Home Investasi Ini Dia Jenis Komoditas yang Harganya Dipengaruhi Naik Turun Inflasi

Ini Dia Jenis Komoditas yang Harganya Dipengaruhi Naik Turun Inflasi

by Lara Nifa

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan inflasi masih terkendali serta mendukung stabilitas ekonomi. Dia mencontohkan, IHK April 2022 mencatat inflasi bulanan sebesar 0,95% yoy. Sementara itu, dari sisi inflasi tahunan, Perry mengumumkan bahwa CPI untuk April 2022 tercatat sebesar 3,47% yoy. Ini di atas inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,64% yoy.

Perry menambahkan, kenaikan inflasi terjadi pada kelompok harga volatile food.Terutama dipengaruhi adanya kenaikan inflasi pada minyak goreng seiring dengan penyesuaian harga eceran yang lebih tinggi. Inflasi pada kelompok harga yang diatur oleh pemerintah sangat dipengaruhi oleh inflasi perjalanan udara, bensin, dan bahan bakar untuk rumah tangga.

Hal-hal yang menjadi penyebab inflasi

Tentunya inflasi tidak begitu saja terjadi. Perubahan harga tersebut biasanya dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu yang mana ketika dapat ditemukan atau diketahui penyebabnya tentu saja inflasi dapat segera dicegah serta dikendalikan. Berikut dibawah ini adalah faktor yang menjadi penyebab inflasi:

Beredarnya uang dengan cepat

Keadaan seperti ini di dunia ekonomi biasanya disebut dengan quantity teori inflation dan merupakan salah satu dari faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi. Adanya teori ini menjelaskan jika terdapat hubungan antara jumlah dari uang yang diedarkan dan harga.

Di mana barang yang diperjualbelikan memiliki jumlah tetap, namun uang yang ada di masyarakat jumlahnya lebih banyak. Maka ketika hal ini terjadi dapat berdampak pada kenaikan harga barang-barang di pasaran, tidak hanya barang saja, bahkan bisa mempengaruhi tarif dari layanan jasa.

Biaya produksi yang meningkat

Selain poin di atas mengenai beredarnya uang di masyarakat dengan cepat dan banyak, penyebab inflasi selanjutnya adalah terjadinya kenaikan pada biaya produksi di mana ketika harga bahan pokok mengalami kenaikan tentu akan membuat produsen dengan terpaksa menaikkan biaya produksinya. Di mana hal ini pasti akan berpengaruh kepada harga jual kondisi seperti ini disebut juga dengan cost push inflation.

Suku bunga meningkat

Seperti yang kita ketahui bersama jika suku bunga adalah biaya yang harus dibayarkan oleh debitur atas pinjaman yang diterimanya serta merupakan imbalan untuk kreditur atas investasinya. Dimana bila suku bunga tersebut mengalami kenaikan yang cukup tinggi dapat efektif mengurangi terjadinya money supply, tentunya hal ini akan meningkatkan atau menaikkan suku bunga pada sektor riil karena itu ketika suku bunga meningkat dapat menyebabkan inflasi di suatu negara.

Terjadinya kenaikan harga pada komoditi impor

Selain poin-poin yang ada di atas, inflasi juga bisa dipengaruhi karena terjadinya kenaikan harga pada komoditi impor serta membengkaknya utang negara di luar negeri. Hal ini terjadi karena diakibatkan terdepresiasinya nilai mata uang rupiah terhadap mata uang Amerika, yaitu dollar dan juga mata uang asing dari negara lain. Semua itu dapat disebut juga imported inflation.

Dikarenakan terjadi ketidakstabilan dari nilai tukar rupiah ke mata uang negara lain tentunya akan mempengaruhi arus investasi atau modal dalam dunia perdagangan internasional hal ini tentunya dapat berakibat meningkatnya biaya produksi serta berdampak kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.

Apa yang harus dilakukan ketika terjadi inflasi serta cara pencegahannya

Indonesia pernah mengalami inflasi yang cukup membuat gonjang-ganjing negara ini saat itu inflasi terjadi di tahun 1998 di mana angkanya mencapai 77,63% tentunya ini sangat berdampak pada segala aspek yang ada di Indonesia.

Bahkan saat itu terjadi PHK besar-besaran, di mana ada 22 juta pegawai yang dengan terpaksa harus di rumah kan bahkan tidak banyak juga dari mereka yang mendapatkan pesangon sebagaimana harusnya. Selain terjadi PHK besar-besaran ternyata saat itu angka kemiskinan pun menjadi melonjak hingga 50%.

Pada kenyataannya ketika terjadi inflasi pada suatu negara tentu akan berdampak kepada semua sektor usaha dan juga kehidupan. Berkaca dari pengalaman yang pernah terjadi di tahun 1998, maka pemerintah telah melakukan berbagai cara guna mencegah terjadi inflasi seperti saat itu. Berikut di bawah ini adalah hal-hal yang telah dilakukan oleh pemerintah:

Kebijakan moneter

Hal pertama yang diterapkan oleh pemerintah adalah kebijakan moneter di mana kebijakan ini dilakukan berhubungan dengan uang tujuannya untuk menciptakan keseimbangan. Satu-satunya cara yang dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan membatasi beredarnya uang di masyarakat, kemudian membatasi pemberian pinjaman atau kredit, lalu mengadakan operasi atau program pasar terbuka serta meningkatkan cadangan.

Kebijakan fiskal

Selanjutnya adalah kebijakan fiskal ini merupakan cara untuk mengelola pengeluaran serta penerimaan negara yang mana dapat dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mengurangi hutang luar negeri pengeluaran negara dan mengefektifkan pajak.

Membeli produk buatan dalam negeri

Cara terakhir yang diterapkan oleh pemerintah untuk mengurangi terjadinya inflasi dengan menekan ekspor adalah mengajak masyarakat untuk membeli produk buatan dalam negeri. Ini digaungkan oleh pemerintah bukannya tanpa alasan sebab apabila anda selalu membeli produk luar negeri, tentu akan terjadi yang namanya pertukaran nilai antara rupiah dan mata uang negara lain.

Padahal bila inflasi terjadi tentu biaya ekspor bisa menjadi lebih tinggi yang mana hal ini tentunya akan mempengaruhi harga dari barang tersebut. Karena itu Mari kita dukung program pemerintah dengan membeli produk buatan negeri sendiri karena sebenarnya produk Indonesia juga tidak kalah kualitasnya dengan produk luar.

Related Posts