Home Pinjaman Cara Mengelola Dana Pinjaman Agar Bisnis Lancar

Cara Mengelola Dana Pinjaman Agar Bisnis Lancar

by Lara Nifa

Mencari tambahan modal dengan meminjam uang merupakan hal yang wajar dilakukan oleh setiap pengusaha. Tujuannya yaitu untuk mengembangkan usaha yang sedang dijalankan.

Terdapat berbagai sarana yang menawarkan jasa peminjaman modal, salah satunya yaitu melalui bank. Kemudahan akses serta prosedur yang tidak rumit untuk mengajukan dana pinjaman modal, membuat para pengusaha semakin tertarik untuk menambah modal usaha dengan meminjam.

Namun sayangnya,  terkadang dana pinjaman tidak dikelola dengan baik sehingga mempengaruhi kelancaran bisnis. Lalu, bagaimana cara mengelola dana pinjaman ? Simak tips berikut ini.

Perencanaan yang Matang

Hal paling pertama yang harus dilakukan sebelum mengajukan dana pinjaman yaitu  merencanakannya dengan matang. Perusahaan harus bisa memahami modal tersebut akan digunakan untuk apa dan seberapa urgent-nya meminjam dana. Apakah akan digunakan untuk melakukan ekspansi seperti membuka cabang atau biaya marketing serta operasional lainnya.

Dengan perencanaan yang matang, perusahaan akan lebih terarah dan fokus untuk mengelola dana pinjaman tersebut sesuai alokasinya. Sehingga nantinya bisnis yanh dijalankan akan lancar dan dana pinjaman terkelola dengan baik.

Tentukan Jenis Pinjaman yang Tepat 

Mengajukan dana pinjaman karena keterbatasan modal adalah salah satu alternatif yang tepat untuk dilakukan tiap perusahaan. Karena modal sangat penting untuk menunjang operasional perusahaan. Namun sebelumnya, perusahaan tersebut harus menentukan terlebih dahulu jenis pinjaman apa yang tepat.

Setiap jenis pinjaman pasti memiliki risikonya masing-masing. Agar lebih mudah dalam mengelola dana pinjaman, baiknya pilih jenis pinjaman yang memiliki risiko rendah. Dengan begitu, keuangan perusahaan tidak akan terbebani karena modal dikelola dengan baik.

Pada umumnya, terdapat dua jenis pinjaman yaitu pinjaman jangka pendek dan jangka panjang. Dan yang biasanya dipilih oleh para pelaku bisnis yaitu pinjaman jangka panjang. Karena waktu pengembalian lebih lama, perusahaan bisa fokus dahulu untuk memperoleh keuntungan dengan meningkatkan penjualan sembari menunggu waktu jatuh tempo pengembalian.

Menentukan di mana perusahaan akan mengajukan pinjaman juga tidak bisa dilakukan sembarang. Pastikan tempat atau sarana yang dipilih memiliki kemudahan proses dan juga kredibilitas yang tinggi. Lakukan perbandingan terkait besaran bunga pinjaman yang akan dibebankan antara satu tempat dengan yang lainnya.

Tepat Waktu Dalam Membayar Angsuran Atau Cicilan

Meminjam sejumlah dana untuk mengembangkan usaha tidak akan jadi sebuah persoalan jika perusahaan tersebut sanggup membayar cicilan sebelum jatuh tempo. Pembayaran cicilan bisa dilakukan secara tepat waktu jika sudah dialokasikan ke dalam arus kas perusahaan.

Dana untuk mengangsur cicilan harus dialokasikan ke dalam keuangan perusahaan. Agar mudah bagi perusahaan untuk menyisihkan uang. Hadirnya berbagai jenis pinjaman yang bisa diakses secara online juga memberikan kemudahan dalam membayar cicilan. Transaksi pembayaran bisa dilakukan secara cepat dan mudah.

Ketepatan waktu dalam membayar cicilan itu sangat penting agar semua yang sudah diperhitungkan sebelumnya tepat dan sesuai. Jika ada keterlambatan, perusahaan harus membayarkan sejumlah bunga atau denda yang diluar perhitungan. Hal itulah yang akan membuat keuangan perusahaan kacau sehingga tidak sesuai dengan yang direncanakan.

Rasio Keuangan Perusahaan Dalam Kondisi Sehat

Memperhatikan rasio keuangan perusahaan ketika pengajuan dana pinjaman untuk modal usaha, sangat penting dilakukan. Karena nantinya akan sangat berpengaruh dalam pengelolaan modal tersebut. Jika rasio keuangan perusahaan dalam keadaan baik maka pengajuan dana pinjaman juga akan langsung disetujui.

Rasio keuangan adalah tolak ukur apakah perusahaan tersebut bisa dikatakan sehat secara finansial atau tidak. Dan sebuah perusahaan dikatakan sehat, jika rasionya tidak melebihi 30% dari total penghasilan perusahaan. Jika melebihi dari persentasenya tersebut maka sebaiknya perusahaan tidak memaksakan untuk mengajukan dana pinjaman. Sebab, besar kemungkinan perusahaan akan sulit untuk mengembalikan pinjaman tersebut.

Adanya berbagai kesempatan untuk meminjam sejumlah dana dengan jumlah yang besar, bukan hal yang harus dipenuhi saat itu juga. Karena jika tetap dipaksakan, justru akan menjadi bumerang tersendiri bagi sebuah perusahaan yang kondisi finansialnya sedang tidak sehat. Bahkan kemungkinan besar bisa berimbas pada kerugian hingga kebangkrutan.

Memang tidak dapat dipungkiri, mendapatkan sejumlah dana yang banyak untuk mengembangkan usaha itu sangat menggiurkan bagi setiap perusahaan. Namun alangkah lebih baiknya jika dilakukan ketika keadaan finansial perusahaan sudah stabil. Agar nantinya operasional bisnis perusahaan tetap berjalan dengan baik.

Jika perusahaan belum bisa menurunkan persentase rasio keuangan, maka perusahaan tersebut bisa mengoptimalkan modal yang terbatas agar tetap cukup. Caranya yaitu dengan melakukan penekanan pada biaya operasional, produksi dan lainnya agar dialihkan untuk kebutuhan perusahaan yang lebih mendesak.

Itulah tadi beberapa cara yang bisa diterapkan bagi perusahaan besar maupun perusahaan berskala kecil seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM. Cara-cara di atas akan mendukung bisnis yang dijalankan agar tetap lancar.

Related Posts