Home Bisnis dan Usaha Cara Mengendalikan Ekspektasi Saat Membuka Usaha Baru

Cara Mengendalikan Ekspektasi Saat Membuka Usaha Baru

by Lara Nifa

Sangatlah manusiawi saat ada seseorang yang telah membuat sebuah rencana dan berekspektasi positif mengenai strategi yang sudah dia buat untuk usahanya sekalipun terlihat tidak realistis. 

Namun, walaupun demikian adakalanya ekspektasi yang terlalu tinggi ini dapat membuat kamu sebagai pemilik usaha merasa tidak bahagia ketika tidak berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan.

Apalagi sebenarnya ada jurang tipis di antara motivasi dengan ekspektasi yang mana terkadang seseorang tidak menyadari hal tersebut. Karena itu banyak yang menyarankan untuk bisa belajar mengelola atau mengendalikan ekspektasi dan juga rasa kecewa di saat kondisi yang kamu inginkan tidak sesuai dengan realitanya.

Sebab di saat seseorang tidak mampu mengendalikan ekspektasi dan rasa kecewa tersebut, dampak terburuk yang bisa dirasakan adalah perasaan stress hingga depresi. Padahal dalam hidup memang kadang kala tidak ada yang bisa berjalan seperti rencana yang sudah dibuat.

Cara yang Tepat Untuk Mengendalikan Ekspektasi

Dalam mengendalikan ekspektasi memang harus dilakukan secara perlahan agar nantinya menjadi terbiasa, apabila baru dimulai tentu akan sulit tetapi apabila kamu ingin mencoba untuk mengelola ekspektasi maka berikut adalah tips yang bisa dicoba:

  • Berdamai dengan diri sendiri

Cara pertama bagi kamu untuk bisa mengendalikan ekspektasi adalah jangan terlalu kecewa pada dirimu sendiri, berusahalah untuk berdamai dengan keadaan agar nantinya kamu dapat mengetahui di manakah kesalahan dari rencana yang sudah dibuat.

  • Carilah sisi positifnya

Berikutnya adalah mencari sisi positif dari rencana yang pada kenyataannya tidak sesuai dengan ekspektasi tersebut. Sebab seburuk apapun kenyataan yang pada akhirnya berbanding terbalik tentu masih ada sisi positifnya.

Karena itu kamu harus belajar untuk jeli dalam hal tersebut. Bayangkan bila kenyataan yang terjadi ternyata bisa lebih buruk, di mana situasinya tidak terkendali. Maka kamu di saat seperti itu haruslah bisa mensyukuri bagaimanapun situasi yang sedang terjadi.

  • Jadikan kegagalan sebagai peluang yang baru

Berikutnya adalah menjadikan kegagalan sebagai salah satu peluang baru. Maksudnya adalah ketika kamu sudah membuat rencana untuk usahamu dan ternyata gagal, cari tahulah di mana letak kesalahannya.

Kemudian ketika kamu sudah mengetahui di mana letak kesalahan tersebut, buatlah strategi baru yang bisa menjadi peluang kesuksesan bagi usahamu. Namun kembali lagi ada baiknya kamu memiliki rencana-rencana lain apabila nantinya berakhir dengan tidak sesuai ekspektasi.

  • Lebih berpikir fleksibel

Terakhir adalah belajar untuk berpikir secara fleksibel sebab apabila kamu bisa melakukannya maka mengendalikan ekspektasi bisa menjadi lebih mudah. Jadi, pastikan bila kamu mampu mengadaptasi pola berpikir yang lebih fleksibel di mana ini berarti saat situasi tidak berjalan sesuai dengan rencana, maka kamu akan lebih mudah mencari ide atau strategi lain untuk mengatasi situasi tersebut.

Ketika kamu sudah mulai berhasil untuk mengelola ekspektasi tentunya akan membuat pikiran menjadi lebih damai. Selain itu dengan kamu mengendalikan ekspektasi dengan baik ini juga akan membantu mengurangi rasa stres berlebih.

Sebab sebagaimana yang kita tahu bahwa ekspektasi kadangkala berbanding terbalik dengan kenyataan, karena pada dasarnya tidak ada yang dapat menebak bagaimana kejadian atau kondisi di masa mendatang.

Mengelola Rasa Kecewa Ketika yang Terjadi Tidak Sesuai Dengan Rencana

Hal penting lainnya yang perlu dilakukan selain mengelola ekspektasi adalah mengendalikan rasa kecewa saat situasi yang kamu alami tidak sesuai ekspektasi atau jauh dari rencana yang telah dirancang, yaitu dengan cara:

  • Sumber kebahagiaan tidak hanya dari ekspektasi

Kamu harus yakin bila kebahagiaan asalnya tidak hanya dari ekspektasi atau sesuai dengan perkiraan. Karena ada begitu banyak hal yang lain dapat memberikan kamu kebahagiaan, walaupun dari hal sederhana yang ada disekitar.

Dibandingkan kamu mengharapkan datangnya rasa bahagia dari sesuatu yang memang belum tentu terjadi, karena itu belajarlah untuk lebih menyakini bila hal yang telah terjadi sekarang merupakan sumber kebahagiaan kamu dan orang lain. 

  • Jangan pernah berharap pada orang lain

Ketika kamu merasa kecewa dengan orang lain, maka ada baiknya untuk tidak langsung menyalahkan kondisi yang nantinya bisa berujung penyesalan. Bahkan seharusnya kamu dapat memaklumi bila ada orang yang bertindak di luar perkiraan atau ekspektasi.

Kemudian membuat kecewa. Karena itu sebaiknya kamu tidak selalu meletakkan harapan terlalu tinggi kepada orang lain supaya tidak merasa kekecewaan yang disebabkan rasa percayamu yang terlalu besar.

  • Belajar menutup telinga dari omongan buruk

Terakhir adalah belajar untuk menutup telinga dari omongan-omongan yang buruk di sekitar kamu. Apalagi jika kamu merasa hal yang mereka katakan tidak benar dan mengganggu hingga membuat rasa kecewa di dalam dirimu semakin parah.

Belajarlah untuk mengabaikannya dan fokus kepada hal yang memang sedang kamu lakukan, jangan sampai kamu terpengaruh oleh omongan-omongan negatif yang nantinya bisa berdampak tidak baik untuk dirimu sendiri.

Jadi, kunci dari mengendalikan ekspektasi dan mengelola rasa kecewa di dalam diri merupakan sebuah kunci utama supaya nantinya kamu tidak melakukan suatu hal yang di luar kendali. Karena memang di dalam kehidupan kita sebagai manusia hanya bisa membuat rencana, tetapi tidak ada yang tahu bagaimana kondisi di masa mendatang.

 

Related Posts