tahun akan dikenakan tarif mencapai 5% 
  2. Wajib pajak dengan pendapatan di antara Rp. 50 juta – Rp. 250 juta per tahun diwajibkan membayar pajak sebesar 15%.
  3. Wajib pajak dengan penghasilan Rp. 250 juta – Rp. 500 juta diwajibkan membayar pajak sebesar 25%.
  4. Wajib pajak dengan penghasilan di atas Rp. 500 juta pertahun diwajibkan membayar pajak sekitar 30%.
  5. Sedangkan untuk bentuk usaha tetap dikenakan tarif flat 28%.

perhitungan pajak penghasilan

Baca Artikel selanjutnya :

Selain berdasarkan peraturan di atas, cara untuk menghitung pajak penghasilan yang harus Anda bayarkan adalah sebagai berikut:

  1. Pertama-tama, hitung gaji bruto dalam satu tahun. Mulai dari gaji pokok, tunjangan, makan, kesehatan dll
  2. Kalkulasikan PTKP sesuai dengan status kekeluargaan, seperti sudah menikah atau belum, sudah punya anak atau belum.
  3. Kemudian kurangi dengan tunjangan biaya jabatan 5% dengan nilai maks. 6 juta dan iuran pensiun 5% dengan nilai maks. 2,4 juta. Kedua biaya tersebut berasal dari penghitungan gaji bruto dalam satu tahun.
  4. Selanjutnya Anda harus menghitung Penghasilan Bersih atau Penghasilan Neto yakni dengan rumus : Gaji Bruto – PTKP – Iuran Jabatan dan Pensiun = Gaji bersih
  5. Setelah pendapatan bersih atau netto didapatkan, Anda bisa kali dengan besaran tarif pajak yang berlaku.

Studi Kasus Perhitungan Pajak Penghasilan

Menghitung perhitungan pajak penghasilan memang tidak sulit. Ada banyak aplikasi yang bisa Anda manfaatkan untuk mendapatkan perhitungan secara mendetail. Namun agar Anda dapat memahaminya lebih jauh, maka berikut kami hadirkan studi kasus lengkap dengan penjelasannya.

Bima Caraka adalah seorang karyawan dengan penghasilan 8 juta per bulannya. Dia juga memiliki tunjangan uang makan sebesar 630 ribu rupiah dan tunjangan lain hingga 1 juta rupiah per bulan. Saudara Bima juga sudah memiliki seorang anak. Maka perhitungannya adalah:

1. Perhitungan Pemasukkan (Kotor)

Pertama kita akan menghitung semua pemasukan yang diterima oleh saudara Bima. Yakni dengan menghitungnya per tahun.

  • Gaji Pokok x 12 = 8 juta x 12 bulan= Rp. 96.000.000
  • Uang Makan x 12 = 630 ribu x 12 bulan= Rp. 7.560.000
  • Tunjangan x 12 = 1 juta x 12 bulan= Rp. 12.000.000
  • Totalnya Rp. 115.560.000,-

a. Pengeluaran

Kemudian kita menghitung biaya pengeluarannya.

  • PTKP: Rp. 63.000.000 (Sesuai dengan ketentuan)
  • Biaya Jabatan: Rp. 6.000.000
  • Iuran Pensiun: Rp. 3.000.000
  • Totalnya  Rp. 72.000.000,-

b. Penghasilan Bersih

Dari perhitungan pemasukan kotor, kita bisa menghitung penghasilan bersih dengan menggunakan perhitungan berikut:

Penghasilan Bersih = Total Pemasukan – Total pengeluaran

= Rp. 115.560.000 – Rp. 72.000.000

= Rp. 43.560.000

Berdasarkan dari peraturan, pajak dengan penghasilan bersih di bawah 50 juta rupiah adalah 5%. Oleh karena itu penghitungan pajaknya adalah Rp. 43.560.000 x 5%= Rp. 2.178.000 per tahunnya. Saudara Bima wajib membayar pajak setiap bulannya sebesar Rp. 181.500,-

Itulah informasi seputar cara perhitungan pajak penghasilan PPh 21 hingga informasi lainnya yang semoga bermanfaat untuk Anda yang mulai wajib membayarkan pajak. Dengan demikian, Anda bisa memperkirakan berapa pajak yang harus Anda bayarkan setiap bulannya. Jangan sampai telat.

Related Posts