Home Perencanaan Cek Daftar Penyakit Kritis yang Dapat Menghabiskan Banyak Biaya

Cek Daftar Penyakit Kritis yang Dapat Menghabiskan Banyak Biaya

by Lara Nifa
Cek Daftar Penyakit Kritis yang Dapat Menghabiskan Banyak Biaya

Penyakit kritis dapat menyerang Anda secara perlahan serta akan membutuhkan waktu dalam proses pemulihannya. Tahap penyembuhannya bisa dimulai dengan melakukan pengobatan medis sampai Anda merasakan adanya perubahan pada gaya hidup.

Karena bagi seseorang yang menderita penyakit kritis, segala halnya pasti akan berubah. Mulai dari pola makan, olahraga, rutin check up ke dokter dan lainnya demi mendapatkan kehidupan yang lebih sehat serta dapat pulih kembali.

Apabila Anda merasa memiliki penyakit kritis, sebaiknya segera lakukan pengobatan agar tidak semakin parah hingga membuat terganggunya aktivitas harian bahkan bisa saja mengancam keselamatan diri.

Hanya saja amat disayangkan, karena ternyata masih banyak sekali orang yang tidak dapat mengenali gejala atau sebenarnya sudah merasakan, namun memilih untuk mengabaikan segala indikasi dari penyakit kritis tersebut.

Alhasil, mereka baru akan memeriksakan diri dan mendapatkan hasilnya ketika kondisinya sudah parah atau telah memasuki fase kritis.

Daftar penyakit kritis

Tidak seorang pun ingin memiliki tubuh yang tidak sehat hingga terjangkit penyakit kritis. Namun, begitu terserang penyakit yang dapat dilakukan hanyalah mencegah agar tidak semakin parah. Karena jika semakin kritis maka sudah dipastikan biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit bahkan bisa menguras tabungan.

Berikut dibawah ini adalah daftar dari penyakit kritis yang menghabiskan banyak biaya :

  1. Distrofi otot ringan merupakan penyakit penyebab otot menjadi kehilangan fungsinya.
  2. Demensia tingkat lanjut merupakan penyakit penurunan daya ingat serta cara berpikir.
  3. Amyotrophic lateral sclerosis merupakan gangguan saraf dan bisa semakin parah, sampai dengan menyebabkan kelumpuhan.
  4. Anemia aplastik merupakan kelainan pada darah yang terjadi karena adanya kegagalan di bagian sumsum tulang.
  5. Asma berat merupakan penyakit pernapasan dan penyempitan pada saluran napas yang dapat diderita dalam waktu panjang.
  6. Operasi pada katup jantung adalah tindakan medis yang bertujuan untuk mengganti atau memperbaiki katup jantung.
  7. Ensefalitis ringan merupakan radang otak dengan gejala ringan mirip dengan flu pada umumnya, misalnya demam, mual, muntah, nyeri otot, kaku leher dan kelelahan.
  8. Ensefalitis berat merupakan radang otak yang memasuki fase berat dan memiliki gejala, seperti demam tinggi, kebingungan, halusinasi, kejang-kejang, adanya perubahan pada gerak motorik, sensitif terhadap cahaya dan lain sebagainya.
  9. Epilepsi berat dapat mempengaruhi pasien dengan gejala pandangan kosong, mengunyah, menggosok-gosok tangan dan seperti menelan makanan.
  10. Atrofi saraf mata merupakan gangguan serius yang terjadi pada mata yang jika tidak segera ditangani bisa membuat pasien mengalami kebutaan.
  11. Kanker merupakan suatu penyakit yang disebabkan terjadinya pertumbuhan sel yang tidak normal di dalam tubuh.
  12. Trakeostomi merupakan tindakan medis berupa pembedahan dengan tujuan membuat lubang untuk saluran pernapasan supaya bisa dipasangi tabung.
  13. Implan Koklea merupakan pemasangan alat elektronik yang dikhususkan bagi penderita gangguan pada telinga.
  14. Insufisiensi adrenal kronis merupakan kelainan pada endokrin (hormonal), kelenjar adrenal tidak dapat memproduksi kortisol.
  15. Leukemia merupakan kanker darah dimana tubuh terlalu banyak menghasilkan sel darah putih pada jumlah yang abnormal.
  16. Lupus eritematosus sistemik merupakan penyakit autoimun kritis dan bisa menyebabkan peradangan pada beberapa bagian dalam tubuh.
  17. Multiple sclerosis merupakan gangguan saraf di bagian mata, otak dan juga tulang belakang.
  18. Hipertensi pulmonal sekunder adalah terjadinya komplikasi pada bagian jantung, paru dan dekstratoraks.
  19. Kolitis ulseratif merupakan peradangan yang terjadi pada usus besar.
  20. Myasthenia gravis merupakan melemahnya otot pada tubuh yang diakibatkan adanya gangguan pada otot dan syaraf, gejala yang biasanya terlihat seperti : bicara menjadi cadel, sulit berekspresi, suara menjadi serak, kesulitan menelan, mudah tersedak dan napas pendek-pendek.
  21. Operasi aorta merupakan prosedur medis dengan melakukan operasi pada jantung dengan tujuan mengganti katup agar dapat berfungsi secara normal.
  22. Necrotizing fasciitis merupakan mati fungsi jaringan usus yang disebabkan oleh peradangan.
  23. Angioplasti merupakan prosedur pembukaan penyumbatan pada pembuluh darah pada jantung.
  24. Sirosis hati merupakan dimana terjadinya kerusakan pada organ hati yang diakibatkan oleh terbentuknya jaringan parut.
  25. Polio merupakan salah satu jenis penyakit saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan pada penderitanya.
  26. Rheumatoid arthritis merupakan peradangan yang menyerang sendi, hal tersebut disebabkan karena sistem kekebalan pada tubuh menyerang jaringan sendiri.
  27. Stroke merupakan kondisi dimana pasokan darah yang seharusnya menuju otak terganggu.
  28. Metastasis merupakan penyebaran kanker pada satu organ pada jaringan tubuh.
  29. Diabetes amputation merupakan tindakan medis berupa operasi pengangkatan anggota tubuh yang mengalami pembusukan akibat penyakit diabetes, kebanyakan kasus terjadi pada kaki, telapak kaki maupun jari-jari kaki.
  30. Penyakit ginjal kronis merupakan kondisi menurunnya fungsi ginjal secara bertahap yang diakibatkan oleh kerusakan pada jaringan ginjal.

Sebaiknya memiliki asuransi

Apabila Anda memang merupakan penderita penyakit kronis, ada baiknya untuk mendaftarkan diri Anda untuk mengikuti atau mendaftar ke salah satu perusahaan asuransi dengan kredibilitas yang baik agar ketika harus berobat, Anda tidak terbebani dengan biaya pengobatan yang tinggi.

Related Posts