Home Bisnis dan Usaha Tata Cara Membuat Desain Angkringan Rumahan

Tata Cara Membuat Desain Angkringan Rumahan

by Lara Nifa
gerobak angkringan

Anak muda zaman sekarang tak ragu dan segan untuk nongkrong di angkringan. Kesan angkringan yang ketinggalan zaman sudah berubah dan mulai sering jadi pilihan tempat nongkrong bagi mereka.

Saat ini banyak model angkringan yang memadukan ciri khas tradisionalnya dengan konsep-konsep modern. Selain dekorasinya yang lebih mirip sebuah cafe, banyak pula yang menyediakan akses wifi sehingga bisa nyaman untuk duduk ngobrol berlama-lama.

Angkringan sebagai pilihan usaha

Setelah makin diminati, saat ini kita semakin sering mendapati angkringan mulai menjamur. Tidak hanya di kota-kota seperti Jogja dan Solo yang identik dengan ciri khas tradisinya, angkringan juga merambah ke kota-kota lain.

Hal ini mendatangkan peluang usaha baru bagi mereka yang ingin berbisnis kuliner dan tempat nongkrong.

Mengusung desain angkringan rumahan sebagai konsep utama

Setelah paduan konsep-konsep baru angkringan semakin populer, peluang membuka usaha ini jadi semakin lebar. Tidak hanya konsep-konsep cafe modern yang memerlukan banyak modal dan persiapan saja, konsep usaha rumahan yang sederhana juga bisa diterapkan pada angkringan.

Konsep angkringan rumahan ini sudah mulai banyak diterapkan oleh para pelaku usaha angkringan. Selain karena dekorasinya sederhana, perlengkapan yang dibutuhkan juga tergolong mudah.

Selain itu ada peluang untuk memangkas biaya sewa tempat, karena pelaku usaha bisa menggunakan rumah pribadinya untuk tempat usaha. Tentunya ini membuat realisasi usaha angkringan rumahan menjadi lebih mudah dan cepat.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika pelaku usaha ingin memulai membuka angkringan rumahan. Terutama terkait desain utama angkringan rumahan. Hal ini untuk tetap menyelaraskan konsep utama angkringan dengan konsep rumahan yang sederhana.

  • Memiliki ciri khas angkringan

Hal terpenting yang harus diperhatikan adalah ciri khas angkringan itu sendiri. Jangan sampai para pengunjung salah mengidentifikasikan angkringan yang kita buka dengan usaha kuliner lain.

Setidaknya pengunjung harus bisa merasakan kesan dan ciri khas  angkringan ketika sedang berada di dalamnya. Hal ini bisa dari dekorasi ataupun sajian menu di dalamnya.

  • Gerobak sebagai landmark angkringan

Hal yang melekat dan paling bisa dikenali dari angkringan adalah hadirnya gerobak. Kita bisa men-display gerobak di bagian depan sebagai dekorasi utama. Biasanya gerobak ini juga berfungsi sebagai tempat makanan yang bisa diambil secara prasmanan.

Dalam konsep angkringan tradisional si penjual membuat minuman dan menyajikannya secara langsung di gerobak ini. Namun kita bisa membatasi fungsi gerobak ini dan mengalihkan beberapa fungsinya di bagian lain.

Misalnya kita tetap menggunakan dapur untuk aktivitas pembuatan menu makanan dan minuman yang tidak bisa tersaji secara langsung. Selain itu kita juga bisa menyeting kursi di bagian lain tanpa harus menggunakan kursi panjang yang biasanya berada di samping gerobak.

  • Memanfaatkan model rumahan

Dengan menggunakan rumah sebagai tempat usaha, kita juga harus memaksimalkan bentuk dan ruang yang tersedia. Ruangan yang tersedia bisa kita manfaatkan sebagai tempat pengunjung makan dan bersantai.

Kita bisa menyusun sejumlah meja dan kursi sesuai kapasitas yang tersedia. Pun jika tidak tersedia meja dan kursi, kita bisa menerapkan model lesehan dengan cukup menyediakan tikar atau karpet.

  • Menu khas angkringan

Setelah memperhatikan kelengkapan ruang dan dekorasi, hal yang harus kita perhatikan selanjutnya adalah menu. Tentunya kita tidak bisa menyajikan sembarang menu.

Paling tidak kita tetap harus menyajikan beberapa menu yang memang khas dan menjadi ikon angkringan.

Kita tetap harus menyediakan makanan-makanan yang biasa hadir pada angkringan. Kita tinggal menyajikan makanan-makanan yang sudah siap saji secara prasmanan.

Yang tak boleh ketinggalan tentunya nasi kucing, beberapa jenis gorengan, dan bermacam sate sundukan. Selain itu juga ada beberapa lauk, seperti kepala dan ceker ayam, dan bermacam-macam sayuran.

  • Promosi di media sosial dan aplikasi layanan pesan antar

Setelah semua persiapan untuk beroperasi sudah terpenuhi, tentunya kita juga harus menjalankan beberapa strategi penjualan untuk menarik konsumen. Dalam cara tradisional lama, usaha kuliner biasanya mensyaratkan lokasi strategis yang dekat dengan akses keramaian.

Hal ini tidak berlaku untuk saat ini. Strategi penjualan saat ini sudah dipermudah dengan adanya media sosial yang memudahkan akses penjual kepada konsumen. Kita bisa memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi.

Selain sosial media, hadirnya aplikasi layanan pesan antar juga dapat membantu promosi usaha kita. Saat ini sudah banyak usaha kuliner yang tidak bergantung kepada lokasi-lokasi yang strategis.

Kita bisa tetap memiliki akses kepada konsumen cukup dengan membuka usaha di rumah dengan dibantu aplikasi layanan pesan antar.

Selain membuka peluang kepada pemesanan dari konsumen yang tidak harus datang langsung di tempat, aplikasi layanan pesan antar juga bisa digunakan untuk mengenalkan usaha kita kepada konsumen.

Itulah beberapa hal terkait desain angkringan rumahan yang bisa kita tahu. Setelah mengetahui seperti apa desain angkringan rumahan, dan apa saja yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini, kita bisa memulai merealisasikannya. Selain bisa dilakukan di rumah, konsep ini juga mudah dijalankan dengan modal kecil karena cukup membutuhkan persiapan dan perlengkapan yang sederhana.

Related Posts