Home Investasi Hati – hati! Kenali Ciri – Ciri Investasi Saham Gorengan Demi Investasi yang Lebih Aman

Hati – hati! Kenali Ciri – Ciri Investasi Saham Gorengan Demi Investasi yang Lebih Aman

by Greg Pascal
saham gorengan

Bagai para investor pemula, sangat penting untuk mengetahui istilah saham gorengan ini, supaya tidak terjebak di dalam investasi yang malah merugikan diri Anda sendiri. Kasus mengenai saham gorengan sebenarnya sudah ada sejak lama dan semakin populer ketika ada kasus Jiwasraya yang terungkap, kira – kira semenjak pertengahan tahun 2019 lalu. 

Bahkan, semenjak kasus itu terjadi, bapak presiden kita, Joko Widodo, menegaskan bahwa tidak akan ada lagi yang namanya saham abal – abal atau gorengan. 

Sampai di sini, sudah tahukah Anda, apa itu sebenarnya saham gorengan? Kenapa keberadaannya seperti begitu menggencarkan banyak kalangan dan membuat resah? Pada artikel kali ini, kita akan mengupasnya secara tuntas.

Definisi Saham Gorengan

Saham gorengan adalah saham yang dianalogikan seperti gorengan sama halnya dengan tahu dan tempe yang digoreng yang mana semakin lama digoreng, maka rasanya akan semakin renyah. 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, saham gorengan memiliki rasa yang renyah. Dengan kata lain sahan gorengan adalah saham yang kenaikan nilainya jauh melebihi pasar. Namun, pergerakan harga nilai saham yang semakin hari semakin naik itu hanyalah sebuah rekayasa dari pelaku pasar yang memiliki tujuan tertentu. 

Cara Kerja Saham Gorengan

Pertama – tama, mereka bekerja dengan cara menyebarkan isu – isu bohong, yang mana isu tersebut berkaitan dengan kinerja saham gorengan tersebut.  

Setelah isu – isu mengenai saham gorengan tersebut tersebar, maka akan membuat target pembelian saham palsu dengan tujuan supaya banyak investor menjadi tertarik dengan sahan yang ditawarkan 

Selanjutnya, karena banyak investor yang melirik saham tersebut, harga saham tersebut akan menjadi semakin tinggi. 

Karena kenaikan harga saham yang tinggi tersebut, akhirnya banyak investor lain pula yang tertarik dengan saham tersebut. Jika sudah begitu, maka bandar saham akan segera menjualnya, dan harga jualnya tentu sudah akan menjadi jauh lebih tinggi daripada saat bandar membeli saham tersebut.

Setelah saham tersebut dijual oleh bandar, maka saham sudah tidak lagi likuid. Di sinilah letak kerugian seorang investor yang sebenarnya mereka terjebak dalam pembelian saham yang tidak potensial, sedangkan mereka sudah terlanjur menginvestasikan uangnya. 

saham gorengan

Baca Artikel Selanjutnya :

Ciri – Ciri Saham Gorengan

Supaya Anda tidak terjebak dalam berinvestasi, berikut kami berikan beberapa ciri saham gorengan yang bisa merugikan Anda. Jika Anda menemui saham dengan ciri – ciri berikut ini, sebaiknya Anda hindari saja.

1. Terdaftar di Unusual Market Activity (UMA)

UMA (Unusual Market Activity) adalah daftar saham yang diklasifikasikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai saham yang memiliki perubahan harga yang tidak biasa atau bisa dibilang aneh. 

Ketika BEI melihat daftar perubahan harga saham yang sangat signifikan, maka BEI akan memasukkannya ke dalam daftar UMA (Unusual Market Activity). 

Namun, meskipun begitu, tidak semua saham yang terdaftar di UMA termasuk saham gorengan. Hanya saja, BEI telah memberikan rambu – rambu untuk Anda supaya Anda berhati – hati ketika saham yang akan Anda beli masuk ke daftar UMA (Unusual Market Activity).

2. Adanya ketidakwajaran terhadap volume dan nilai transaksi harian

Volume dan nilai transaksi saham untuk lapis kedua dan ketiga biasanya lebih rendah dari pada lapis pertama. Jadi, ketika Anda menemukan bahwa saham lapis kedua dan ketiga lebih tinggi daripada lapis pertama, Anda patut untuk mewaspadainya, karena bisa saja saham tersebut termasuk saham yang sedang digoreng oleh bandar. 

Selain itu, Anda bisa juga melihat melalui posisi bid dan offer dari saham tersebut. Posisi antara bid dan offer saham gorengan biasanya tipis, namun transaksinya ada di jumlah yang cukup besar.

3. Tidak adanya kesesuaian antara kinerja keuangan dan informasi emiten dengan kenaikan harga

Ciri yang ketiga adalah tidak adanya kesesuaian antara kinerja keuangan dan informasi emiten dengan kenaikan harga saham. Sebagai contoh adalah ketika ada perusahaan yang kondisi keuangannya turun lebih dari 50% dan di sisi lain, harga saham tersebut malah meningkat. 

Contoh Saham Gorengan

Menurut beberapa analisa yang kami peroleh dari beberapa sumber, berikut ini adalah beberapa contoh saham gorengan

  1. Saham Inti Agri Resources, Tbk. (IIKP)
  2. Saham Alfa Energi Investama, Tbk. (FIRE)
  3. PT Buana Listya Tama (BULL)
  4. PT Sampoerna Agro (SGRO)
  5. PT Victoria Insurance (VINS)

Itulah yang dapat kami jelaskan mengenai apa itu saham gorengan, ciri – cirinya, serta contoh – contohnya. Supaya bisa terhindar dari yang namanya saham gorengan, Anda harus rajin memantau harga pasar. Saham gorengan adalah saham hasil permainan bandar, jadi Anda akan kesulitan untuk menebak kapan harga saham akan naik dan kapan harga saham akan turun. 

Dengan rajin memantau pasar, maka Anda akan menjadi lebih up to date mengenai harga saham. Jika Anda mendapati bahwa nilainya sudah melebihi batas toleransi, Anda bisa menjualnya. 

Related Posts