Home Bisnis dan Usaha Cara Menganalisis Persaingan Bisnis

Cara Menganalisis Persaingan Bisnis

by Lara Nifa

Berbagai cara dapat dilakukan oleh pelaku usaha demi menjamin penggunaan market share, salah satu strategi efektif yakni dengan menerapkan analisis pesaing, yang disebut juga dengan istilah analisa kompetitor. Terkait ilmu analisa kompetitor sebetulnya sudah ada serta menjadi senjata ampuh bagi suatu perusahaan dari dulu. Namun, dengan masifnya pergerakan tren sekarang ini, membuat ilmu analisa kompetitor tersebut semakin tidak dapat diremehkan.

Lalu, apa saja hal yang perlu dipersiapkan sebelum menerapkan analisa kompetitor? Nah, pada artikel kali ini sudah dirangkum mengenai cara menganalisis persaingan bisnis bagi perusahaan yang sedang Anda kembangkan. Untuk lebih lengkapnya silahkan simak penjelasannya berikut ini sampai habis. Berikut beberapa strategi analisis kompetitor yang efisien untuk diterapkan, antara lain.

Langkah Analisis Persaingan Bisnis

1.       Menentukan Siapa Saja Kompetitor Anda, serta Siapa yang Bukan

Menerapkan analisis kompetitor yang pertama yakni dengan menetapkan siapa saja kompetitor Anda, serta siapa yang bukan termasuk. Hal ini sangat penting, sebab bila Anda menargetkan terlalu banyak kompetitor di awal, Anda bisa saja kehilangan fokus serta analisa kompetitor pun menjadi tidak akurat. Untuk contoh analisa kompetitor pada oin ini seperti Anda mempunyai usaha kursus bahasa asing online. Itu berarti kompetitor Anda merupakan mereka yang juga menawarkan kursus bahasa asing melalui online juga.

Menjadi seorang market leader memerlukan waktu, pikiran dan kerja keras, hingga modal yang bisa dikatakan tidak sedikit. Maka dari itu Anda pun tidak perlu langsung menjadi seorang market leader, ditambah bila usaha Anda baru saja dirintis. Sebagai gantinya, pada prosesnya Anda dapat melakukan analisis kompetitor dari sisi siapa yang menjadi market leader di bidang industri Anda, serta jadikan keunggulan market leader ini sebagai benchmark.

2.       Mengetahui Siapa Saja Kompetitor yang Memiliki Potensi Terkuat

Selain menjadi market leader, Anda pun juga harus sedikit waspada dengan pesaing yang memiliki potensi terkuat atau menjadi kuda hitam di kalangan pengusaha Anda. Istilah kuda hitam disini yakni sebuah bisnis yang memiliki market share sejajar atau satu tingkat dibawah Anda, namun memiliki pergerakan dan pertumbuhan yang pesat.

Untuk menganalisa kompetitor seperti ini, cara Anda dapat mengecek secara berkala perihal tren persaingan di dalam Industri tersebut, serta melihat siapa pebisnis pendatang baru yang memiliki skema pemasaran terbaik di antara yang lain.

3.       Analisis Kompetitor dari Berbagai Aspek

Cara menganalisa kompetitor selanjutnya yakni dengan mempertimbangkan pesaing dari berbagai aspek, mulai dari operasional, skema pemasaran, popularitas di sosial media, nilai intrinsik dari produk, hingga biaya demi memperolehnya. Analisa pesaing dari berbagai aspek akan membantu memperluas pandangan Anda serta membuat Anda lebih banyak cara untuk memenangkan kompetisi yang ada.

4.       Bandingkan Keunggulan dan Kekurangan Kompetitor Terhadap Bisnis Anda

Nyatanya market leader pun memiliki kekurangannya sendiri. Maka dari itu, ketika melakukan analisis kompetitor. Anda harus bersikap realistis dalam menilai keunggulan dan kekurangan usaha Anda serta para kompetitor secara obyektif.

Untuk contoh analisis pesaing pada poin tersebut misalnya kompetitor terberat memanglah market leader. Namun ternyata dari pantauan Anda, ternyata pesaing tersebut memiliki sistem keuangan yang kurang sehat bahkan nyaris bangkrut. Sangat berbeda dengan usaha Anda dimana sistem keuangannya lebih terstruktur.

5.       Mencari Tahu Cara Kompetitor Memasarkan Produknya

Cara analisis pesaing selanjutnya yakni dengan memahami cara pesaing memasarkan produknya. Tidak bisa dipungkiri, Kunci berkembangnya sebuah perusahaan tentu ada di sisi pemasaran serta strateginya.

Bila ingin menerapkan analisa kompetitor dari sisi marketing, Anda dapat mencari tahu cara pesaing menyusun kemasan produknya, strategi pemasaran secara online/offline, dan yang paling penting, bagaimana kompetitor tersebut membangun hubungan oleh pelanggan dan calon pelanggannya.

6.       Membuat Opsi Strategi Lewati Berbagai Lingkup

Sesudah melakukan berbagai langkah analisis kompetitor dari poin-poin diatas, selanjutnya Anda bisa menyusun strategi jitu untuk mengalahkan pesaing Anda lewat data yang sudah Anda pegang, cobalah untuk membuat beberapa opsi berupa strategi yang akan diterapkan. Jika diperlukan, lakukanlah hal tersebut saat rapat bersama oleh seluruh anggota tim Anda dalam perusahaan.

7.       Meluncurkan Strategi Bisnis Secara Mulus serta Penuh Perhitungan

Apabila strategi sudah tersusun dengan rapi, luncurkan strategi usaha Anda dengan baik, elegan, serta penuh dengan perhitungan. PErhatikan juga, jangan karena berambisi untuk mengalahkan pesaing, Anda malah menerapkan strategi bisnis secara gegabah dan tidak melihat resiko yang ada. Selain itu, Anda juga harus menghindari melakukan upaya untuk menjelekkan kompetitor atau memanipulasi fakta baik menjadi buruk.

8.       Harus Siap Bila Strategi Anda akan Dipatahkan Kompetitor

Cara menganalisa kompetitor yang terakhir yaitu Anda harus bersiap bila strategi milik Anda akan dipatahkan oleh para pesaing. Sepintar apapun Anda, para perusahaan yang menjadi pesaing kemungkinan besar juga mempunyai individu seperti Anda. Maka dari itu, bila Anda sudah menerapkan analisa kompetitor serta menyusun strategi bisnis, siapkanlah plan B, dan seterusnya.

Related Posts