Home Belanja Ikuti Marketing Ala Kak Jill Untuk Bisa Tingkatkan Penjualan

Ikuti Marketing Ala Kak Jill Untuk Bisa Tingkatkan Penjualan

by Lara Nifa

Baru-baru ini media sosial TikTok dihebohkan oleh kehadiran seseorang yang akrab dengan sapaan Kak Jill. Wanita yang memiliki nama asli Jill Shine ini dikenal dengan gaya nyentriknya saat berjualan gorden melalui live streaming. 

Bisnis gorden yang sudah dijalankan selama 15 tahun tersebut, justru kian laris manis setelah Jill memutuskan untuk mulai memanfaatkan platform digital. Ia menggunakan media sosial TikTok, yang mana aplikasi ini memang sedang digandrungi banyak orang. Bukan hanya sebagai wadah membuat konten-konten hiburan saja, nyatanya TikTok juga bisa dijadikan lahan untuk mendatangkan cuan.

Strategi Marketing Ala Jill Shine

Kak Jill berhasil membuat bisnisnya semakin terkenal. Dengan suara khas dan pembawaannya yang santai, Jill mampu menarik perhatian para penggemarnya. Orang-orang juga semakin terhibur dengan pemilihan jargon-jargon yang lucu saat mempromosikan produknya. Dengan suara dan gayanya yang khas, pemilik username Live Jill Gorden ini semakin mendulang popularitas. 

Bahkan saking menariknya, ratusan konten kreator sudah menggunakan filter dan sound  milik Kak Jill. Lantas, strategi marketing seperti apa sih yang digunakan Kak Jill ? Yuk, intip marketing ala Kak Jill di bawah ini supaya kamu bisa mendapatkan banyak konsumen dan meningkatkan penjualan!

  • Jadilah Penjual yang Ramah dan Interaktif

Persaingan bisnis online saat ini semakin ketat karena orang-orang terutama anak muda merasa dimudahkan dengan adanya belanja online. Namun setiap konsumen pasti ingin mendapatkan pengalaman berbelanja yang berbeda dan menyenangkan.

Oleh karena itu, sebagai pelaku bisnis kamu harus berusaha untuk selalu ramah dan interaktif dengan konsumen. Karena kualitas pelayanan termasuk hal yang akan terus diingat. Inilah yang tidak pernah lupa dilakukan oleh Kak Jill. Ia akan merespon setiap pertanyaan yang diajukan penggemarnya dengan ramah dan juga jelas. 

  • Memiliki Ciri Khas 

Meski dimudahkan dengan teknologi digital, sebaiknya konten yang dibuat jangan seadanya saja. Kalau cara yang kamu lakukan hanya ala kadarnya atau ikut-ikutan, belum tentu produkmu akan laku. Para konsumen lebih tertarik dengan promosi yang unik dan punya ciri khasnya sendiri.

Contoh yang dilakukan Kak Jill saat live streaming yaitu menyapa para penontonnya dengan panggilan khas ‘darling’, ‘sayang’, ‘adik-adik Kak Jill’. Dan dengan suaranya yang sangat khas, ia juga sering mengeluarkan tagline “Supa dupa TikTok darling” dan “10 gelombang kanan 10 gelombang kiri”

Kak Jill juga selalu tampil unik dengan gaya rambut dan makeup yang berbeda-beda. Dengan memiliki ciri khas tersendiri, maka semakin banyak orang yang tertarik ingin membeli produkmu.

  • Ketahui Waktu Posting Terbaik

Tips berikutnya yakni memahami karakter dari masing-masing platform digital yang akan kamu gunakan untuk mempromosikan produk. Dalam hal ini, kamu harus tahu waktu terbaik untuk posting konten maupun melakukan live streaming. Karena tiap platform memiliki waktu posting terbaik yang berbeda-beda. 

Tiktok

Jika dilihat berdasarkan statistiknya, 90% pengguna TikTok mengaksesnya setiap hari. Jadi, sebenarnya kamu bisa mengunggah konten kapan saja. Akan tetapi, ada waktu-waktu terbaik yang bisa kamu gunakan untuk mengunggah konten maupun melakukan siaran langsung. Berikut jadwal FYP TikTok terbaru :

  • Senin : jam 12 –1 siang 
  • Selasa : jam 3–4 sore dan 7–9 malam
  • Rabu : jam 11– 12 pagi dan 8-9 malam
  • Kamis : jam 12, 4 sore, 7 malam, dan 9 malam
  • Jumat : jam 11-12 dan 7-10 malam
  • Sabtu : jam 9-11 pagi dan 7–9 malam
  • Minggu : jam 7-11 pagi dan 4 sore sampai 9 malam 

Instagram

Instagram juga memiliki jadwalnya sendiri agar bisa meningkatkan traffic. Berikut waktu yang ideal untuk upload konten di Instagram yakni :

  • Rabu : 11.00 dan 15.00
  • Kamis : 14.00 dan 15.00
  • Jumat : 10.00 – 11.00 
  • Setiap hari pada pukul 02.00 dan 17.00 
  • Waktu yang tidak direkomendasikan yakni pukul 09.00 dan 18.00 
  • Minggu adalah hari terburuk untuk posting di Instagram 

Facebook

Lain halnya dengan media sosial yang satu ini, sekitar 75% engagement  terjadi di antara pukul 13.00 – 16.00 pada hari Senin sampai Jumat. Dan sebaiknya kamu tidak mengunggah konten di akhir pekan jika ingin mendapatkan engagement rate yang tinggi.

Twitter

Berbeda dengan platform lainnya, pelaku bisnis justru disarankan untuk posting di jam-jam kerja. Waktu idealnya yakni mulai pukul 09.00 hingga 15.00 pada hari Senin-Sabtu terutama Selasa dan Rabu. Hindari mengunggah konten jualan di atas pukul 15.00 karena di jam tersebut orang-orang sudah pulang kantor. 

  • Berikan Diskon

Membuat konten yang menarik itu memang penting, tetapi kamu juga harus memikirkan cara lainnya untuk memikat calon pembeli. Salah satunya yaitu dengan memberikan diskon maupun promo menarik lainnya. 

Strategi marketing ini bisa dilakukan ketika kamu melakukan siaran langsung. Berikan diskon dalam waktu yang terbatas agar para calon pembeli semakin cepat untuk melakukan pembelian. 

Related Posts