Home Bisnis dan Usaha Harga Sapi Kurban Meningkat Gara-gara PMK

Harga Sapi Kurban Meningkat Gara-gara PMK

by Lara Nifa

Pada tahun ini para pedagang hewan untuk kurban telah memastikan jika harga dari hewan kurban tersebut akan mengalami kenaikan sampai dengan 10%. Hal ini terjadi juga bukan karena tanpa alasan, sebab adanya wabah PMK menjadi salah satu faktor penghambat ketersediaan stok. 

Selain itu Nanang Purus selaku ketua umum dari PPSKI juga menyampaikan bila harga per kilo dari hewan-hewan kurban tersebut sudah naik di angka 72 ribu rupiah.

Nanang juga menyampaikan jika kebanyakan bobot sapi yang diincar oleh para pembeli untuk kurban biasanya memiliki berat antara 250 hingga 300 kg. Jadi apabila dikalikan dengan kenaikan harga saat ini harganya bisa mencapai 22 juta dari yang tahun lalu hanya sekitar 18 hingga 19 juta per ekornya.

Apa yang dimaksud dengan wabah PMK?

Wabah ini biasanya akan menyerang hewan ternak yang penyebab utamanya adalah virus dan tentu dapat menular. Hewan ternak yang tertular wabah ini biasanya akan menunjukkan gejala seperti demam, kemudian air liur keluar dalam keadaan kental lalu terjadi blister di bagian mulut serta kaki dari hewan tersebut. 

Hewan ternak yang biasanya bisa terkenal wabah ini adalah rusa, unta, sapi, kambing, kerbau, domba dan juga babi. Pada umumnya wabah PMK memang tidak mematikan untuk hewan ternak yang berusia dewasa.

Tetapi ini tidak berlaku pada hewan yang masih kecil atau muda, karena sistem imunitas dari hewan berusia muda biasanya jauh lebih lemah dibandingkan yang sudah dewasa. Tentunya ketika hewan-hewan tersebut terkena wabah ini dan mengalami kematian akan menjadi kerugian tersendiri bagi peternaknya.

Penyebab utama dan munculnya wabah

Seperti yang sebelumnya telah disampaikan jika wabah ini disebabkan adanya virus yang bernama Aphthovirus, dimana masuk dalam famili Picornaviridae. Jenis dari virus ini sendiri terbagi menjadi 7 ini adalah yang telah dapat terdeteksi, yaitu Asia1, SAT3, SAT2, SAT1, C, O, dan A.

Semua jenis ini merupakan endemik di negara berbeda yang ada di seluruh dunia di mana tentunya masing-masing negara membutuhkan vaksin berbeda bagi ternak dan disesuaikan dengan spesifikasi yang ada pada negara tersebut.

Menurut organisasi dunia yang mengurus tentang kesehatan hewan wabah PMK ini diperkirakan telah menyebar sekitar 77% pada hewan ternak yang terdapat di Afrika Asia Timur tengah dan sebagian dari negara Amerika Selatan. Lalu menurut mereka virus ini bisa mudah ditularkan melalui feses, susu, air liur, mukus dan nafas.

Pengaruh dari PMK terhadap hewan ternak

Penyakit PMK ini merupakan penyakit yang bisa sangat menyiksa bagi hewan ternak. Karena ketika terjadi blister, yaitu kantung besar di mana itu berisi air yang membesar di kulit hewan. Saat kantung tersebut pecah bisa meninggalkan luka dalam ukuran yang cukup besar dan terbuka, luka inilah yang membuat hewan ternak menjadi kesakitan.

Biasanya kulit yang mengalami blister ini membutuhkan waktu 10 hari sampai sembuh dan menutup sempurna. Cukup beruntung ketika blister muncul pada bagian kulit yang ada di badan, tetapi jika luka tersebut terdapat di area kaki bisa membuat hewan ternak anda menjadi kesulitan ketika berjalan.

Bahkan ada kalanya luka ini muncul di area mulut dan ini bisa membuat hewan ternak kehilangan nafsu makan dan minum mereka karena rasa sakit yang mereka rasakan pada area tersebut. Bila luka ini muncul pada ternak yang sudah dewasa mungkin Daya juang mereka untuk hidup lebih besar dibandingkan ternak yang usianya masih muda, sebab bisa saja ternak-ternak muda ini menjadi lemas dan berujung pada kematian.

Cara penanggulangan serta pemberantasan wabah PMK

Adanya wabah ini bukan berarti tidak bisa ditanggulangi atau disembuhkan oleh kita. Karena bagaimanapun peranan dari pemilik ternak juga menjadi salah satu faktor kesembuhan hewan-hewan ternak tersebut hingga akhirnya bisa dijual dan mengurangi kerugian. Berikut di bawah ini adalah cara yang bisa Anda lakukan untuk saat ini :

  • Seperti yang anda ketahui jika wabah PMK ini belakangan muncul di wilayah Jawa Timur karena itu ada baiknya sementara ini tidak melakukan jual atau beli ternak yang berasal dari sana seperti misalnya area Gresik, Sidoarjo, Lamongan dan juga Mojokerto. Hal ini dihimbau guna mengurangi penyebaran wabah ke daerah lain.
  • Lalu yang kedua ketika anda menemukan ternak di dalam kandang yang memperlihatkan gejala liur berlebih hingga berbusa kemudian ada luka atau sariawan di sekitar lidah, gusi, ambing susu, kuku kaki atau pada area tertentu segera laporkan ke pihak puskeswan yang ada di dekat atau di lingkungan Anda.
  • Lalu jika muncul gejala seperti tidak mau makan malas bergerak juga terlihat lesu pada hewan ternak Anda juga harus secepatnya menghubungi pihak puskeswan terdekat.

Demikianlah informasi yang dapat diberikan seputar wabah PMK yang belakangan ini merebak di beberapa wilayah yang ada di Indonesia dan menyerang hewan ternak. Adanya wabah ini tentunya juga harus diimbangi dengan para pemilik ternak.

Anda haruslah selalu memperhatikan kesehatan hewannya dan kebersihan kandang dan pastikan untuk langsung memisahkan hewan ternak anda ketika ada yang bergejala tmk dengan tujuan supaya tidak menulari hewan yang masih sehat.

Related Posts