Home Regulations Dinilai Paling Ampuh Menekan Penyebaran Covid, Apa Itu PPKM?

Dinilai Paling Ampuh Menekan Penyebaran Covid, Apa Itu PPKM?

by Lara Nifa
Dinilai Paling Ampuh Menekan Penyebaran Covid, Apa Itu PPKM?

Presiden Joko Widodo, baru-baru ini menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang lebih kita kenal dengan istilah PPKM Darurat. Mungkin sebagian dari kalian hanya mengerti dari kepanjangan PPKM saja, namun tidak benar-benar memahami apa maksud dari PPKM beserta dengan tingkatan-tingkatannya.

Apa itu PPKM?

Masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya mengenai PPKM. Apa pengaruhnya di dalam program penanganan penyebaran covid 19?

Seperti yang And tahu, PPKM merupakan kependekan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Peraturan ini diadakan dengan maksud agar bisa mengurangi terjadinya penyebaran virus covid karena seluruh masyarakat akan membatasi kegiatan diluar rumah.

Sebenarnya sebelum ditetapkannya PPKM Darurat, pemerintah telah memberlakukan program PPKM Mikro tingkat 1, namun hal tersebut kemudian diperpanjang hingga diadakannya PPKM Darurat.

PPKM Darurat ini diberlakukan ketika lonjakan kasus covid 19 meningkat dengan drastis. Hal tersebut ditentukan berlandaskan keadaan yang terjadi pada wilayah Jawa dan Bali semakin tinggi.

Pada PPKM Darurat dibagi menjadi beberapa level yang kesemuanya didasari oleh jumlah lonjakan kasus covid 19, berikut dibawah ini levelnya :

  1. Level 1 berdasarkan dengan adanya jumlah pasien positif cov-19, tidak lebih dari 20 orang dari total 100 ribu orang penduduk. Hanya ada 5 penderita covid 19 di RS rujukan, per 100 ribu serta 1 kasus meninggal dunia banding 100 ribu penduduk pada daerah tersebut.
  2. Level 2 berdasarkan dengan adanya jumlah pasien positif cov-19, dari 20-50 orang dari total 100 ribu orang penduduk. Selain itu ada 5 hingga 10 pasien penderita covid 19 di RS rujukan, per 100 ribu serta 1 hingga 2 kasus meninggal dunia banding 100 ribu penduduk pada daerah tersebut.
  3. Level 3 berdasarkan dengan adanya jumlah pasien positif cov-19, dari 50-150 orang dari total 100 ribu orang penduduk. Ada 10 hingga 30 pasien penderita covid 19 di RS rujukan, per 100 ribu serta 2 hingga 5 kasus meninggal dunia banding 100 ribu penduduk pada daerah tersebut.
  4. Level 4 berdasarkan dengan adanya jumlah pasien positif cov-19, lebih dari 150 orang dari total 100 ribu orang penduduk. Dengan 30 pasien penderita covid 19 di RS rujukan, per 100 ribu serta lebih dari 5 kasus meninggal dunia banding 100 ribu penduduk pada daerah tersebut.

Aturan PPKM

Berikut di bawah ini adalah beberapa aturan yang diterapkan ketika PPKM Darurat dilaksanakan pada wilayah Jawa dan Bali :

  1. Untuk sektor pada bidang non-esensial akan menerapkan WFH (Work From Home) secara 100%.
  2. Kegiatan pada pusat perbelanjaan, seperti mal dan pusat perdagangan sementara akan ditutup sementara hingga level PPKM Darurat menurun.
  3. Kegiatan untuk belajar mengajar menggunakan sistem daring (online), hingga jumlah kasus covid 19 menurun.
  4. Kegiatan peribadatan di tempat ibadah akan dihentikan sementara.
  5. Bila ada yang ingin menggelar acara pernikahan, hanya diizinkan mengundang atau berjumlah 30 orang termasuk mempelai dan petugas dari kantor catatan sipil/ KUA.
  6. Tamu undangan tidak diperbolehkan untuk makan di acara resepsi dan wajib mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
  7. Kegiatan yang berhubungan dengan acara kesenian dan olahraga akan ditiadakan untuk sementara waktu,
  8. Pada sektor esensial diperbolehkan, dengan catatan hany 50% total karyawan yang bisa datang untuk WFO (Work From Office). Harus mematuhi protokol kesehatan, sektor ini seperti perbankan, perhotelan, telekomunikasi, pasar modal serta industri ekspor.
  9. Pada sektor kritikal diizinkan 100% WFO dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang termasuk pada sektor ini adalah kesehatan, energi, logistik, industri minuman dan makanan, keamanan, transportasi, petrokimia, utilitas dasar dan konstruksi.
  10. Untuk pasar tradisional, warung kelontong, swalayan dan toko yang menjual kebutuhan sehari-hari hanya dapat beroperasi hingga pukul 20:00 WIB dan pengunjung hanya 50%.
  11. Pengguna transportasi umum penumpang maksimal adalah 70% dari kapasitas seharusnya dan wajib mematuhi protokol kesehatan.
  12. Seluruh masyarakat Indonesia selama beraktivitas diluar rumah, wajib menggunakan masker, menjaga jarak setidaknya 1,5 meter dan selalu menjaga kebersihan.
  13. Jika ingin jajan atau membeli makan di luar, disarankan untuk dibungkus.
  14. Setiap kali masuk ke pusat perbelanjaan, wajib melakukan scan kode QR dan harus sudah vaksin.

Demikianlah sedikit informasi mengenai PPKM Darurat yang ditetapkan oleh pemerintah guna memutus peredaran virus covid 19, seperti Anda ketahui sebelum penerapan PPKM ini jumlah korban meninggal sangat fantastis. Namun, saat ini bila Anda perhatikan kita sudah tidak lagi mendengar suara sirine ambulan sesering sebelum PPKM.

Jadi, sepertinya penerapan PPKM Darurat beberapa bulan terakhir ini bisa dikatakan efisien dalam mencegah penularan virus covid 19, disarankan untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan menjaga jarak.

Related Posts