Home Investasi Citra Perusahaan Jadi Tolok Ukur Investor Suntik Dana

Citra Perusahaan Jadi Tolok Ukur Investor Suntik Dana

by Lara Nifa

Meski perekonomian Indonesia mulai pulih dari pandemi Covid-19, kabar buruk datang dari tenaga kerja Indonesia. Beberapa perusahaan rintisan di  tanah air telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi karyawannya.

Di beberapa startup, mereka bahkan menawarkan gaji yang lebih tinggi daripada perusahaan biasa.  Selain itu, karyawannya memiliki peralatan yang lengkap dan mewah. Namun, hal ini dinilai merugikan jika dana awal tidak besar.Oleh karena itu, sering disebut sebagai pembakaran uang.

Oleh karena itu, supaya startup bisa bertahan dan berkembang dalam situasi saat ini, diperlukan perencanaan yang matang untuk bertahan. Direktur Celios Bhima Yudhistira mengatakan perusahaan baru perlu melakukan penilaian lebih  terkait strategi pemasaran yang digunakan. Sehingga start up tidak perlu mengeluarkan uang yang tentunya dapat merugikan perusahaan itu sendiri.

Apa yang dimaksud investor?

Investor ialah seseorang yang akan melakukan investasi, atau pelaku investasi. Pengertian investasi sendiri adalah penanaman modal/uang dalam suatu usaha atau proyek dengan tujuan memperoleh keuntungan.  Oleh karena itu, investor adalah investor/uang atau seseorang yang menginvestasikan modal/uangnya dalam bisnis dan perusahaan tertentu dengan tujuan menghasilkan keuntungan.

Pengertian lain dari investor, yaitu orang yang ingin mendapatkan pengembalian dana yang besarnya lebih besar dari jumlah simpanan dari bank. Sebagai imbalannya, mereka bersedia mengambil risiko lain yang lebih besar untuk menuai hasil yang besar.Investor ini adalah orang-orang yang memiliki dana/biaya lebih untuk suatu perusahaan/perusahaan.

Jenis investor

Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, investor merupakan individu atau organisasi atau perusahaan yang ingin menginvestasikan modal pada bisnis lain. Dalam hal ini, maka ada beberapa jenis investor yang harus diketahui, terutama bagi masyarakat yang ingin berinvestasi:

  • Investor Institusi

Investor institusi adalah reksadana atau organisasi/perusahaan keuangan yang menginvestasikan uang mereka dalam saham dan jenis instrumen keuangan lainnya. Anda juga akan membangun portofolio investasi yang bagus. 

Anda dapat mengumpulkan dan mengumpulkan uang  dari lebih dari satu investor ritel, baik individu atau entitas. Jadi jenis investor ini memiliki banyak pengaruh dan kekuatan dan lebih besar dari jenis ritel yang dijalankan oleh perorangan. Contohnya adalah reksa dana, dana pensiun atau dana lindung nilai.

  • Investor Ritel

Kemudian, investor ritel ialah individu yang menjalankan investasi pada usahabya sendiri, atau sebagai wakil dari individu yang mana investor ini tidak memperoleh izin untuk menjadi anggota bursa saham manapun, namun mereka tetap harus menjual ataupun membeli dari perantara broker/ dealer.

Tips Menggaet Investor bagi Perusahaan Anda

Lakukan riset mengenai investor

Cari informasi sebanyak mungkin mengenai penyandang dana potensial. Anda perlu memahami sifat penyandang dana yang bersangkutan dan persyaratan kerjasama yang mereka tawarkan. Mereka juga dapat mengetahui tentang investasi yang sudah mereka lakukan sebelumnya.

Perusahaan atau proyek lain, minat penyandang dana dan syarat dan ketentuan mereka. Mempelajarinya, Anda dapat menilai pro dan kontra, sisi positif dan negatif dari calon investor, yang akan berguna untuk tahap selanjutnya.

Ketahui strategi bisnis

Ketahui serta pahami seluk beluk dari bisnis perusahaan Anda, baik kelebihan maupun kekurangannya. Memahami seluk beluk bisnis dapat lebih mempersiapkan perusahaan untuk menghadapi tantangan dan hambatan dalam mencari investor.

Perusahaan Anda juga akan bersaing dengan perusahaan lain. Oleh karena itu, Anda juga perlu memahami nilai dan rasio unik yang dapat membedakan investor dan membandingkannya dengan rekan Anda. Sehingga membuat investor lebih tertarik untuk berinvestasi pada perusahaan Anda.

Lihat bisnis dari sisi investor

Cobalah untuk melihat bisnis Anda dari sisi pemodal. Apakah investor tertarik dengan keadaan perusahaan yang Anda jalankan saat ini? Pertanyaan ini bertujuan untuk mengantisipasi apa yang diinginkan oleh investor dari perusahaan sehingga Anda tidak merasa malu mempresentasikan perusahaan di depan investor.  

Sekalipun ada kekurangan dalam bisnis yang menurut Anda bisa membuat investor menjadi kurang tertarik untuk menginvestasikan uang, Anda bisa mengembangkan rencana yang dapat meminimalkan kekurangan tersebut.

Rancang business plan yang kredibel

Rencana bisnis yang baik sangat penting bagi sebuah perusahaan guna menarik calon investor. Rencana bisnis mencakup proyeksi keuangan, ringkasan eksekutif, model bisnis dan asumsi bisnis yang mungkin timbul. Ini dapat membantu investor lebih memahami bisnis Anda.

Pilih investor dengan tepat

Ketika Anda memiliki sebuah bisnis sangatlah penting bagi Anda untuk memastikan apakah investor yang dituju sudah tepat. Analisis terlebih dahulu ketentuan dari si pemodal dan sebaiknya Anda tidak mudah untuk tergoda dengan besaran modal yang ditawarkan.

Mengapa? Karena investor bisa dikatakan sebagai mitra kerja untuk kurun waktu yang cukup lama sehingga anda membutuhkan investor yang bisa diajak bekerja sama dan saling mengawasi juga percaya antara satu sama lain.

Bergabung dengan akselerator startup

Ketika Anda bergabung dengan komunitas akselerator bisnis, Anda nantinya akan menerima pelatihan dan bimbingan untuk mengembangkan bisnis Anda. Perusahaan yang mengikuti Business Accelerators memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mewujudkan peluang keuntungan yang besar.

Pada akhirnya, investor akan melihat perusahaan yang mengikuti akselerator bisnis sebagai lebih menguntungkan dan lebih menarik daripada perusahaan lain. Saat melakukan pelatihan perusahaan, Anda dapat menggunakan perangkat lunak untuk mendukung proses pelatihan bagi karyawan Anda.

Related Posts