Home Bisnis dan Usaha Dasar Survei Sebelum Kamu Membuka Bisnis Kuliner 

Dasar Survei Sebelum Kamu Membuka Bisnis Kuliner 

by Lara Nifa

 

Bisnis menjadi ladang cuan yang menjanjikan. Banyak dari kita yang mencoba untuk membuka bisnis, baik pemula maupun yang sudah lama berada di bisnis ini. Salah satu ladang bisnis yang tidak pernah mati adalah bisnis kuliner.

Aktivitas makan adalah salah satu kebutuhan primer selain sandang dan papan. Setiap orang pasti memerlukan makan minimal tiga kali sehari. Itu untuk makanan berat, dari bisnis kuliner tersebut banyak lagi cabang yang bisa dijadikan bisnis. Kamu yang hobi memasak pasti sangat cocok untuk bisnis ini. Kemampuan membuat dessert, appetizer, atau main course akan menjadi modal yang baik untuk kamu yang mau memulai bisnis ini. 

Keragaman kuliner yang ada di indonesia sedikit banyaknya sudah menunjukkan beragam pilihan yang bisa dijadikan bisnis. Seperti yang sudah banyak kita ketahui pula, bisnis ini memiliki pasar yang luas, tetapi jumlah bisnis kuliner juga tentunya menjalar ke mana-mana. 

Buat kamu yang bingung dan takut salah langkah membuka bisnis kuliner, kamu harus mempertimbangkan beberapa dasar survei. Kamu bisa merencanakan lebih matang bisnis kamu melalui survei yang tepat. 

Media Sosial

Apa pun jenis kulinernya, media sosial adalah ruang untuk berbagi. Tidak hanya bertumpu pada sajian dan rasa kulinernya, bisnis ini juga harus mempertimbangkan tempat yang nyaman untuk santap. 

Kalangan kaum milenial yang hampir seluruhnya memiliki media sosial, senang berbagi menu yang ia makan. Tidak hanya soal plating makanan, suasana tempat kuliner juga bisa jadi nilai tambah. Perlu memperhatikan konsep yang unik dan instagramable.

Sembari menunggu makanan, konsumen bisa membagikan ke media sosial dekorasi tempat kuliner atau sudut-sudut yang eye catching.

Survei mengenai media sosial ini perlu dilakukan mengingat di era yang semakin maju ini, tren share and post adalah salah satu gaya hidup. 

Survei Target

Pertimbangan sebelum membuka bisnis kuliner adalah kepada siapa bisnis ini akan dipasarkan. Jenis kuliner yang beragam juga memiliki pasar yang beragam. Target pasar ini akan menjadi dasar suasana tempat kuliner yang akan kita desain, demografi, daya beli konsumen, dan jenis kuliner. Survei akan membutuhkan waktu untuk kita analisis, sehingga pada akhirnya akan menyimpulkan jenis kuliner yang seperti apa yang akan kita buka. 

Memang kita tidak membatasi pengunjung dengan kriteria khusus. Target pasar dalam hal ini untuk melihat pasar yang dominan atau daya tarik paling besar berasal dari target pasar yang mana. 

Ketika kuliner yang akan dibangun berada di dekat kampus, maka target pasar yang paling pas adalah mahasiswa. Kamu bisa menentukan makanan apa yang banyak diminati mahasiswa dengan kisaran harga yang sesuai kantong mereka. Hal ini juga dapat dilihat dari gaya hidup mahasiswanya. Berbeda target pasar, maka berbeda pula hal-hal yang akan mengikutinya. 

Menu

Produk utama dari bisnis kuliner adalah makanan yang disebut sebagai menu. Jika target pasar kamu adalah kelompok konsumen yang lebih dominan belanja di pagi hari, kamu bisa menjual menu bubur ayam, lontong sayur, soto, nasi lemak, atau jenis kulineran pagi di tempatmu berada. 

Kalau kuliner yang kamu ingin buka adalah jenis tertentu seperti makanan olahan ayam, bisa kamu tentukan beberapa menu yang bisa ditawarkan ke pelanggan. Kamu bisa mencoba membuat ayam bakar, ayam goreng, kulit ayam, ayam penyet, ayam geprek, atau lainnya. Ketertarikan konsumen dengan menu yang kita tawarkan jika memiliki perbedaan dari kuliner ayam sejenis. Perlu juga kamu menginovasikan menu tersebut agar mendapat nilai jual yang lebih tinggi. 

Keunggulan dan Kelemahan

Proses survei juga harus memperhatikan apa yang bisa menjadi keunggulan bisnis kita dari bisnis yang lain. Kelemahan bisnis lain dapat kita jadikan keunggulan di bisnis terbaru kita. Hal ini mampu menarik pelanggan, sebab permasalahan yang ada di bisnis C dapat diatasi di bisnis kamu. 

Setiap bisnis selalu memiliki kekurangan. Survei yang kamu lakukan, misalnya ada pada rasa makanan, apakah terlalu asin atau terlalu manis, porsi yang terlalu sedikit dengan harga relatif mahal. Kamu bisa mencoba meracik menu dengan menyesuaikan keinginan pasar. 

Ada juga yang mengeluhkan soal pelayanan bisnis kuliner yang tidak cekatan atau sering salah mengantar menu. Kamu bisa mengedepankan pelayanan konsumen yang lebih baik dengan teknologi canggih yang meminimalisasi kesalahan menu. 

Keunggulan yang dimiliki oleh bisnis kamu akan menjadi nilai jual yang tidak mudah direbut oleh bisnis sejenis lainnya. 

Jika bisnis kuliner yang jadi target pasarmu adalah keluarga, salah satu keunggulan yang ada di bisnismu dengan menyediakan kursi untuk anak-anak dan taman bermain.

 

Empat dasar survei di atas dapat kamu lakukan sebelum membuka bisnis kuliner. Dengan memperhatikan dasar survei itu akan mempermudahmu untuk menyusun strategi pemasaran dan menu yang akan dijual. 

 

Related Posts